enjoy every cadence, every breath…

Pokokna mah… PERSIB!

Ini khas bandung sekali. Selalu kita kesulitan menceritakan kepada orang lain betapa judul yg pake kata *pokokna* ini saja serasa belum cukup. Kecintaan para penggemar Persib kepada tim kesayangannya bener2 susah digambarkan dengan kata2.

1

Secara geografis juga lebih hebat lagi. Saya tinggal di Cikarang, 140km dari Bandung. Tapi setiap akan nampil, apalagi sekarang saat tim Persib sedang bagus (pas ditulis menempati posisi kedua klasemen), selalu ada selebaran fotokopian tentang menonton Persib di Siliwangi Bandung.

Belum spelling-nya. Iya, jangan sembarangan menyebut Persib deh kalo ngga pernah belajar dari ahlinya langsung. Kata itu harus diucapkan dengan pas. Kalo gak pas, ketahuan deh anda bukan penggemar beneran. Pertama: *P* nya tipis saja. Orang sunda tidak ahli menyebut dan membedakan “p” atau “v” atau “f”. Jadi ini rupanya mempengaruhi spellingnya. Jadi tipis saja. Kalo terlalu tebel hampir pasti anda dari Jawa tengah. Kedua: *e* nya dibaca seperti e pada “edan” bukan e pada “kepala” apalagi “entah”. Huruf kedua ini harus diucapkan dengan sedikit “nyelekit”. Dan sebagai spell kunci adalah huruf keenam *b*. Ini jauh lebih susah dijelaskan. Harus dipraktekkan dan dicontohkan. Ketebalannya harus pas.

Militansi. Wah jangan kira deh. Saya malah cenderung melihat kalau sudah menyangkut Persib, para pendukungnya ini seperti kehilangan banyak pertimbangan hidup. Se-level Harry Rusli saja saya pernah liat sendiri bisa tiba2 berteriak “Hidup Persib!!” di tengah menceritakan lagu karyanya yg serius dan kontemporer itu.

Militansi ini sering berujung keonaran. Dan semalam saya melihat dengan kepala sendiri (lagi) setelah sekian lama tidak mengalaminya (9 tahun hidup di cikarang meninggalkan bandung). Konvoi motor dan mobil setelah Persib bertanding lawan PSMS di Bandung.

Gila!! Wajah penuh cinta, sedikit rasa kecewa (skor seri 1-1), tingkah laku di jalan tanpa banyak pertimbangan…

Irrasional. Iya seperti sebuah kaos dituliskan:
Persib 3 – AC Milan 0
lengkap dengan pencetak gol: Adjat Sudrajat, Robby Darwis

Belum kalau kita bahas pemberitaan di koran lokal Bandung. Seperti “Persib ditahan PSMS” pasti kecil banget di pojok. Atau misalnya “Persib gagal raih poin di Lebakbulus” ini juga kecil, kalau perlu jangan kelihatan, nyelip di pojok. Tapi giliran “Persib Gilas Persita 3-2” bisa jadi headline halaman olahraga hehe…

HIDUP PERSIB!!

Ada blog-nya http://persib.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s