enjoy every cadence, every breath…

Leuwipanjang

Tadi pagi-pagi sekali sudah nongkrong di terminal Leuwipanjang bandung, dari sekitas jam 6 sampai bis berangkat kira2 sejam kemudian.

Sengaja gak langsung masuk bis seperti biasanya, karena month liat2 jurusannya dulu (takut salah pilih trayek, udah lama gak naik).

Terminal tampak lebih crowded dibanding skitar 8 tahun lalu waktu saya jadi komuter mingguan. Lebih banyak bis, lebih banyak calo, pedagang, preman, kenek.

Tambah terasa tak nyaman saja. Padahal kalau udah di dalam bis nyaman kok ya? Memang terminal adalah bagian yg paling tak ingin kita turutcampur.

Kira2 para pengusaha bis itu sadar gak ya? Bahwa kalau mereka bersepakat dan menyatukan power untuk memperbaiki terminal mungkin sekali mereka akan gain more share dari pangsa transportasi antar propinsi.

Lihat saja berkembang dan menjamurnya travel khusus jkt-bdg…

One response

  1. ahalah2 urang bandung geuning…kumaha damang? enjing2 tos cicing diteminal atuh hehe

    Juni 24, 2007 pukul 10:57 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s