enjoy every cadence, every breath…

Trip Sukamantri Bogor (bag 3) – turunnya

Cerita turun ini adalah lanjutan dari bagian kedua

drop
(12:29 area dropzone)

Dari area dropzone rekan2 yang telah sejam lebih manggul dan nuntun sepeda melewati medan ungenjotable sudah sangat excited bakal genjot lagi. Senior2 memerintahkan untuk menurunkan posisi sadel.

Seorang rekan bergumam,”wah kalo downhill gue katro’ deh…” Diucapkan dengan nada desperate. Sedih ngedengernya, karena sebagian besar malah mukanya lagi sumringah semua. Diam2 saya juga merasa katro’ serta tidak pede, plus juga gentar tidak kepayang. Selama ini downhill dengan sepeda adalah the last thing to do dikepala saya, mending 12,5km uphill penuh penderitaan deh daripada suruh downhill. Pendapat yang akan segera berubah.

Saya juga bodo banget. Buat trip ini di kepala saya, karena sangat melekatnya image “nanjak” IPDN, adalah mempersiapkan mental untuk tidak putusasa menanjak, fokuskan pada gowesa, dlsb. Ada sih sekilas cerita Oom Nota ttg part downhill-nya, tapi terusterang saya tidak membayangkan akan se ekstrim ini. Padahal common sense kan? Kalau nanjak terus naik sepeda apa gak turun naik sepeda juga? Wuakaka…

Dengan gentar saya ikut di rombongan tengah, saya masih khawatir dg kondisi ban depan, biar ada bantuan kalau kempes lagi. Saya memulainya berbekal dua tips yg pernah saya baca di majalah: (1) control speed, pelan akan lbh tidak beresiko (2) posisikan sepeda turun duluan, pantat ditarik ke belakang saddle.

Berbekal dua tips sederhana inilah saya mulai. Sambil nyontek teknik yang dipakai rekan yang lain, terutama waktu melibas turunan diantara pohon besar yang tanahnya licin dan penuh akar menyembul itu. “Ayo, sepedanya dinaikin, genjotable tuh…” Kata para senior.


(12:43 Kita kecil sekali ya dibandingkan dengan alam yang indah dan ekstrim?? Ini satu foto dari bawah, rekan yang sedang melewati bagian akar, sebelum masuk kebun nanas liar)

The rest was just excitement!!
Alhamdulillah ternyata saya sangat menikmati menuruni bukit offroad begini. Lumayan lama2 saya menikmati mengendalikan speed dan keseimbangan sepeda sambil mengukur medan. Surprisingly rem standar WimCycle ini juga bekerja baik sekali. Memang karena V-Brake, beberapa kali saya harus singkirkan potongan dahan kecil dan rumput.

Di setelah pepohonan dengan akar lewat, muncul pepohonan dengan nanas liar, lalu dilanjutkan track jalan air dengan rumput tinggi dikanan kiri. Di tengah track rumput ini saya sempet teiak2 karena excitement-nya memuncak!

Jatuh?
Ngga kehitung deh. Tapi yang parah dan sampai tertimpa sepeda dua kali. Akhirnya dengan selamat sampai di villa (yg katanya punya chintami).

Ini adalah part yg saya jarang banget ambil foto. Hehe… Keasyikan kali!

Medan selanjutnya adalah kembali ke jalanan, ceritanya di bagian keempat

3 responses

  1. Ping-balik: Trip Sukamantri Bogor (bag 2) - singletrack « Harto Basuki

  2. nOta

    dahsyattt… ceritanya diposting di milis b2w dong… biar yang lain juga bisa menikmati trek sukamantri ini.
    paling ngga kasih aja url website ini… okay bro.. cheers

    November 22, 2007 pukul 3:25 pm

  3. Ping-balik: Trip Sukamantri Bogor (bag 4) - turun tidak selalu indah « Harto Basuki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s