enjoy every cadence, every breath…

ITB Big Band Concert 2007 (part 2)

ibbc07

part 1 tulisan ini https://antoix.wordpress.com/2007/04/21/ibbc07_1/

# 426 Big Band

426

Saya cukup terkejut melihat band ini. Perubahannya besar dari terakhir saya nonton mereka di acara KJK di PRJ lalu. Band ini sebelumnya sangat menonjolkan peran Endah, tapi dari lagu pertama sudah tidak tampak dia di atas panggung. Endah cuma naik panggung buat introduce band ini doang. Penampilan dan gaya aransemen band masih ada benang merah, meskipun saya lihat para members band sangat rileks di atas panggung. Dari dulu saya amati ini termasuk salah satu kelebihan band ini dibanding band2 sejenis yang lain. Main ensembel dan membaca part tidak selalu berarti ‘terlalu serius’. Ini berhasil ditunjukin dengan baik.
Setelah gitaris-nya naik panggung, main lagu blues… wah jadi ingat album “B B King Live at the Apollo” yang gitaris blues itu diiringi bigband lengkap. Woa. Keren. Cool… Anak muda penyuka rock/blues pun akan suka penampilan band ini. Lagu Basie-nya sendiri kental dengan sentuhan ala Ulung yg penuh kejutan. Perkembangan yg menarik kan? 426 jadi penampilan paling funky dan menghibur malam itu.

# Salamander Jazz Big Band

sala

IMHO best performance of the night. Power dari brass-nya terutama. Jauh berbeda dengan penampilan dua minggu lalu saat menjadi pembuka Jugend Jazz Orchester di tempat yg sama. Style band ini adalah classic-swing sophisticated. Coba body language para pemainnya lebih berani akan jadi penampilan yang jauh lebih menghibur. Kesan ‘penampilan yang serius’ kuat sekali.

# Zefa and Uncles Big Band

zefa

Tadinya saya berharap banyak pada band ini. Mungkin juga seperti panitia yang menyusun acara dengan band ini sebagai pemuncak acara. Sayang sekali tampaknya malah terjadi penurunan tense suasana konser dari 426 ke Salamander ke Zefa Big Band ini. Skill para pemain brass-nya tak bisa menipu memang tampak menonjol. Agak lama juga kita menunggu band ini siap karena pemain brass-nya naik satu demi satu sampai lengkap. Rupanya banyak yang merangkap bermain juga di band sebelumnya sehingga kita harus mereka berganti kostum🙂 dari hitam ke putih.
Bagian menarik dari penampilan band ini adalah saat bass solo diiringi oleh drum lalu seluruh pemain termasuk Zefa sendiri turun panggung ke arah penonton dan membagikan kartu nama. Strategi marketing yang berani dan menarik, tapi agak keterlaluan menurut saya. Yang kemudian terkesan adalah brass-reeds big band ini “ditempelkan” pada Zefa dan paman2nya..

One response

  1. thank u for this lovely article..
    kami mencari-cari tulisan mengenai IBBC 07 untuk mereview dan juga sebagai referensi untuk 426 bigband. Sebenernya ini penting untuk memperbaiki segala kekurangan dan mengkristalkan pengalaman-pengalaman berharga yang sudah kami lakukan di panggung tsb.

    this article means a lot fur us.. thank u

    endah widiastuti

    Mei 8, 2007 pukul 2:01 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s