enjoy every cadence, every breath…

suka gowes atau cinta sepeda ??

Setelah sekitar setengah tahun intens menjalani hobby bersepeda, saya menemui suatu fenomena yang menarik tentang para pelaku hobby ini: ternyata ada pecinta sepeda, sementara disisi lain ada yang suka gowes/genjot. And surprisingly, sangat jarang menemui perpaduan diantara keduanya…

Pecinta sepeda.

sped

Para pecinta sepeda memiliki passion dan semangat luarbiasa pada sepeda mereka. Sepeda buat mereka bukanlah ‘sekedar sepeda’. Bike is more than just a cycling thing. Kelompok ini sangat mengikuti perkembangan teknologi perangkat keras sepeda.

Apa barang paling baru, bagaimana this new things gizmo bisa membuat dan menampilkan keajaiban. Mereka juga sangat peduli dengan keseragaman dan padu padan penampakan. Kata ‘pantas dan cocok’ serta ‘color matching’ kadang sangat penting.

Golongan ini ada yang secara gentle mendeklarasikan diri menjadi penggemar fashion bike. Sepeda yang didandani sesuai selera, dimodifikasi, dipadupadan, dikreasikan. Dalam beberapa hal jadi mirip para modifikator motor ataupun mobil.

Pecinta Gowes.

gowes1

Fokus mereka ada pada dengkul, paha, betis, paru-paru, jantung, otot2 lain (tangan, dada, dlsb). Mereka melihat sepeda sama sakralnya dengan tubuh mereka, sama sakralnya juga dengan medan yang mereka tempuh. Jadi sepeda diganti dan di upgrade perangkat kerasnya untuk mendukung otot dan tubuh lebih menyatu dengan medan/alam.

Mereka belum tentu mengunakan lastest bike tech. Bahkan jika merasa tulang dan otot mereka sudah ‘matching’ dengan geometri sepeda, mereka bisa melupakan teknologi terbaru dan malah berorientasi mencari medan dan track baru untuk dinikmati dengan sepeda.

Orang2 ini akan cuek jika sepedanya baret2 namun mereka akansedih jika gears-nya harus diganti karena rusak misalnya, karena mereka harus menyesuaikan diri dengan gear baru nanti.

Pecinta gowes juga sangat peduli dengan kondisi tubuhnya. Mereka akan invest untuk beli heart rate monitor, mereka membina fisik dengan fitness dan ke gym untuk menguatkan otot tangan, dada dan perut misalnya untuk meningkatkan performa skill bersepeda.

Kesimpulan.

Mungkin yang saya gambarkan ekstrim di dua ujung? Gak tau juga, yang jelas saya melihat keduanya ada diantara para penikmat hobby sepeda, terutama sepeda gunung yg sering saya selami pergaulannya.

So what kind of cyclist are you??

2 responses

  1. wah bener Om !!!! memang ada 2 jenis biker seperti itu. Tapi yang terbanyak kayaknya yang tipe kedua (Pecinta gowes). Namun ada juga sya temui yang kombinasi keduanya, jadi sepedanya modis dan high tech tapi juga dengkulnya jagoan. Kalo Om sendiri masuk yang mana ?

    Mei 10, 2008 pukul 12:07 am

  2. Saya termasuk yang mana yah?
    Saya mencintai sepeda saya karena tanpa sepeda saya saya tidak akan mungkin gowes. Jadi untuk menikmati gowesan yang top memang saya banyak memperhatikan dan mencintai sepeda saya hehehe…

    Mei 11, 2008 pukul 10:27 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s