enjoy every cadence, every breath…

Trip Sukamantri Bogor (bag 2) – singletrack

Ini tulisan lanjutan dari bagian pertama yang cerita uphill-nya

awal singletrack
(11:29 mulanya masih bisa digowes, beberapa menit setelah single track start)

Bagian singletrack ini semula memang masih bisa digowes, tapi sebagian besar dijalani dengan TTB (tuntun bike), bukan karena kehabisan tenaga ataupun malas, tapi memang tidak ‘genjotable’. Track yang melewati sisi kanan sebuah bukit, menurun menuju sungai kecil, terdiri dari sebuah jalan setapak, yang untuk 100m pertama masih ada susunan batu, lalu dilanjutkan dengan jalan setapak dengan kanan bukit, kiri jurang/sungai vegetasinya padat banget.

canopy DJ
(11:35 Oom DJ-arot menggotong sepeda, TTB dimulai di jalan licin. Itu pohon2 berduri banyak lho)

senang
(11:36 Biarpun lelah, mumpung antri mejeng dulu. Canopynya keren kan?)

Jadi merasa beruntung udah pake baju lengan panjang. Melihat medannya terusterang sebelum mengalaminya sendiri saya ngga nyangka kalau medan begini merupakan track sepeda, wong itu perjalanan sejam lebih sebagian besar isinya perjalanan berantai sepeda dari orang ke orang. Gak mungkin deh kalo sendirian sepedahan kesini bisa lewat, pasti butuh orang lain.

hand in hand
(berantai sepeda dari tangan ke tangan, foto dari kamera Om Daniel)

Rintangannya? Batu segede gajah, pohon tumbang menutup jalan, akar-akar, tanaman berduri, jalan tanah yang licin. Di tengah track kami bertemu mapala suatu univ di jakarta yg sedang “membina” adik-adiknya.

wimku
(11:45 Perkenalkan, “WIMKU”, sepedaku Wim Cycle Roadchamp. Semua standar hanya ban ganti Scwalbe Big Jim, sepeda ini sampe sukamantri lho!! Heboooohh..)

Sempat foto2 di sungai sambil mendengar cerita senior2 yg pengalaman bersepeda dan bergunungnya sudah kemana-mana.

full team
(foto full team dari kamera Nte Waty)

Setelah melewati sungai kita naik, masih tetap kiri jalan jurang kanan bukit dan ketemu medan persis medan naik gunung deh. Ada untungnya juga kita tidak membawa sepeda sendiri, alias sepeda siapa saja yg dekat, karena kita jadi gak terlalu sayang sepeda lecet. Namanya juga sepeda gunung, kata seorang rekan.

Akhirnya setelah menanjak dari sungai kita ketemu juga drop off zone buat memulai downhill-nya.

Haaahhh???
Downhill???
Buset, terusterang saya gak nyiapin mental, fisik, dan sepeda buat downhill gini. Bersepeda ke gunung aja baru kali ini udah disuruh downhill??

Tapi aku pikir bodoh juga ya? Acara IPDN yg diinget cuma nanjaknya doang, masak aku ngga ngebayangin turunnya??? Bodoh! Ya pasti naik sepeda lah!

Pakai WimCycle Roadchamp?
Semuanya masih standar kecuali ban-nya???

Kita tunggu cerita downhill-nya di bagian ketiga

4 responses

  1. Ping-balik: Trip Sukamantri Bogor (bag 3) - turunnya « Harto Basuki

  2. toole

    saya mau ikutan jalan – jalan pakai sepeda tapi ga tau kemana harus bergabung. tks atas informasinya.

    Desember 6, 2007 pukul 11:28 am

  3. @toole
    bergabung saja di milis-milis-nya:
    b2w-indonesia@yahoogroups.com
    mtb-indonesia@yahoogroups.com
    atau dalam forum-nya
    http://www.sepedaku.com

    Desember 8, 2007 pukul 9:32 pm

  4. Ping-balik: Trip Sukamantri Bogor (bag 1) – uphill 12,5 km « Harto Basuki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s