enjoy every cadence, every breath…

Bigband Setelah Era Bigband

Ternyata Wartajazz.com telah membuat “Bigband Setelah Era Bigband”, rangkaian sejarah bigband yang cukup komprehensif dan detail. Ini post nanti bisa dipakai buat referensi jika dikemudian hari ada yang tanya tentang bigband. Memang rangkaian artikel ini lebih menyoroti bigband setelah era swing berlalu. Jadi setelah jaman keemasan 30s dan 40s lewat.

Bagian Pertama http://www.wartajazz.com/style/bigband.html
Masa Perang Dunia II itu bagi kelompok big band dibaca sebagai sebuah musibah. Salah satu seorang pioner yang muncul setelah periode Perang Dunia II adalah Boyd Raeburn, seorang pemain saxophone tidak terkenal dan mantan pemimpin sebuah kelompok big band komersil. Pada masa jaya kelompoknya tersebut (1944 – 1948), dia banyak menggunakan musisi terkemuka termasuk Dizzy Gillespie, Al Cohn, Lucky Thompson, Serge Chaloff, Frank Socolow, Johnny Mandel dan Buddy De Franco

Bagian Kedua http://www.wartajazz.com/style/bigband2.html
Dizzy Gillespie mendirikan bigband sendiri diawali tahun 1946 dengan dukungan para penulis yang inovatif seperti Gil Fuller, Tadd Dameron, George Russell dan John Lewis. Mulai muncul gaung “progresif” big band-nya Stan Kenton adalah sebagai contoh utama. Mereka menjadi populer secara fenomenal dengan dukungan Capitol.

Bagian Ketiga http://www.wartajazz.com/style/bigband3.html
Era penurunan pamor bagi sisa raja era swing; Duke Ellington Orch dan Count Bassie Orch. Banyak kritisi jazz juga mengamati perkembangan gaya permainan big band-nya Woody Herman termasuk ada sebuah fragmen / salah satu bagian pemain yang menjadi terkenal dengan sebutan The Four Brother. Mereka termasuk Stan Getz, Zoot Sims, Al Cohn, Serge Chaloff, Red Rodney, Gene Ammons, Milt Jackson, Terry Gibbs dan Oscar Pettiford dalam beberapa kesempatan selama 2 tahun keberadaannya.

Bagian Keempat http://www.wartajazz.com/style/bigband4.html
Maynard Ferguson membentuk big band di New York yang berjumlah 13 orang pada tahun 1957. Buddy Rich pada tahun 1966 yang meninggalkan posisi yang menguntungkan di dalam Harry James untuk bersolo karir. Bigband mulai membuat variasi instrumentasi yang jauh lebih banyak daripada apa yang pernah dilakukan sebelumnya. Hal ini merupakan pilihan yang lebih luas dalam repertoar, sesuatu yang sulit untuk dibayangkan jika kelompok-kelompok tersebut hanya sebagai pengiring dansa semata.

Bagian Kelima http://www.wartajazz.com/style/bigband5.html
Ada sebagaian kelompok big band di Eropa yang mencoba untuk “membaca” musik jazz dengan tradisi musik konser klasik Eropa, yang merupakan tawaran kepada publik Eropa untuk mengapresiasi musik jazz secara lebih kaya. Kelompok big band dengan gaya free jazz yang paling ternama dan keberadaannya yang paling lama adalah kelompoknya Sun Ra, The Sun Ra Solar Arkestra.
Pada dekade 1970an, sedang menjadi semangat musik jazz pada waktu itu adalah adanya percumbuan antara musik jazz dan rock. Muncul istilah Rock Big Band, untuk menyederhanakan akan aplikasi sebuah ensemble dengan memainkan beberapa elemen yang khas musik rock.

Bagian Keenam http://www.wartajazz.com/style/bigband6.html
Yang menarik dari kenyataan adalah musik big band bukan cara yang tepat untuk dapat penghidupan darinya. Sejumlah musisi sejak dekade 1950an yang telah bergabung dengan big band semata-mata dengan alasan yang sederhana saja, barangkali untuk sekedar dapat bermain dalam kontek big band.

Bagian Ketujuh http://www.wartajazz.com/style/bigband8.html
Jika ada orang menyatakan bahwa tradisi big band sekarang ini telah mati pasti akan ditertawakan oleh para penikmat musik jazz sejati. Semakin luasnya wilayah garapan big band pada akhir-akhir ini terjadi dengan munculnya beberapa kelompok baru seperti David Murray Big Band, Either Orchestra, Mingus Dynasty, Peter Apvelbaum & Hieroglyph Orchestra, Vienna Art Orchestra, Pierre Dorge’s New Jungle Orchestra, Masaoka Orchestra, Satoko Fuji Orchestra dan lain-lain. Perkembangan big band akan semakin mendunia dan tidak saja didominasi musisi dari Amerika Serikat dan Eropa saja. Kita lihat Jon Jang dengan kelompoknya Afro Asian Ensemble Orchestra maupun dengan kelompoknya Chuco Valdes dengan membawakan suara-suara big band latin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s