enjoy every cadence, every breath…

Trip Rindu Alam (part 3): Turun.. turun.. turun…

Tulisan ini lanjutan dari bagian kedua…

Setelah mengumpulkan tenaga sambil ngobrol TTB di N*2 cukup lama, akhirnya sampai juga di puncaknya. Sebenarnya tidak terasa seperti sebuah puncak, hanya setelah ini ternyata jalanan 95% menurun terus. Sempat lihat ada gardu/bangunan pandang yang sudah sangat tidak terawat. Sayang sekali padahal area ini memang pas banget buat menikmati pemandangan kebawah yang terdiri dari area Taman Safari dan sekitarnya.

Rekan Igo juga bercerita pernah survey jalan tembus dari arah pabrik teh gunung mas ke puncak N*2 ini, namun blom berhasil krn malah ketemu pagar berlistriknya Taman Safari. Ada kabar juga kalau area N*1 dan N*2 ini akan diaspal untuk jalan alternatif tembus turun dari area Taman Safari ke Gadog. Sayang.. Ya? Medan legendaris MTB uphill ini bakal ilang.

Setelah berputar mengelilingi punggung bukit, jalan menurun menggoda untuk speeding, meskipun akhirnya ada jebakan2 seperti kubangan air yang pas di belokan ini.

1244
(12:44 Kubangan jebakan)

1247
(12:47 Pohon Tumbang)

Kita juga mengahadapi halangan singletrack dengan pohon tumbang. Terpaksa denga hati2 kita melakukan estafet sepeda melewati halangan ini. Pohon tumbang masih lengkap dengan dahan-dahan-nya, tampaknya pohon ini baru2 ini tumbangnya, tampak belum ada yg menyentuh saat kami tiba.

1255
(12:55 singletrack lumpur basah)

Jalanan sempat berubah sedikit menjadi singletrack lumpur basah yang sangat teduh. Wah seru nih medan favorit.

1256
(12:56 pondok perhutani)

Sampailah kita di pondok perhutani. Pondok yang sudah tidak dipakai ini terlihat adalah juga awal dari track menurun di tengah hutan, dengan medan yang penuh akar pohon dan patahan ranting2 pohon.

1301
(12:58 track akar)

Track ini mengingatkan saya pada medan yang mirip di sukamantri, namun medan sukamantri lebih curam sehingga downhill-nya lebih terasa.

1303
Stelah itu kita disuguhi singletrack diantara alang2, lalu kebun palawija dan sayuran, serta beberapa spot downhill di area kebun teh. Cukup menyenangkan krn ada bbrp drop off dan ujian keseimbangan+speed control.

1310
Salah satu rekan leuwiliang rear-disc brake-nya problem sering mengunci sendiri dan tidak balik. Kebayang pasti merepotkan sekali. Beberapa kali saya menemui kondisi saat menuruni bukit begini kondisi sepeda yg tidak prima akan segera menjadi problem. Jadi turun memang tidak selalu menyenangkan.

Setelah melewati lintasan makadam, akhirnya kita tiba di jalur aspal lagi…

1344
Cihuiiii…. Inilah saatnya memaksimalkan speed dan melatih kontrol rem. Meskipun sangat jarang gowes maksimum speed bisa mencapai 49km/j hanya dengan meluncur saja. Jalan aspal ini berakhir pas di sebelah RM sederhana Gadog.

Acara dilanjutkan dengan makan prasmanan ala warteg sunda bersama rekan leuwiliang. Blom mandi, blom ganti baju, langsung santap saja kita. Perut jg sudah lapar mengundang.

13
Loading sepeda ke mobil lagi, badan lelah dan kedinginan tapi hati senag excited…
Saya sudah pasti akan kembali lagi ke Rindu Alam…

One response

  1. Nah kalo diturunan ini saya bisa dapet 55 kph (kbetulan barengan ma Nota)..cuman ngeri juga Om denger2 ada yang sampe patah tulang selangka gara2 nyungsruk disini…

    Januari 24, 2008 pukul 3:32 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s