enjoy every cadence, every breath…

Sax oh Saxophone di Van Alloy Big Band

Betapa susahnya…

Pernah saya diskusi panjang dengan salah satu member band ini, kebetulan bliau bukan anggota fraksi saxophone, dari hati yang terdalam beliau menyampaikan analisisnya yang berujung diskusi panjang…

Menurut analisa bliau, saxophone itu memainkan part yang selalu ‘lebih sulit’ dibanding umumnya fraksi yang lain. Misal kita memainkan lagu easy jazz pak aja, yang grade 2 itu. Kok saxophone sudah terengah-engah, misal kita lihat di lagu Fly Me atau Quiet Night. Fraksi yang lain tampak enjoy saja, apalagi lagu Fly Me tuh.. waduh! Benar2 ‘jomplang’ deh.

Analisa saya adalah karena anggota fraksi sax itu kebanyakan kan pemula ya, jarang banget yang dari dulu di mb sudah main sax, Kiki saja plus Andre mungkin yang ‘benar2 pemain sax berpengalaman’. Yang lain kan mulai blajar sax di VABB. Saya berargumen bahwa inilah yang membuat kami ‘kewalahan’. Pada awalnya tampak argumen ini memang benar, seperti pas persiapan IBBC 2006 itu…

Tapi diskusi ini dilakukan jauh setelah IBBC 06, jadi pas kita sudah mulai membincangkan ‘lagu yang lebih sulit’ atau ‘naik grade’ itu lho… Menurut teman kita ini (mungkin bisa obyektif karena bliau mengamati dari luar fraksi sax), memang jangan2 kalau kita naik grade, yang bertambah susah secara signifikan ya saxophone-nya, sementara fraksi lain, meskipun mungkin secara aransemen tambah susah juga, sering diem, ngitung dan menunggu, main di sinkop2, tapi jelas sekali kalau nada2 fraksi sax yang akan tambah ‘pabaliut’.

Begitu analisa bliauw… Jadi bliau kuatir, kalaupun kita mengambil part yang grade lebih tinggi, jangan2 sax heboh yang lain, yg kebetulan isinya juga orang2 berpengalaman di alatnya, otomatis skill juga lain, malah bakal jadi menunggu sax ber-heboh-heboh…

2

Ok sekali. Membuka mata saya juga kenapa selama ini kami terasa paling heboh, dan ternyata memang begitu.
Belum kalo kita lihat dari peran aransemen fraksi sax jika jadi kontra melodi, karena nature alatnya sendiri yang memang bisa bermain lincah nadanya, hampir bisa dipastikan jadi ‘heboh’ deh. Belum lagi secara pitch sax itu kan rawan. Lalu juga secara nature dari mouthpiece+reeds berhubungan dengan bunyi ‘tikus’.

Betapa susahnya jadi fraksi sax…

Ada pendapat lain???

(seperti ditulis di milis vabb@googlegroups.com hari ini)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s