enjoy every cadence, every breath…

ITB Big Band Concert 2007 (part 1)

Acara dimulai terlambat sejam dari jadwal. Mungkin menunggu penonton penuh dulu.

# Big Band Waditra Ganesha (ITB)

bakti

Karena kita tahu latar belakang band ini, segala kesulitan Mail dan rekan2 muda BBWG mempersiapkan diri dalam band ini jadi ekspektasi sudah ter-setting. Ternyata penampilannya tidaklah mengecewakan. Memainkan 4 lagu, 2 dari easy jazz pak 2 dari easy jazz classics. Meski tampak pemula-nya, saya bangga banget ngelihat regenerasi band ini. Band ini tidak hanya membuktikan bisa mendorong dan memasyarakatkan bigband tapi juga memberi bukti dengan regenerasi internal mereka sendiri.
Penampilan yang solid dan menghibur. Repertoar yang ‘safe’ dan memang cocok untuk level penampilan band ini. Lagu yang berkesan adalah “I Can’t Stop Loving You”.
Sudut pandang lain di https://antoix.wordpress.com/2007/04/17/bbwg_ibbc07/

# Bina Bhakti Big Band

bakti

Melihat band ini seperti melihat kelahiran berpadu dengan keluguan. Kesan itu yang memang ingin dimunculkan oleh pengelola band rupanya, dengan menonjolkan seorang gadis kecil memperkenalkan diri berumur delapan tahun lalu dg gaya bicara lurus ala anak kecil menceritakan tiap awal lagu.
Band sendiri terlihat dipimpin oleh guru/pembimbingnya di piano dan perkusi, trumpet. Berjalan dengan gagah seperti sebuah band yang dipandu dengan pelan. Sayang sekali sound brass-nya terdengar terlalu ‘sopran’ karena power trumpet dan juga penggunaan banyak alto dan soprano saxophone. Tapi tidak ada yang bisa mengalahkan melihat band yang baru melangkah. Dan untuk pemain seusia mereka, band ini memiliki pemain drum yang “sangat swing”, basis ritem perkusinya jadi sangat jelas dan surprisingly sangat jazz… Band ini ada seorang pemain biola tradisional China yg memberi sentuhan lain terutama di lagu terakhirnya “Karapan Sapi” yg berbau oriental.

# EL-BE Big Band (UPI)

Band yang tahun 2006 juga mengikuti even ITB Big Band Concert ini terlihat bertambah rileks, percaya diri, dan mantap. Salah satu keunggulan dan yang sangat menonjol dari band kampus ini adalah kebebasan dalam bereksperimen dengan solois. Band ini seperti mendorong tipe apapun solo pemain-pemainnya. Dari banyak penampilan bigband malam itu solo dan improvisasi band ini termasuk yang terbanyak jumlahnya, ter-beragam gaya improve-nya. Dan eksplorasi band ini tampak pada lagu terakhir mereka “Now’s The Time”. Yang mengganggu penampilan band ini adalah bahasa tubuh penyanyinya. Terlalu over reacting dan banyak gerak untuk jazz.

(posting di milis vabb & mb-alumni, to be continued )

3 responses

  1. Ping-balik: ITB Big Band Concert 2007 (part 2) « Harto Basuki

  2. VABB kok nggak main yah???

    *melontarkan kapak perang…. *

    April 21, 2007 pukul 9:45 pm

  3. Ping-balik: Nyontek, bisa kalau mau ... « Harto Basuki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s