enjoy every cadence, every breath…

NIMBY

= Not In My Backyard

Pas dulu kuliah sering dihubungkan dengan istilah ini kalo ngomongin limbah. Lucu juga, karena pada akhirnya juga saya rasakan di lingkup yang lebih sempit, di rumah dan lingkungan sendiri.

Kamar dan AC. Sudah sangat umum kalau ada kecenderungan buat masang ac di rumah. Ini sebenernya kan mengisolasi ruangan/kamar dari lingkungan sekitarnya. Jadi panasnya udara dijadikan bahan limbah, bahan yang dianggap merugikan. “Pokoknya gua pasang ac kalo gua atau anak gua kepanasan gua masuk kamar mendinginkan diri”. Panasnya suhu sudah menjadi limbah, and they get it kick out of their backyard…

Air Hujan. Ini kan dua sisi mata uang ya, kebetulan sekarang pas saya tulis ini kita sedang di puncak musim kemarau dan sedang menunggu hujan. Air hujan ditunggu-tunggu. Nanti kalau musim hujan kejadian sebaliknya, air menjadi limbah. Kick them out of my backyard. Ini makanya masih punya impian ada sumur resapan di belakang rumah. Supaya belakang rumah kami tidak hanya hijau dan jadi small sactuary buat burung2 yang lewat, tapi juga tempat kita menabung air ke dalam tanah.

Sampah. Sampah rumah tangga bbrp bulan lalu sempat jadi masalah gede di bandung dan Jakarta. Di bandung sampah kota numpuk karena tpa-nya ditutup. Disitu kerasa, kalau sampah numpuk kita juga kebingungan mengelolanya di lingkungan sendiri. Gagap gitu menghadapi sampah yg menumpuk. Gagap secara teknologi; gak sadar kalau pemisahan sampah dan pembakaran sebagian sampah di level rumahtangga saja bisa mengurangi beban pengelolaan sampah makro. Gagap secara manajemen; siapa yang melakukan tindakan2, kapan, bagaimana, dimana… Akhirnya orang juga gak bisa menghindari sampah numpuk2 dimana2, semakin numpuk semakin sadar kita kalau sejauh apapun kita buang dari rumah, kita pasti terganggu.

Sampah industri di Cikarang. Ini yang kita temui tiap hari di sekitar tempat saya tinggal/kerja juga. Disini sampah adalah bisnis besar dan serius. Juga kejam. Industri juga pake ilmu NIMBY, semua buang aja, itu “pengumpul tradisional” jadi alternatif paling murah. Pengumpul ini adalah orang2 yang siap ambil sampah dimana aja. Mereka tahu saja informasinya, mereka tahu saja barang2 apa yang masih bisa laku, mereka punya energi dan organisasi, termasuk organisasi preman untuk mengamankan usahanya. Diapakan oleh para pengumpul ini? Macam2, dari yang paling bagus dibersihkan dan dijual untuk dimanfaatkan ulang, sampai dibakar saja di lahan mereka malam2. Membiarkan kita semua warga negara yang baik dengan hidung yang siap menyedot ini untuk mencium baunya malam2 hehehe…

Ironi Sampah… just NOT IN MY BACKYARD !!!

1

(Foto backyard rumahku)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s