enjoy every cadence, every breath…

You rob our land!

sebulan ini heboh banget pembicaraan pasir singapura. Lho kok pasir singapura? Harusnya kita sebut pasir indonesia yg dirampok singapura.

3

Cukup ironis karena pelarangan ekspor pasir ini sudah ditetapkn 4thn lalu jaman megawati, dilaksanakan baru skarang, lalu sebenernya ngapain aja kita empat tahun ini ya? Ironis!

Minggu lalu Kompas cukup dalam membahas ttg pasir ini, tentang segala trik dan bahkan sampai perbedaan harga dari 0,2 usd ke 20 usd dari hilir ke singapur. Dan bahwa itu semua resmi dan sebagian besar ‘legal’

Sedih banget saya. Betapa nimby ternyata berakibat seperti ini. Bahkan sebuah negara bisa dengan ‘tega’ memanfaatkan kebodohan dan kelemahan bangsa lain. Ini benar2 meyakinkan kita bahwa singapura hanya peduli uang kok, mereka gak peduli Indonesia dantanahnya sebagaimana orang timur mempedulikan tetangga.

Di kompas malah ditulis salah satu ulasan dimana state/negara tuh bisa melakukan kejahatan transnasional yang bisa memanfaatkan celah hukum antar negara. Menurutku para singaporean ini sebenernya adalah penadah pencurian. Seperti jg malaysian juga penadah kayu illegal logging.

Sue them in international court!

Betapa kontradiktif dg membanjirnya iklan property singapura besar2 sampai setengah halaman berwarna kompas. Dulu saya iri dg iklan2 itu, kok bisa ya lingkungan dikelola sampai jadi begitu? Tetangga kita lagi! Sekarang kalo liat iklan2 itu aku mencibir dan sinis. Dimataku iklan2 itu yg menonjolkan harmonisasi lingkungan tempat tinggal, semuanya iklan bohong doang…

You rob our land!

Myclie 240307

One response

  1. 0707

    Menurut saya kita terlambat sekali menangani (tepatnya menyadari) kecerobohan kita. Sudah lama kita ini diremehkan dan dipandang sebelah mata oleh negara lain karena “kemurahan” kita.
    – Kita murah illegal logging
    – kiita murah ekspor pasir, batu, granit dsb.
    – kita murah ekspor tenaga kerja (pembantu)/sbgn tanpa bayaran.
    – kita murah untuk meminjamkan tanah air untuk latihan perang-perangan negara lain.
    – kita “dijualmahali” sampai mengemis perjanjian ekstradisi kepada singapura padahal kita sudah murah untuk memberi kompesasi (mestinya ekstradisi itu free didasari ikatan persahabatan dua negara.
    Mari kita mulai mawas diri!!!!

    Juli 3, 2007 pukul 3:42 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s