enjoy every cadence, every breath…

Cross Country Cikarang-Setu-Narogong-Cikarang (bag2)

Ini bagian kedua tulisan lho… lanjutan bagian pertama

Dari melihat2 sepeda yang dibawa oleh rekan2 genjoters bekasi di toko Along, sebagian besar adalah sepeda bertime Cross Country alias XC. Memang mungkin bersepeda Cross Country ini paling mudah pelaksanaannya ya. Tinggal kita genjot, masuk2 kampung dan jalan2 kecil di sekitar lingkungan kita, jadi deh…

Ada juga sebagian sepeda rekan adalah sepeda downhill. Sepeda khusus untuk turun gunung saja. Umumnya sepedanya bertongkrongan besar, berat dan gagah. Suspensi depan yang travel-nya tinggi. Saya sendiri gak yakin ini sepeda ‘nyaman’ untuk dinaiki di medan jalanan sekitar rumah kita, apalagi dipakai bike to work. Waduh…

Kemarin samasekali tidak ada sepeda hybrid dan sepeda roadrace. Mungkin kondisi jalan umum yang mulus semakin padat, sehingga menaiki sepeda roadrace yang cenderung perlu space dan speed untuk menikmatinya, jadi lebih susah ya? Kasian juga para penggemar sepeda roadrace…

Dilanjutkan pulang dengan backpack yang sudah bertambah dengan barang belanjaan. Pulangnya tidak tanggung-tanggung. Karena rumah masih sekitar 20an km lagi, kondisi fisik sudah mulai menurun, perut keroncongan, ditambah panas matahari. LENGKAP !!

balsem

Meskipun jalan pulang sudah dipilih menghindari monoton-nya jalan kalimalang, lumayan juga kita lewat sekitar Pondok Hijau Permai dan Kota Legenda itu, melewati terowongan tak jauh dari perhentian KM17 Cikampek. Hhmm sensasinya lumayan. Iwo sudah mulai harus mengoleskan Balpirik ke paha dan betis. Ide menarik!

gabus1 bawaan MAKAN!!

Kita beberapa kali sempet berhenti untuk menyemangati diri dan melihat2 warung, siapa tau menu-nya menarik. Akhirnya dengan perut mengundang, kita makan di sebuah warung yang menyediakan ‘sayur gabus’. Tampaknya sayur ikan gabus adalah hidangan istimewa di warung ini, cuma melihat sayur ikan yang ditambah kuah kok saya lagi malas yang bersantan dan berkuah gitu ya? Jadinya makan pepes ikan mas saja. Pakai tangan, mak nyoosss… Kata Pak Ketu, “Kayak sebulan gak lihat nasi….”

Acara genjot setelah makan ini jadi ujian paling hot. PANAS!! Rekan bertiga pakai baju lengan panjang dan lengan tambahan untuk baju, saya dengan culun-nya pakai lengan pendek. Ketahuan kemudian kalau tangan belang karena tersengat matahari. Bisa ya? Ya bisa laahh.. Genjot makin berat saja karena medan monoton banget. Meskipun halus jalannya tapi kanan kali kiri warung teruuuuusss… Tau-tau adzan dzuhur. Ampun, sudah siang ternyata!

bosen

Setelah Om Iwo belok kanan karena akan ke kantor, saya baru liat ke belakang, dan disitu tidak ada siapa2. Ampun, rupanya kami yang genjot konstan di 20-22 km/j sudah ninggalin dua rekan yang lain terlampau jauh. Memang jalur ini benar2 ujian endurance, semangat, dan uji kebosanan…

Setelah mampir Carrefour buat beli makan siang ini catatan di CatEye Enduro8
Odometer 480.8 km
Distance 59.68 km
Max Speed 34 km/j
Time of Travel 3j 24m 29dtk
Average Speed 17.5 km/j

Ini adalah Cross Country beregu pertama yang saya jalani. Sebelumnya pernah solo 80km bisa Cikarang-Bekasi-Cikarang juga disini ceritanya…
Kesimpulan?
– 60 km pas banget buat uji endurance
– berangkat sepagi mungkin, inipun sudah pagi jam 6 masih kena panas
– bawa hand warmer atau pakai sun block
– bersama rekan lain bisa saling menyemangati

Sampai di rumah, karena baru beli handle bar dan headset baru buat si kuning hibryd, juga baru di cat ulang, masih semangat untuk lanjutkan cat dan rakit sepeda sampai jadi. Ceritanya menyusul disini…

7 responses

  1. Ping-balik: Cross Country Cikarang-Setu-Narogong-Cikarang (bag1) « Harto Basuki

  2. membaca pengalaman pak Harto kelihatannya enak juga tu ber xc ria, jadi kepengen, kalau boleh tau pak Harto pake sepeda merk apa rakitan pap beli fullbike ? terima kasih…….

    November 14, 2007 pukul 10:00 pm

  3. Oom Dino,

    Saya tadinya pakai sepeda bwt bike 2 work aja, tapi akhirnya nemu teman2 sehobi.

    Sepeda saya WimCycle RoadChamp, ini sepeda fullbike harga 700rb dpt hadiah doorprize.

    Ayo bersepeda pak, sehat, hemat, dan mengurangi kemacetan.

    November 15, 2007 pukul 8:09 am

  4. surya

    wah..hebat bpk yg satu ini..tp org luar jababeka blh ikutan gk niy..sy domilisi (kebalik)….di vila mutiara bos..

    Maret 28, 2008 pukul 11:12 pm

  5. sugiyat

    mas coba pakai sepeda tua mungkin anda dapat suatu tantangan baru dan unik .http://sepedaonthelpribumi050.wordpress.com.

    November 22, 2008 pukul 12:07 am

  6. Willy Subroto

    untuk teman sehobi diwilayah depok Dst….. kita bikin acara cross country kayak modelnya om ato yuk.

    November 25, 2008 pukul 1:45 pm

  7. freeman

    ad trek yg lbh seru lg bos………

    Desember 10, 2008 pukul 10:18 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s