enjoy every cadence, every breath…

Konser Indra Lesmana Trio di GKJ

GKJ, 7 Sep 2007

Sebenernya dari milis KJK saya dapat infonya ini konser PIG (Pra Indra Gilang), sebuah grup beraliran fusion, dengan nama besar dan sering sekali dibicarakan, yang saya nggak pernah lihat. Konser Krakatau, Karimata, dan Bhaskara86, adalah konser2 di masa saya SMA yang saya tidak pernah bisa bayar untuk menontonnya :_(

Okelah PIG itu murni FUSION yang meledak-ledak, ya itu karena tahun 80an emang tahun-nya Fusion. Sekarang? Kalau saya sih lagi seneng denger semacam-nya The Band Plus. Asik banget, merangkum ke-liar-an dan kerasnya rock, kejahilan komposisi dan birama ritmik ala progressive rock, improvisasi ala free-jazz, dan tetap, ride cymbals ala swing. Energinya besar sekali dan hebatnya dimainkan dengan alat-alat musik akustik!!

1

Mungkin itu juga sebabnya saya melihat penampilan Indra Lesmana Trio ini dengan kacamata Hard-Bop ala Bad Plus. Dan ternyata, saya menemukan clue-nya!!!

Gilang Ramadhan
NYAWA!! Bener, nyawa dan semangat penampilan band ini ada di drummer. Kayaknya udah lamaaa.. banget saya tidak menonton secara langsung penampilan drummer ini. Denger2 belakangan lagi mendata dan eksplorasi berbagai jenis ritmis tradisional khas Indonesia. Dan itu terbukti dari penampilannya yang sangat menonjol dengan eksplorasi ritmik khas Indonesia(baca: tradisional)-nya.
Mengherankannya Gilang bisa saja meramu dan mengemas pola-pola ritmik nya dengan tetap jazz (terutama kalau tangan kanan sudah mukul ride cymbals) serta rock (pukulannya penuh power!! keras banget dan ekspresif). Ke-Indonesia-an penampilannya semakin terasa dengan penambahan dua kick percussion. Dengan cerdik-nya bunyi ‘kecrek’ (apa ya istilahnya) semacam cymbals yang sering kita lihat dimainkan di musik tradisi bali (berbentuk cymbals kecil) juga dalam perwayangan jawa (ada di kaki juga, dimainkan selingan dengan dalang bernyanyi/nembang). Juga di kick kanan, ada ‘kenong’ (istilah?) semacam gong kecil, yang suaranya pendek saja. Sangat magis, mengingatkan saya pada gong kecil yang dibawa pasukan prajurit keraton jogja saat berpawai.
Bangsat-nya (maaf) Gilang memainkan drum dengan stick, namun ‘jiwa’ nya terasa sekali dia sangat mendalami berbagai musik perkusi tradisional Indonesia. Wah!! Ini GILA! Masak dia main drum tapi kita mendengar seperti sedang bermain gendang. Entah bagaimana dia menemukan teknik-nya. Apakah drum-nya ‘custom’? Entah, tapi dari jauh rasanya drum biasa saja. Pencapaian konsep musikal dengan menggantikan/memberi alternatif Hi-Hat dengan ‘kecrek’ serta Bass Drum dengan ‘kenong’ menurut saya adalah pencapaian yg menonjol banget dari penampilan kali ini.
Huebat. Skill kelas Dunia. Imajinasi dan formulasi kelas dunia.

Indra Lesmana
KONSEP!! Kelihatan sekali konsep komposisi dikomandani oleh pianist ini. Saya sendiri agak heran, sekaligus kagum, karena di mata saya Indra tidak lagi menonjol ‘show off’ seperti sangat terasa di penampilan2 lainnya sebelumnya yg saya amati (hehe, sebenernya saya gak ngamati semua penampilan dia juga sih). Tapi at least meskipun grup ini mengambil namanya sebagai leader band, kok terasa kedewasaan dan ketegaran Indra untuk memberi banyak ruang terutama buat Gilang yang tampil sangat menonjol dengan berbagai eksplorasi ritem-nya.
Kalau sedang solo, tetap saja, level kelas dunia Indra tetap muncul, menonjol, khas, ganas, kasar, menohok. Namun itu cukup jarang dilakukan, seolah memberi banyak ruang untuk drummer. Bahkan ada lagu yang Indra memainkan pianonya secara perkusif, memukul kasar satu not saja, sementara drummer ber-eksplorasi.
Huebat. Semakin dewasa permainannya. Malah bisa memunculkan konsep band yang DAHSYAT!!

Pra Budi Dharma
REL!! Tanpa Pra, band ini seolah akan kehilangan rel-nya di jazz dan (sedikit) world music. Memang tentu pengalaman Pra di Krakatau yang banyak mengeksplorasi ‘world music’ terutama musik sunda/parahyangan memperkaya sekali band ini terutama waktu memainkan lagu bertema sunda. Lagu Penghareupan jadi salah satu lagu fave saya. Terasa sangat tradisional, tapi juga tetap sangat jazz sehingga, tidak seperti di Krakatau, di band ini ‘world music’ yang menempel pada domain jazz, bukan sebaliknya. Akar jazz-nya terasa sekali.
Pra tetap adalah rel permainan jazz yang rendah hati, konsisten, dan menjadi ‘backgroud’ yang ‘wise’ meng-‘angon’ dua musisi eksplosif. GILA!!

Kesimpulannya
Drummer yang powerfull tapi nge-jazz, Pianis yang berimprovisasi dan menyusun kord secara ganas, plus fondasi Bassist berdasar jazz, saya mendengar HardBop (sangat mungkin sudut pandang saya terpengaruh kebanyakan denger Bad Plus) dengan nuansa Indonesia yang kental sekali.
Waktu mendengarkan CD-nya di mobil waktu pulang, kok kecewa, terutama karena eksplosif-nya drum Gilang kurang terekam dalam CD special edition KAYON-nya. Tapi tetap CD ini saya peluk erat2 sebagai tanda mata dan telinga dari konser luarbiasa ini. Tiket 100ribu jadi tidak terasa mahal!!

2
(pertunjukan tingkat dunia dengan penonton yang sangat sedikit)

Links
Bersama cerita sedih.. “Trio Musik Jazz Terancam Batal Ikut Festival Musik di Berlin” disini
Juga cerita lain “Indra Lesmana Trio Menuju Berlin” disini
Coba tengok juga (link dari cover CD-nya)
www.indralesmana.com
www.inlinemusic.com

One response

  1. Nisa

    ahh sayang banget.. aku gatau kalo ada konser itu.. ahhhhh

    September 24, 2008 pukul 11:58 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s