enjoy every cadence, every breath…

Trip Sukamantri Bogor (bag 4) – turun tidak selalu indah

Butuh waktu cukup lama buat menulis bagian terakhir cerita trip ini. Sampai bagian ketiga ceritanya masih seru dan indah…

Dari istirahat dan regruping di villa chintami, kami segera menuruni medan yang berubah ke batu makadam segede2 kelapa. Buset, nte Waty yg ada di depan saya cepet banget, kaya gak nge-rem aja. Saya ikutan menghajar medan ini, meski ambil pinggir karena masih kuatir sama kondisi ban.

Lalu kita masuk ke turunan jahanam itu. Seorang praja tampak berhenti dengan penuh kewaspadaan. Aneh. Sementara didepan medan turunan hampir 45 derajat yg langsung belok ke kiri. Di ujung turunan ada praja lain waspada menunggu banyak orang menonton. Medan dari adukan semen yang sudah dilapisi lumut. Licin sempurna!!

Saya turun dengan full bejek rem, untungnya V-brake jadi gak pakem amat, ban masih menggelinding pelan. Sambil saya buka rem dikit2, atur keseimbangan, lalu pilih jalan yg paling tidak berlumut. Sedang saya di tengah track sepanjang skitar 15m ini dengan cepat muncul sepeda kencang di sebelah kanan jalan, bablas menabrak pepohonan pisang dan bbrp penonton. Seorang anak kecil menangis, rupanya ketabrak.

Wah perasaan campur aduk. Ngeri liat kejadian tadi, sambil bersyukur saya melewatinya dg selamat. Abis itu nolongin sambil rekan praja untung ada yg bisa bahasa sunda halus pisan. Selamat deh kita dari amuk massa (wadooh… Bahasanya) yang anak kecilnya ketabrak sepeda.

Setelah melewati jalanan desa yang mulus, disambut lagi dengan turunan makadam. Ajrut2an saya sudah pasrah dengan kondisi ban depan. Beberapa kali memelankan sepeda, melihat2 tanaman hias.

turunalus
(13:33 Regrup siap turun full speed jalan alus)

Regrup di awal jalan mulus, kayaknya semua orang udah siap speedy karena bakal turun dan jalan hotmix. Disinilah saya tau kalo rim depan sudah peyang meskipun masih bisa jalan. Jalannya sepeda jadi goyang inul. Tak berapa lama ban kempes cepat, “psssss….”. Weleh, untung masih ada Oom Eko. Sepedaku dituntun Oom Eko. Jadilah merasakan dievakuasi angkot.

angkot
(13:40 semestinya menikmati turunan mulus malah dievakuasi angkot, salah ambil jurusan angkot lagi!!)

Sempat salah jalur angkot dan salah beli ban dalam akhirnya bisa sampai di sate Rebing juga. Makaaaannnn…

sate
(14:47 Makan di Sate Rebing, Bogor)

banku
(15:56 Please don’t try this, using this kind of tyre… Inilah pembuat gara2 semua penderitaan..)

Oke udahan ceritanya, tapi akan dilanjut tulisan: Apa itu IPDN? Dan juga IPDN-Sukamantri for Dummies

One response

  1. Ping-balik: Trip Sukamantri Bogor (bag 3) - turunnya « Harto Basuki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s