enjoy every cadence, every breath…

Night Ride Cikarang: Rengas Bandung

Jumat kemarin, setelah menghadapi auditor seharian penuh, blom persiapannya, betapa menyenangkan melihat ajakan Night Ride dari rekan2 Jacyco, pesepeda di Jababeka. Ikuuuuutttt…

Setelah kumpul dan tunggu2an bertiga kami berangkat dari area Ruko Roxy, Cikarang Baru. Tim NR bertiga: OmAsup (Pak Ketu), Om Gzl, Anto: ditambah Sugeng yg menunggu di Graha Pemda.

Cuaca sangat mendukung, sejuk berangin, cenderung dingin malah. Meskipun seharian diguyur hujan dan ajakan NR via email pun bertajuk “NR Hujan-hujan-an Siapa Takut?” Namun ternyata night ride ini tidak diguyur hujan samasekali, malah sinar bulan sempat muncul. Medannya jangan ditanya, abis hujan. Jalan aspal licin, jalan tanah berlumpur, jalan berlobang jadi kubangan, jalan berbatu jadi licin juga, dan jangan lupakan sensasi utama nigh-ride: kegelapan.

Jalur yang diambil malam ini belum pernah saya lewati, Cikarang Baru > Graha Pemda > Rengas Bandung > Citarik > Cikarang Golf. Dimulai dari onRoad di sebagian besar jalan menuju Rengas Bandung. Rengas Bandung adalah sebuah kampung di jalur Pantura. Dari arah Cikarang kampung ini ada sekitar 5km keluar dari LemahAbang.

Setelah OnRoad sampai Rengas Bandung kita masuk jalan kampung yg sudah di beton. Rupanya meskipun jalan mulus dibeton, drainase belum dirancang baik, beberapa kali kita menjumpai jalan beton yang tergenang air sampai sedalam 5cm, seru juga sebagai pembuka. Setelah melewati rel kereta, dan agak kecewa kok jalannya mulus (halah!) akhirnya jalan beton itu habis juga setelah melewati sebuah kampung. Jalan berubah menjadi jalan tanah/aspal rusak berlobang2. Sehingga kita, yg masih malu kucing keciprat lumpur, masih sabar menghindar lobang dan kubangan. Seru juga karena mengasah skill handling sepeda, bukan hanya menghindari lobang, tapi juga menyiasati minimum visual clue, ya! Inilah NR! Makin jauh meninggalkan perkampungan jalan semakin rusak, kubangan semakin besar, saat itulah akhirnya kita tidak bisa memilih lagi. Cebur! Kubangan2 itu dilahap juga. Namanya kubangan, kadang landai kadang dalam, kadang malah curam berbatu. Jadilah acara cebur2 ini dilenglkapi dengan menaikkan speed, makin kenceng makin asik sambil excited main air kubangan. Beberapa kali kita saling ejek saat rekan ketemu batu-nya (dalam arti sebenernya).

Disertai bonus sedikit melewati jalur mulus aspal sebelah saluran irigasi, kita kembali masuk ke kampung dengan jalan berkelok, penuh lubang, kebun penuh pohon tinggi jadi jalanan semakin gelap saja. Pada kondisi begini Oom Gzl malah terus ajak tim buat speeding. Si Oom sampai kita tenangkan, “.. Tenang Oom, gak usah dipikirin lah bonus tahunannya…” Hehe.. Tapi terusterang ngebut malam2 sambil main kubangan air gini emang asek beratz..

Akhirnya kita sampailah di masjid pertigaan. Berenti dulu, minum di hydropack satu liter habis. Ini gara2 mencoba tips untuk selalu minum tiap 10menit. Berarti memang sebenernya kita harus sering minum ya? Buktinya habis tuh satu liter padahal baru 18km di cyclo. Disini sol sendal gunung lepas, yah namanya juga sendal gunung baru nemu di gudang, sendal gunung edisi lama.

Denagan baju dan sepeda penuh lumpur dan air kotor kubangan lumpur, kita jalan santai onroad mulus. Saya sudah apal kalo jalur ini, bakal mulus terus sampe rumah. Helm dilepas ditaruh handlebar, biar kepala bisa leluasa menikmati dinginnya angin malam. Sampailah di suatu titik ada yg bilang, “belok kiri” sementara rekan yg lain bilang, “wah becek nih abis hujan” dengan spontan saya berkoar, “ada yg males becek2an…” Hahaha… Rookie sekali, baru kemudian terbukti sebaliknya.

Jalan tanah habis hujan seharian. Buat para pembaca yg blm pernah jajal track offroad cikarang, tanah di cikarang berkarakter tanah liat. Licin, liat, kalau berlumpur pekat dan viskositasnya tinggi. Sejak belum ada pabrik keramik kedua terbesar di Asia (Mulia Keramik), kawasan cikarang sudah dikenal sebagai penghasil batubata bermutu. Jalur yg tadinya cukup keras dan bersahabat pelan2 berubah ditambah kubangan2 lumpur pekat. Yang membuatku kaget adalah licin-nya. Buset! Setelah 20km speeding di kegelapan selama 1,5jam lebih, keseimbangan tubuh kita benar2 diuji. Belum selesai kagetnya saya musti ekstra seimbang di depan sudah menunggu turunan disambut kubangan kebo yang tidak mungkin dihindari. Oom Gzl dan Oom Asup sukses melewati tanpa turun dari sepeda, padahal lumpur bisa sampai 20cm kedalemannya. Sedikit lagi hub sudah terendam. I don’t know how they do it. Sementara saya terpaksa nyelupin kaki ke lumpur yang berakibat sendal gunung jadi almarhum. Waktu kaki diangkat sol sendal gunung tertinggal dalam lumpur.

nrr1
(21:57 sendal gunung tinggal kenangan dan ban donat, sorry out of focus)

Etape penutup yg dahsyat!! Semakin ekstrim karena malam dan habis hujan seharian. Jalan nembus ke ujung Cikarang Golf. Selanjutnya adalah jalan mulus onroad yg justru kita cari kubangannya untuk membersihkan ban dan sepeda dari lumpur.

Selesai sudah NR dahsyat yg sangat basah ini. Puas sampai basah deh malam2! Total jarak 28km disertai fork, ban, dan seat stay yang penuh lumpur. Kocak banget lihat V-Brake depan-belakang yang sudah dilingkupi lumpur gitu, belum ban-nya. Jadi donat.

nrr3

Setelah kuingat2 ini adalah pengalaman pertamaku masuk kubangan lumpur, ditambah gak kenal medan, teknik dan pengambilan gear yg salah jadilah kami masuk ke lubang jebakan. Mayan, pengalaman. Jadi mendatang bisa lebih prepare. Mungkin sudah harus cari ban xc beneran yg ‘ramah lumpur’ bukan ban berat 2.25 Big Jim Scwalbe yg sangat berat digowes dalam lumpur gini.

Penasaran nih sama lumpuuuurrr….

nrr2
(22:19 bag cover paling terkorbankan)

Inilah juga nikmatnya tinggal di area sub-urban seperti Cikarang. Keluar kompleks dikit kita sudah ketemu ajang xc yg lumayan heboh buat sepedahan malam begini…

Did I tell you I love Cikarang very much ??

3 responses

  1. wah! seru banget!
    jadi pingin nyoba nih…

    November 10, 2009 pukul 7:42 pm

  2. salam kenal mas..sama sy jg d Depok gtu..banyak jln2 y bs buat XC

    November 26, 2010 pukul 5:04 pm

  3. gazelle

    Ini tulisan sudah hampir 5 tahun lamanya ya n’toy…:)
    kapan kita ulangi lagi ya…,he he he

    Mei 30, 2012 pukul 2:27 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s