enjoy every cadence, every breath…

Nyontek, bisa kalau mau …

Ntar dulu…

Ini cerita tentang menonton JugendJazzOrchester yang nampil di Bandung 4 April 2007 yang lalu. Ini kembali menonton yang heroik karena dengan segala selukbeluk akhirnya menyetir ke bandung bolak balik padahal udah cuti (itu cerita lain lagi)

9

Oya nostalgia dikit. Back in 1993 waktu masih aktif di kampus sebagai pemain bigband Waditra Ganesha, pengalaman nonton Jugend adalah pengalaman pertama nonton ‘bigband beneran’ baik dari segi musik, susunan alat, pola nampil. It’s the oooo thing… “Ooooo kayak gini tho penampilan bigband tuh…”

1.Susunan Panggung
Trumpetnya dan trombon berdiri di dua baris belakang. Sax di baris terdepan tetap duduk. Pemain trumpet ada trap-nya, ada step naik gitu panggungnya. Jadi dia tetap terlihat di belakang pemain trombon. Menariknya adalah trumpet dan trombon yang berdiri ternyata menghasilkan efek visual tersendiri. Band ini termasuk yang tidak pandai dalam bahasa tubuh, tapi tetap terlihat keren dan enak gerakan trombon terutama.

2.Solo mic tersediri
Ini sebenernya sudah sering kita lihat. Tapi band ini memberi perspektif baru dimata saya (atau saya aja yg baru liat hehe). Itu mic untuk solo trumpet dan trombon ada di tengah. Solois akan datang ke mic itu. Melakukan solo-nya. Mereka akan ‘meninggalkan’ kewajibannya untuk siap2 mental dan fisik (termasuk buang2 limbah hehe) sejak 8bar sebelumnya. Pokoknya persiapannya lama. Aku juga baru ngeh bahwa soloist adalah bagian sangat penting dari penampilan bigband. Baik secara visual ataupun musikal. Soloist tuh menangkap semua energi band dan mengumpulkan perhatian penonton, visual dan musikal. Dengan mic solo yang terpisah, termasuk upacara persiapan, berjalan ke mic dlsb adalah juga ‘persiapan’ bagi penonton untuk menikmati highlight dari pertunjukan ini.

8

3.Mic
Trumpet dan trombon pakai mic model yang bukan clip. Emang bentuk mic-nya saya tidak hafal itu tipe apa, tapi yang model ‘todong’ begitu. Kalau sax semuanya memakai mic clip. Jadi saat solo mereka akan tinggal berdiri saja, tidak seperti trumpet dan trombon yang pake jalan segala.

4.Pergantian Pemain
Hampir semua pemain kecuali saxophones dan trombones berganti-ganti pemain. Pemain trumpet, pemain gitar, bass, piano, drum, bahkan conductor-nya pun berganti-ganti. Wah kayak liat permainan basket deh. Gonta-gantinya termasuk sering, dan seolah disengaja buat jadi bagian dari pertunjukan.

5.Fun
Bigband tidak harus menjadi musik yang resmi, formal, dan serba teratur. Conductor-nya setiap mengkomunikasikan setiap lagu yang dimainkan selalu melontarkan joke2. Sikap pemain juga sangat santai, kadang keketawaan sendiri. Jauh banget dengan kesan resmi dari kostum putih mengkilat dasi warna-warni bawahan hitam sepatu mengkilat yang mereka gunakan.

Oke, itu doang…
Tengok2 websitenya deh kalo masih penasaran, tapi siap-siap kecewa, bahasa Jerman semua hihihi.. http://www.jjonrw.de

Oya tengok2 ya pengalaman nonton ITB Big Band Concert 2007
https://antoix.wordpress.com/2007/04/21/ibbc07_1/
https://antoix.wordpress.com/2007/04/21/ibbc07_2/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s