enjoy every cadence, every breath…

Sate+Pengamen+Keroncong

Menarik baca tulisan ini tentang Sate Keroncong Matraman

Ternyata untuk kelas warung pinggir jalan pun, tidak perlu kelas cafe dan resto elit ataupun food court nya mall misalnya, sajian musik live bisa memperkaya khasanah kuliner (cieee… bahasanya).

Memang benar ya, kalau kita makan di pinggir jalan, salah satu kemalasan kita sebenarnya adalah berhadapan dengan para pengamen, yang terusterang sudah mirip pemalak. Mereka gak peduli kita sedang makan, tangan sedang penuh minyak, sudah jreng-jreng-jreng minta recehan. Sebenernya mereka layak diberi ‘cepek’ alias seratus rupiah, tapi mana ada pengamen jaman sekarang ‘rela’ diberi cepek. Pak Ogak di Unyil modern (di tv7 ya?) saja sudah mintanya ‘Gopek dulu doooonggg…’

Btw, ini tongseng dimasak pakai kayu tampaknya layak dicoba juga nanti kalau keseimbangan perutku sudah kembali normal.

(sudah dari sabtu saya diserang diare-muntaber, huh, gak elit banget deh penyakit)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s