enjoy every cadence, every breath…

boys will be boys . . .

Semalam berkunjung ke sesama rekan penggenjot sepeda di Cikarang. Biasa… Mendiskusikan sepeda, teknologi, asesori, harga, dll cerita menarik lainnya. Nanti ditulis terpisah disini…

Terlepas dari menariknya pembicaraan dan banyaknya info baru yang saya peroleh dari obrolan semalam, yang terngiang terus dikepala adalah rangkaian mainan-mainan saya sebelumnya, celotehan istri saya ttg hobby2 saya sebelumnya, karakter barang dan komunitas2 yg saya ikuti sebelumnya.

Sebelumnya saya pernah getol banget filateli, semasa kuliah sekitar 90-95. Ini hobby ngumpulin perangko. Karena waktu itu saya getol basket saya jg ngumpulin kartu kolektor basket. Dua2nya katanya sih collectibles yg punya nilai investasi, mmg saya pernah dapat gain dari jual bbrp barang koleksi, tapi rasanya masih banyakan uang bwt belanjanya.

Lalu setelah mulai kerja getol deh ngumpulin kaset dan CD. Terutama jazz dan progresive rock. Ini sih masih sampai sekarang meskipun budget dan intensitasnya gak sehebat pas pertama kali ngerasain pegang duit sendiri. Sempet ikut komunitas penikmatnya juga, nonton festival2nya, gigs2 di cafe2 dll.

Juga pas mulai punya rumah lalu punya komputer dan gadgets (hp, pda). Ini jg sama saja. Perkembangannya coba diikuti. Tapi ini mungkin salahnya para penggiat industri gadgets ini: sekarang perkembangannya jadi semakin tidak mungkin untuk diikuti. Selain terlalu sering muncul model, varian, dan teknologi baru, perkembangan antar model jg smakin gak signifikan. Sempet sampai punya tas kecil isi hp, pda, keyboard folding-nya, charger portable, digital camera. Lengkap dah!

bberry

Lalu otomotif. Sempat ikut ngariung sama komunitas pemakai panther. Ikut gatheringnya, obrol antar member, oprek mobil dan ngikutin diskusinya di milis. Dari sinilah saya dapat tulisan seorang member, kalau mobil panther kita ya bisa saja dibuat standar dan sebatas dijaga kondisinya. Disitu mobil diperlakukan sebagai kendaraan, pengangkut barang dan orang, sesuai fungsinya. Ada juga rekan yang memperlakukan mobilnya seperti mainan mereka semasa kecil. Jadi mobil bukan lagi ‘sekedar mobil’ tapi diutak utik ditambah ini-itu. Selain masalah fashionista, ini jg masalah gengsi serta kadang keasyikan utak-utiknya itu.

Sepeda? Sama saja! Saya pertama kenal sama komunitas bike to work. Sepeda tua saya perbaiki dikit2 buat bisa dipake nyaman ke tempat kerja. Setelah Pimp My Bike ternyata dibelakangnya saya lihat kondisi yg sama lagi. Ada banyak rekan yg memperlakukan sepeda ‘bukan sekedar sepeda’. Kembali, para cowok/Oom2/bapak2/kakek2 ini memperlakukannya seperti mainan saja… Dikutak kutik dipantas pantas hehe…

cateye

Tidak ada yg salah menurut saya. Asal bisa ngatur waktu dan budget aja. Seperti kata teman saya yg kolektor berat CD waktu itu, “mending duit buat beli ginian tok… Daripada dipake buat *mainan* yg gak bener…” Hahahaha… Ada2 saja alasannya.

2 responses

  1. hmmm… pembenaran yang menarik… (“mending duit buat beli ginian tok… Daripada dipake buat *mainan* yg gak bener…”)

    hobby menurutku… sebenarnya cuman sebagai media pelampiasan aja.. (dengan segala alasan pembenaran)

    hobby juga bisa diangap racun.. sebab bisa menular ke orang lain.. (yang punya blog ini kayaknya termasuk yang gampang terkena racun… hobby-nya ganti2 :p)

    bahkan hobby bisa jadi matapencarian… krena untuk hobby kadang orang bisa ngga perhitungan dengan biaya.. pernah temenku 2x jual motor untuk menuruti hobby-nya..

    jadi musti hati2 klo sudah ngerasa terkena racun hobby.. ^_^ (nyindir mode : ON)

    November 5, 2007 pukul 3:57 pm

  2. @andi ridwan
    Hobby=media pelampiasan..
    hmm… Iya juga ya, pelampiasan keinginan bermain dengan ‘toys’ haha..
    Hobby=racun
    karena menular? Wah, berarti kebiasaan baik (say, membaca/berdoa) juga racun dong? Bisa menular juga. Yang menular kan bukan berarti tidak berguna.
    Hobby=pencarian
    Kalo ini berarti banyak orang cerdik memanfaatkan fenomena hobby, gapapa to? Saling menguntungkan. Jual beli kan menguntungkan. Yang jual dapat untung yang beli dimudahkan dapat barang

    November 5, 2007 pukul 11:37 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s