enjoy every cadence, every breath…

spotlight

Menurut saya ada dua alasan uyg sangat berbeda mengapa seseorang bermain musik… Ini ekstrim di dua ujung yg saya gambarkan.

Di satu sisi ada yg memandang musik adalah sarana eksistensi. You are what you think kalo kata Descrates (who?). Mungkin kalo dari segi musik pendapat filsuf ini jadi “you are what you play”, jadi kalau kita tidak menunjukkan kebolehan, kemampuan, apapun level yg kita punya, maka menurut perasaannya kita masih belum ada, gak eksis, nothing. Makin jarang tampil makin gak berarti kita.

Di ujung lain ada pemusik yg individualis. Bukan gak peduli sekitar, tapi mereka ini merasa ekspresi musikal adalah sesuatu yg personal. Tidak selalu harus dipertunjukkan di hadapan orang lain. “Tidak selalu” yaa… Artinya bisa aja ada waktiunya mrk merasa perlu “menyampaikan pesan keluar”. Mereka ini adalah golongan yg rela tekun berlatih untuk mencapai sesuatu, sebagai pribadi. Jadi bisa saja semua kerja keras di studio atau dimanapun dia berlatih, adalah diperuntukkan kepuasan diri sendiri. These are people that avoiding be on the spotlight…

Dimanakah anda bandmembers?

(Ditulis di milis vabb)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s