enjoy every cadence, every breath…

Presentasi Konservasi Energi

Agak menyimpang dari materi training yang biasa aku bawakan, hari ini materinya tentang “Konservasi Energi”. Saya pakai template keren dan simpel namun tegas yang saya liat dari presentasi masBoing yang ada disini. Wah masih jauh deh kalo melihat tampilan versi Steve Jobs, keren banget!! (waduh saya belum pede untuk meng-upload materi ppt presentasinya)

wind

Tapi hari ini saya coba metoda yang sangat banyak unsur “konversasional” alias dua arah obrolan. Selain karena materi ini adalah materi penghujung, disampaikan di tengah puasa, di sore hari menjelang pulang, apa gak ngantuk2nya tuh? Jadi saya sekalian eksperimen dengan tulisan yang sangat minim, banyakan cerita-nya.

Audiens-nya? Hehe… cocok lah untuk presentasi percobaan. Hihihi… Nothing to loose.

Ternyata presentasi model banyak ngobrol dan hanya highlight tema begini menjadi bisa sangat liar berjalannya. Perkembangan di lapangan jadi lebih dinamis, menyesuaikan dengan komentar dan respon dari audiens, tapi juga lebih susah dikendalikan untuk penyampaian tema utamanya. Seru, kayak main musik jazz, lagunya tau, tapi berapa chorus dan pola improvisasi lagu-nya kita ikutin di lapangan, di atas panggung. Hahaha…

Surprisingly, I really enjoy this kind of presentation…

Materi-nya sendiri juga menantang. Daya tangkap audiens-nya yg merupakan orang2 yang jarang berbicara masa jauh ke depan dan konsep juga membuatnya lebih menantang untuk disampaikan. Sempat panik juga waktu bikin pertanyaan awal tentang topik ke audiens di awal presentasi, waduh… kayaknya baru di taraf “dengar2 tapi ngga ngerti”. Mampus aku… untung di akhir presentasi, yang menuruti pola “sampai selesai dalam 18 menit” ala MasBoing saya bisa menangkap bahwa “sense of urgency” para audiens benar2 terketuk, bahkan mungkin tergedor.

coal

Meskipun pengen sekali menarik ke bersepeda (hihihi) saya hanya menekankan kepada tiga poin konservasi energi: hemat listrik, hemat air, hemat bahan bakar. Nyesel juga sih, padahal bisa sekalian kampanye bike to work. Tapi malas dianggep mendompleng, selain juga saya baru dua bulan mempraktekkan bike to work, belum teruji.

Pas naik ke sepeda mau pulang, seorang rekan (salah satu audiens presentasi) nyeletuk sambil menyalakan motornya, “Wah, ikut menurunkan efek pemansan global nih…” Terusterang kaget saya. Karena selama presentasi saya tidak membawa2 ke arah sepeda. Kaget sekaligus senang, karena meskipun tidak saya sampaikan secara langsung, rupanya mereka tetap bisa menangkap apa yang saya maksud.

3 responses

  1. globalisasi saat ini sudah cukup jauh ,banyak prabrik yang sudah mencemari udara dan air..bahaya bgt ga??
    saya sependapat dgn mas basuki…
    lanjut terus ya mas…

    Juni 22, 2008 pukul 12:06 am

  2. amdal pada tiap-tiap pembangunan harus benar-benar ditegakan oleh pemerintah. agar dampaknya bisa diminimalkan.

    November 8, 2008 pukul 4:49 pm

  3. @cigem

    Jelas berbahaya… dan global warming sudah bukan ilusi

    @nurhalimah

    Amdal dan banyak peraturan di Indonesia memang bagus-bagus. Namun penerapannya dan pengawasannya yang lemah.

    November 18, 2008 pukul 6:32 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s