enjoy every cadence, every breath…

Ngamen di Festival Jl. Wijaya

Hehe…
Mengamen kok sudah menjadi rutin ya? Gak tau juga, padahal baru dua minggu lalu ngamen di Festival Kemang.

Mengamen kali ini pas di depan Dapur Cokelat. Kami juga kedatangan supporter dari KL, keluarga Friza-Aca. Enaknya juga kami jadi punya fotografer serius. Hehe.. Foto2 sudut pandangnya keren!

2
3

Salah satu ibu2 yang mendekat di awal kami mengamen, ikut menyanyi ‘what a wondeful world’ lalu ngasih goceng di case saxophone sambil ngomong, “Baru belajar ya dik…”

1

Mbak-Mas penjual makanan di belakang kami, kayaknya dari resto ‘forbidden city’ menyemangati dan bilang ‘mainkan..’ Pas kami siap2. Tapi kemudian pas kami dah main mereka gak kedengaran suaranya samasekali. Kocak!

Oya kita total dapat 20rb!
Ternyata hidup jadi pengamen di jakarta susah ya?…

(foto-foto courtesy of Frieza)

Lihat juga cerita sebelumnya…
Ngamen di Kemang Festival
Ngamen di Pasar Seni ITB
Ngamen di Taman Menteng

One response

  1. Ping-balik: Mimpi jadi Soloist « Harto Basuki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s