enjoy every cadence, every breath…

Nonton PSM ITB

Sekitar seminggu lalu (20/1/07), sabtu malam sebelum minggu-nya kita latihan di MasSonny, saya memenuhi undangan kenalan alumni PSM (terimakasih Rino..) untuk hadir di konser “ITB Untuk Indonesia 2006”.

Seperti laiknya kaum galia yang gak pernah datang di pesta romawi, seperti itulah saya berperilaku malam itu, ini reportasenya dikit….

# Saya blom pernah nonton konser paduan suara samasekali. Saya sampe sorry2 sama alumni PSM yg ngundang kalau selama di ITB gak pernah nengokin konser mereka hehe… Tapi paduan suara ternyata asyik juga kedengarannya, apalagi malam itu mereka (PSM ITB) tampil bersama Orkes Simponi ITB. Orkes simponinya masih baru, baru setahun-an berdiri katanya. Isinya sekitar 25-an orang pemain alat gesek (cello kebawah, gak ada kontra bass) seorang pemain piano, seorang pemain flute, dan seorang pemain keyboard.

orkes

# Konduktor paduan suara ITB dan Orkes Simponi ITB sama, namanya lupa, tapi conduct-nya kuereeeeeennnnnn… banget. Emosi pemain musik dan penyanyi terbawa oleh gerakan tangan dan body language-nya. Itu “musik” bisa keluar dari tangan-nya si konduktor. Gila… untuk musik2 seperti ini emang baru kali ini akhirnya saya punya kesempatan liat kalau konduktor tuh pengaruh banget. Beda sama marching band (dan masih kebawa ke bigband) dimana konduktor tugas utama adalah field commander (kumendan) dan metronome (menentukan kapan mulai dan tempo seberapa). Terusterang saya jadi teringat Tony Wong, penulis/penggambar komik yang handal, kebayang deh warna2 dan aura yang keluar dari tangan conductor kalau di-visualisasikan.

# Karena konduktornya sama itulah makanya bisa ada kolaborasi yg cukup ‘nyambung’ antara paduan suara dan orkestra. Orkestranya sendiri permainannya masih rookie. Masih sering kepleset2 dan sangat sering ‘off tune’ tipis. Maklum alat gesek kan fretless ya. Sangat rawan.

# PSM ITB main bagus lah. Meski kata bapak2 sebelahku, yg alumni PSM, mereka main tidak sebagus sebelum berangkat ke China mengikuti Choir Olympic. Di Choir Olympic itu mereka memperoleh 2 medali emas dan 2 medali perak. Berarti level permainannya diakui dong secara dunia… Kira2 begitu.

alumni

# Terorganisir juga alumninya!! Masak di akhir pentas ada penampilan “Paduan Suara Alumni PSM ITB”, itu yang naik ke atas panggung lebih banyak dari PSM ITB sendiri. Ada kali lebih 60-an orang!! GILA!! Angkatan dari 1965 sampai 2000… ckckckck… Saya terpaksa angkat topi sambil menegak ramuan Panoramix biar mabok dan gak iri. Dan para alumni ini tampak sangat enthusias menyanyi. Meski hanya 3 lagu mereka bawakan… Sama kaya kita, lagu2 aransemen tua jaman tahun 70-80-an karya Prof Sudjoko (Senirupa), yang kebetulan malam itu juga dibuatkan sebagai konser In Memmoriam bliau yg pernah jadi pembimbing unit PSM ITB.

# Momen paling berkesan, itu orkestra dan paduan suara menyanyikan lagu “tanah airku”, syairnya kan “tanah.. aiiirrr ku tidak kulupakan…” dst. Setelah satu putaran, orkestra masih jalan pelan2 memainkan musik pengiringnya, penyanyinya diam, lalu pembawa acara mengajak kita semua di gedung itu bernyanyi lagu itu… Waduh… menyentuh banget (mengetik sambil merinding lagi). Itu penampilan jadi empat dimensi, kita lihat, dengar dari depan, dengar dari samping kanan-kiri-belakang, kita sendiri menyanyi (pelan2 aja sih) trus suasana haru dan patriotik… wah… speechless deh…

psm

# Aula Barat benar2 klasik
ya suasananya… Sudah sejak IBBC 1994 kali terakhir lihat konser/pagelaran musik disitu. Waduh… bener2 deh… nostalgia campur kekaguman atas aura klasik dan suasana yang dibentuk oleh arsitekturnya yg sangat elegan… Wah… aku langsung sms teman2. “Kita mesti konser disini suatu waktu” hehehe…. Tidak seperti ITB75 waktu itu siang sih ya? Beda banget suasananya kalo malam. Jadi semangat nonton IBBC 07 karena katanya di Aula Barat akan digelar.

Yah… nanti aku post di blog deh sekalian dengan photo2nya…

(post di milis vabb)

One response

  1. wah, ternyata ada liputannya. mohon maaf baru tahu sekarang, itu juga karena sedang meng-google. thanks banget buat ulasannya yang sangat positif.🙂

    dirigen malam itu namanya Pak Indra Listiyanto. untuk 3 tahun ke depan (sampai 2009) beliau lah yang jadi direktur musik PSM-ITB. tapi beliau bukan dirigennya ISO (ITB Students Orchestra) lho. latihan dengan ISO juga hanya 2 kali…

    Oya, ITB Choir akan konser lagi lho, hari Minggu 2 September ini. kalau ada waktu nonton ya… tapi dalam konser ini sebagian besar lagu-lagunya acapella dan ‘sangat serius’. tapi pasti masih bisa dinikmati🙂

    Agustus 29, 2007 pukul 8:24 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s