enjoy every cadence, every breath…

Trip J J (bag 3) – track barat, grand canyon dan koboy

Yah, inilah saatnya menyelesaikan rangkaian tulisan ttg track JJ. Post ini lanjutan dari bagian kedua: track timur, track inul.

Tidak seperti dua post sebelumnya ttg Trip JJ yang miskin foto, waktu melewati track barat ini untuk putaran kedua, karena sudah mengenal medan, saya berani paling belakang, banyak berhenti dan memotret. Jadi lebih tervisualisasi. Saya juga lebih menceritakan putaran kedua saya, karena waktu putaran pertama bersama Clarence, Om Avel, dan Om Iwan, kami meraba2 jalur sehingga sering nyasar dan medan tidak lengkap.

Track ini dimulai dengan menyelip2 diantara rumah penduduk. Asik sih, ada bbrp drop yang ringan sehingga bisa dipakai buat pemanasan handling sepeda setelah kita dimanjakan dengan kursi dan semilir di camp JJ. Cuma terusterang saya ada perasaan nggak enak, karena bagaimanapun kita masuk ke lingkup pribadi orang lain, dalam hal ini orang2 di sekitar track JJ ini. Kita melewati halamannya, pintu belakang menuju sumur-nya, dll. Toh akhirnya kita lewat jalan juga, menuju singletrack awal diantara ladang.

headset
(08:56 Headset saya dibelakang rombongan, baru lepas dari kampung)

ilalang1
(09:02 Nah, kan kita disambut singletrack dengan pohon ilalang yang cukup tinggi, nyesel nggak pakai lengan panjang)

jemb bambu
(09:03 Jembatan bambu. Dulunya bisa digenjot disini, tapi kondisi kemarin sudah rapuh dan berbahaya untuk keseimbangan)

bambu1
(09:08 Singletracknya macam-macam, termasuk yang disekitar kebun bambu ini, seru kan?)

koboy
(09:16 Ini dia turunan Koboy, salah satu dari dua turunan yang sering memakan korban, foto ini diambil dari bawah setelah turunan itu dilalui, sayang kurang tampak jelas konturnya)

Turunan Koboy adalah akhir dari jalan ladang, jika kita kehilangan kontrol di turunan ini kita akan bablas masuk ke sungai, tentusaja dengan disertai sambutan beberapa pohon bambu terlebih dahulu. Kontur turunan adalah ekstrim, lebih atau samadengan 45derajat, dan hebatnya langsung patah belok kekiri.

alang2
(09:17 Kembali kita memasuki singletrack alang2 yang sangat keren, meskipun menyayat tangan)

bambu2
(09:19 Dead End?? Bukan ini canopy bambu)

Tadinya saya kira saya tersesat karena seperti ketemu jalan buntu. Tapi setelah diperhatikan ternyata jalan berbelok dan masuk ke dalam rimbunnya canopy rumpun bambu. Kalau tidak ada pesepeda lain yang lewat sebelumnya saya bakal khawatir menginjak ular kobra. Foto diatas diambil dari dalam kanopi.

gr1 gr2 gr3 gr4 dari bawah
(09:24 – 09:26 Turunan Grand Canyon)

Setelah meliuk-liuk di jalanan setapak, dan melewati sebuah lapangan sepakbola mini, kita sampailah di Turunan ekstrim kedua dari jalur ini, Turunan Grand Canyon.
Sangat bisa dimengerti kenapa diberi nama Grand Canyon, memang kita seperti akan turun memasuki lembah yang berkontur mengingatkan pada Grand Canyon di amerika sana. Turunan ini turunan yang hampir tidak mungkin kita mengendalikan laju sepeda. Terutama setengah kedua tidak boleh sayang harus kita lepas saja rem sambil cuma mengendalikan kecepatan saja. Sementara setengah bagian pertama turunan yang berbelok ke kanan, bertemu jalan air yang membuatnya jadi berkontur susah dilewati dan dijaga keseimbangannya, lalu berbelok kekiri langsung. Kita harus mengendalikan keseimbangan, kecepatan, sambil menekan ‘nerve’ kita…. WOW!!

Pada hari yang sama dengan saya melewati turunan ini, kabarnya ada kecelakaan yang sampai haru dievakuasi. Di milis sehari kemudian muncul kabar kalau korban patah tiga tulang rusuk.

Rekan berpengalaman lewat jalur ini yang memberi kita petunjuk memberikan pengakuan bahwa dia sendiri saja melihat 4-5 kali kecelakaan di turunan ini. Jadi merasa bodoh sekali melewati jalur ini tanpa protector samasekali.

Mantra paling manjur pada medan ekstrim seperti ini adalah, “When in doubt, chicken out!!” yang paling penting adalah selamat.

Dari lembah ini kita kembali ke camp JJ melewati jalan yang cukup mulus meskipun sedikit menanjak.

ksp
(09:34 dilarang masuk)

Meskipun PT KSP melarang kita masuk ke kawasan yang jadi track JJ ini, kita layak berterimakasih pada PT KSP ini. Kalau tidak dibebaskan tanahnya seperti ini mungkin tidak akan ada track ini. Sayang banget, mungkin 3-5 tahun mendatang jika sudah dibangun jadi perumahan/industri, kita akan kehilangan track XC yang sangat menarik, pendek, diselipi medan ekstrim ini.

Baca juga tentang menuju camp JJ

2 responses

  1. Ping-balik: Trip J J (bag 1) - menuju camp JJ « Harto Basuki

  2. indra

    waduh mas, kok kayaknya asik bener nih petualangannya…….kapan ya saya bisa gabung bareng….omong2 gimanasih prosedur pendaftaranya biar saya bisa join bareng sampean-sampean, soalnya dari dulu saya pengin bgt menjelajahi sawah, gunung, sungai pake sepeda bareng temen2…..? sekalian agenda jelajahnya setiap kapan ya mas…? tks ya?

    Oktober 23, 2008 pukul 2:49 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s