<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>@antoix</title>
	<atom:link href="http://antoix.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antoix.wordpress.com</link>
	<description>All of Me, I guess...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 14:47:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='antoix.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/9ebd1b76fd58aca87bbdc883c390b7ea?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>@antoix</title>
		<link>http://antoix.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://antoix.wordpress.com/osd.xml" title="@antoix" />
	<atom:link rel='hub' href='http://antoix.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Fotografi Hitam Putih, salah satu sudut pandang . . .</title>
		<link>http://antoix.wordpress.com/2012/01/12/fotografi-hitam-putih-salah-satu-sudut-pandang/</link>
		<comments>http://antoix.wordpress.com/2012/01/12/fotografi-hitam-putih-salah-satu-sudut-pandang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 01:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antoix</dc:creator>
				<category><![CDATA[fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antoix.wordpress.com/?p=3918</guid>
		<description><![CDATA[Weekend lalu saya ngobrol dengan sepupu, dia kerja di media, jadi lumayan faham fotografi, minimal paham cara melihatnya. Dan pembicaraan seru yang saya pengen share disini adalah tentang black and white. Tentang salah satu pemahaman terhadap karya black and white. Belum tentu benar pemahaman ini, tapi minimal seru buat menambah sudut pandang terhadap sebuah karya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3918&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2012/01/img_3071.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2012/01/img_3071.jpg?w=470" alt="" title="IMG_3071"   class="alignnone size-full wp-image-3919" /></a></p>
<p>Weekend lalu saya ngobrol dengan sepupu, dia kerja di media, jadi lumayan faham fotografi, minimal paham cara melihatnya. Dan pembicaraan seru yang saya pengen share disini adalah tentang black and white. Tentang salah satu pemahaman terhadap karya black and white. Belum tentu benar pemahaman ini, tapi minimal seru buat menambah sudut pandang terhadap sebuah karya.</p>
<p>Katanya, black and white itu ya seperti namanya: hitam dan putih. Jadi dia seperti memisahkan kenyataan dari segala asesoris nya. Kadang warna itu memang memperkaya, tapi juga warna berpotensi membuat kita terpengaruh oleh aksen-aksen yang berkait dengan nature dari warna. Jadi warna itu berpotensi untuk mengaburkan apa yang menjadi kenyataan dari sebuah situasi.</p>
<p>Sementara black and white seperti mengembalikan kenyataan pada proporsinya, apakah kenyataan itu hitam atau putih. Black and white seperti memisahkan obyek dari pengaruh dan distorsi warna.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antoix.wordpress.com/3918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antoix.wordpress.com/3918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antoix.wordpress.com/3918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antoix.wordpress.com/3918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antoix.wordpress.com/3918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antoix.wordpress.com/3918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antoix.wordpress.com/3918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antoix.wordpress.com/3918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antoix.wordpress.com/3918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antoix.wordpress.com/3918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antoix.wordpress.com/3918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antoix.wordpress.com/3918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antoix.wordpress.com/3918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antoix.wordpress.com/3918/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3918&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antoix.wordpress.com/2012/01/12/fotografi-hitam-putih-salah-satu-sudut-pandang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f897020c624b2897c56583ee10270ad?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">antoix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2012/01/img_3071.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3071</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mau coba bikin trek sepeda?</title>
		<link>http://antoix.wordpress.com/2012/01/12/mau-coba-bikin-trek-sepeda/</link>
		<comments>http://antoix.wordpress.com/2012/01/12/mau-coba-bikin-trek-sepeda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 01:15:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antoix</dc:creator>
				<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda gunung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antoix.wordpress.com/?p=3916</guid>
		<description><![CDATA[Buat saya teknologi Om Hanif menghasilkan trek trek luarbiasa sangatlah membuat saya penasaran. Kok bisa ya, memanfaatkan peta dan komputer, serta sedikit sentuhan teknologi GPS menghasilkan trek trek yang kalo disepedahin mak nyuussss, terkenang sampai berhari, berminggu, berbulan, bertahun kemudian. Kok bisa dan bagaimana caranya. Akhirnya, suatu hari saya berhasil mendudukkan diri saya di kursi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3916&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat saya teknologi Om Hanif menghasilkan trek trek luarbiasa sangatlah membuat saya penasaran. Kok bisa ya, memanfaatkan peta dan komputer, serta sedikit sentuhan teknologi GPS menghasilkan trek trek yang kalo disepedahin mak nyuussss, terkenang sampai berhari, berminggu, berbulan, bertahun kemudian. Kok bisa dan bagaimana caranya.</p>
<p>Akhirnya, suatu hari saya berhasil mendudukkan diri saya di kursi sebelah Om Hanif, di kamar dua putrinya di rumahnya di jalan Beruang. Haha&#8230; inilah saat mempelajari jurus-jurus beliau membuat trek!!!</p>
<p>Pertama, tentu harus ada internet dan komputer yang terkoneksi internet. Lalu install program yang namanya Google Earth. Pada saat jari Papa Tebe menari diatas mouse, lincah sekali. Di layar tampak berbagai garis bebagai warna. Berbagai tanda berupa bendera yang diceritakan dengan panjang lebar termasuk kisah bumi terbentuknya. Pernah diajak ngobrol Papa TB tentang gunung, tebing dan tanah? Wah, bisa panjang!!</p>
<p>Lalu dari situ saya pelajari bagaimana Papa TB melihat sebuah calon trek. Google Earth (GE) mempunyai fungsi zoom dengan scroll nya di mouse. Lalu program yang terkoneksi internet ini akan loading foto-foto udara yang lebih detil. Namanya juga program gratisan, jadi jangan berharap terlalu banyak. Jangan bayangkan seperti program komputer di film &#8216;Enemy of The State&#8217; saat Will Smith dikejar2 pakai satelit dan bisa di zoom sampai sepatu nya kelihatan. Kalo GE sih bisa zoom sampai ke ukuran atap rumah kita kelihatan bedanya sama atap rumah sebelah, tapi tetap saja buram dan beresolusi rendah.</p>
<p>Lalu Papa Tebe menunjukkan bagaimana beliau melihat jalan raya aspal, jalan makadam, jalan singletrack. Paling susah adalah jalan yang ada di dalam hutan, justru di kerimbunan pohon. Foto udara nya akan sangat buram menunjukkan singletrack atau doubletrack yang ada. Padahal jalan kaya gini yang paling enak dan adem buat sepedahan kan? Papa Tebe juga menunjukkan bagaimana menghubungkan satu tempat dan satu tujuan tertentu. Misal mulai deh masuk ke trek Saguling misalnya, kelihatan tuh gerbang, jalan di Cocoa Plantation lalu singletrack menyeberang sungai jembatan bambu dst dst.</p>
<p>Fyuh!!</p>
<p>Yang itu saja sudah pusing dan membuat mata jadi kedip-kedip gak karuan. Lalu beliau pun membuka window lain, membuka program lain lagi, gratis juga, Google Map, dan membandingkan temuan trek di GE dengan GM. Di GM tampaklah peta kontur nya, dimana miring, dimana turun dan nanjak. Kalau pernah ikut pecinta alam jaman baheula dan kenal peta topografi, rasanya tidak akan canggung membaca GM. Tapi buat saya tetap aja rumit dan pusing&#8230;</p>
<p>Lalu mulai deh hubungannya ke sharing site seperti Bikemap. Buset&#8230; disini kita bisa juga download dan melihat perjalanan yang sudah dilakukan orang lain dan sempat dituangkan ke digital tentusaja. Bisa jadi referensi apa trek atau tujuan yang kita incar sudah dicoba lebih dahulu oleh orang lain atau belum.</p>
<p>Semua bimbel tersebut dilakukan tak lebih dari 30 menit-1jam. Kalo gak salah sekitar gak jauh dari beliau sembuh dari cedera Kawah TalagaBodas. Hebatnya lagi, beliau Papa TB ini selalu pakai GPS pinjaman (kantor atau sekarang Om Isur) buat mencocokkan dengan keadaan saat trip/survey. Ini juga dilengkapi dengan kemampuan mengingat dan membaca area di sekitar kita dari sisi topografi.</p>
<p>Mau nyoba bikin trek?</p>
<p>Mulai lah liat keluar jendela. Dan bayangkan kalau rekan melihat dunia ini dari atas, seperti burung melayang-layang. Itulah kira-kira penampakan di Google Earth.</p>
<p>Sampai sekarang saya belum bisa menggunakan Google map dengan baik. Kalau Papa Tebe tidak hanya GE dan GM yang dipakai beliau, tapi juga analisa geologis ilmu beliau dan memunculkan kondisi alam yang luarbiasa saat kita datangi.</p>
<p>Silakan mencoba, saya sih membagi contekan &#8216;how to see a bicyle track&#8217; saja. Kalau diktat &#8216;How to build a bicycle track&#8217; tanyakan langsung kepada Papa Tebe Om Hanif&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antoix.wordpress.com/3916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antoix.wordpress.com/3916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antoix.wordpress.com/3916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antoix.wordpress.com/3916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antoix.wordpress.com/3916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antoix.wordpress.com/3916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antoix.wordpress.com/3916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antoix.wordpress.com/3916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antoix.wordpress.com/3916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antoix.wordpress.com/3916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antoix.wordpress.com/3916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antoix.wordpress.com/3916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antoix.wordpress.com/3916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antoix.wordpress.com/3916/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3916&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antoix.wordpress.com/2012/01/12/mau-coba-bikin-trek-sepeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f897020c624b2897c56583ee10270ad?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">antoix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Short &#8216;pyramid&#8217; ride</title>
		<link>http://antoix.wordpress.com/2011/12/11/pyramid-ride/</link>
		<comments>http://antoix.wordpress.com/2011/12/11/pyramid-ride/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 07:01:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antoix</dc:creator>
				<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[historic]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda gunung]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[cycling]]></category>
		<category><![CDATA[cross country]]></category>
		<category><![CDATA[bicycle]]></category>
		<category><![CDATA[mountain bike]]></category>
		<category><![CDATA[uphill]]></category>
		<category><![CDATA[nanjak]]></category>
		<category><![CDATA[garut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antoix.wordpress.com/?p=3904</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama juga tidak pernah solo ride lagi. Kali ini cerita gowes sendirian di kampung orang pula&#8230; Tidak tau apakah akan ada waktu untuk genjot, ya pokoknya bawa sepeda dan jersey etc saja loading ke mobil, kalo suasana hati dan kaki enak ya berangkat nyepeda nya. Ternyata acara sudah bubaran jam 12. Dan jam 1an [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3904&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama juga tidak pernah solo ride lagi. Kali ini cerita gowes sendirian di kampung orang pula&#8230;</p>
<p>Tidak tau apakah akan ada waktu untuk genjot, ya pokoknya bawa sepeda dan jersey etc saja loading ke mobil, kalo suasana hati dan kaki enak ya berangkat nyepeda nya. Ternyata acara sudah bubaran jam 12. Dan jam 1an mulai genjot deh&#8230;</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3653.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3653.jpg?w=470" alt="" title="IMG_3653"   class="alignnone size-full wp-image-3907" /></a></p>
<p>Ke arah Sukawening, mampir di indomaret buat nanya dan beli pocari, tenggak 1 botol C1000 karena semalam hanya tidur di mobil dan badan kerasa masih kurang sentuhan &#8216;bimbel&#8217;&#8230; hehe Belok kekanan, disambut tanjakan miring aspal rusak, hosh hosh, tanya dan tanya lagi terus menyempit jalannya sampe lewat makadam tapi cuma tersisi selebar dua motor saja di tengah kebun kol, mulai lah tampak keagungan tujuan kita kali ini sempatkan memotret sambil ambil napas. Mulai khawatir dengan tumpukan awan nya. Rintik2 gerimis mulai datang.</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3656.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3656.jpg?w=470&#038;h=282" alt="" title="IMG_3656" width="470" height="282" class="alignnone size-full wp-image-3908" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3657.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3657.jpg?w=470" alt="" title="IMG_3657"   class="alignnone size-full wp-image-3910" /></a></p>
<p>Jalanan pun berubah dari jalan sempit dua motor tapi bergabung ke jalan akses selebar mobil campuran makadam, semen dan aspal rusak. Jalan tidak lagi &#8216;basa-basi&#8217; tapi langsung nanjak dan lurus, melipir di punggungan kaki gunung.</p>
<p>Sampai akhirnya dari nanjak kebon kita nanjak di tengah kampung. Benar-benar miring. Kalau saja jalanan aspal akan sangat mirip dengan trip ke Coban Plangi, Malang. Jalan ke arah ngadas, desa sebelum Bromo dari arah Malang.</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3660.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3660.jpg?w=470&#038;h=282" alt="" title="IMG_3660" width="470" height="282" class="alignnone size-full wp-image-3911" /></a></p>
<p>Trip ini dicukupkan saja dil level 1200m dpl, saat Gunung Sadahurip/Gn Putri alias pyramid Garut yang menghebohkan itu tampak gagah di sebelah kiri trek. Tampak kemiringan menuju puncaknya, ditambah hujan, ditambah sudah sore, kayaknya pilihan kemalaman sendirian di tengah kabut yang mulai turun juga bukan pilihan bijaksana&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antoix.wordpress.com/3904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antoix.wordpress.com/3904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antoix.wordpress.com/3904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antoix.wordpress.com/3904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antoix.wordpress.com/3904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antoix.wordpress.com/3904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antoix.wordpress.com/3904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antoix.wordpress.com/3904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antoix.wordpress.com/3904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antoix.wordpress.com/3904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antoix.wordpress.com/3904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antoix.wordpress.com/3904/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antoix.wordpress.com/3904/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antoix.wordpress.com/3904/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3904&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antoix.wordpress.com/2011/12/11/pyramid-ride/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f897020c624b2897c56583ee10270ad?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">antoix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3653.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3653</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3656.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3656</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3657.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3657</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3660.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3660</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CikarangMTB Kolozal#8 Ranca Upas &#8211; Situ Patengan &#8211; Kawah Putih</title>
		<link>http://antoix.wordpress.com/2011/12/04/kolozal8/</link>
		<comments>http://antoix.wordpress.com/2011/12/04/kolozal8/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 01:29:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antoix</dc:creator>
				<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda gunung]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bicycle]]></category>
		<category><![CDATA[cikarang]]></category>
		<category><![CDATA[cikarangmtb]]></category>
		<category><![CDATA[cross country]]></category>
		<category><![CDATA[cycling]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kolozal]]></category>
		<category><![CDATA[mountain bike]]></category>
		<category><![CDATA[nanjak]]></category>
		<category><![CDATA[uphill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antoix.wordpress.com/?p=3850</guid>
		<description><![CDATA[Acara CikarangMTB Kolozal#8 19 Nov 2011 Kawah Rengganis kali ini istimewa karena ada paket kita bisa menginap kemping di Ranca Upas. Juga istimewa karena ada tim kecil SJ 15 orang yang gowes sampai ke Kawah Putih. [sunrise at Ranca Upas] [suasana pagi setelah kemping] [persiapan start] Rekan-rekan SJ Langgeng Utama boleh saja merasa asik ngebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3850&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Acara CikarangMTB Kolozal#8 19 Nov 2011 Kawah Rengganis kali ini istimewa karena ada paket kita bisa menginap kemping di Ranca Upas. Juga istimewa karena ada tim kecil SJ 15 orang yang gowes sampai ke Kawah Putih.</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3124.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3124.jpg?w=470&#038;h=299" alt="" title="IMG_3124" width="470" height="299" class="alignnone size-full wp-image-3856" /></a><br />
[sunrise at Ranca Upas]</p>
<p><a href="http://cikarangmtb.files.wordpress.com/2011/12/img_3216.jpg"><img src="http://cikarangmtb.files.wordpress.com/2011/12/img_3216.jpg?w=470" alt="" title="IMG_3216"   class="alignnone size-full wp-image-409" /></a><br />
[suasana pagi setelah kemping]</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3266.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3266.jpg?w=470&#038;h=296" alt="" title="IMG_3266" width="470" height="296" class="alignnone size-full wp-image-3859" /></a><br />
[persiapan start]</p>
<p>Rekan-rekan SJ Langgeng Utama boleh saja merasa asik ngebut setelah start, tidak terganggu kemacetan singletrek, tapi coba apa yang lebih *nendang* saat kita (yang katanya sak!t z!w@) ternyata dilibas, dikentutin, dikebulin sama peserta gowes norma (yang katanya sehat wal afiat).</p>
<p>Kejadian dimulai dari lepas singletrack, mulai nampak kebun teh, entah bagaimana maka kita keluar ke jalan makadam dari jalur yang berbeda, singletreknya lebih rideable dan asik sih, tapi ya muter jauh.</p>
<p>Udah gitu baru kemudian setelah ketemu pertigaan saya sadar kalau Kang Latif &#8220;fullkobir&#8221; Dolbon sedang terengah-engah dengan gadgets full-packed-photographer nya. Aduh rasa dosa saya segera kebayang deh mengingat gembolan Kang Latif waktu tadi berangkat start. Daripada nyasar di pertigaan akhirnya saya memutuskan ngetem dan menunggu grup paling belakang.</p>
<p>Satu menit, tiga menit, lima menit, limabelas menit, akhirnya tampak Kang Fotografer kita. Aduh saya segera hilang rasa menyesal lihat betapa raut muka Kang Latif sangat amat bersemangat. Seperti api akan keluar dari matanya. Tidak tampak penderitaan samasekali, yang ada semangat Bushido yang membara&#8230; salut untuk Kang Latif yang sehat ikut menguntit yang s4kit.</p>
<p>Setelah Kang Latif &#8216;aman&#8217; saya meluncur ke depan, saya sudah pengen banget melihat kembali spot narsis Situ Patengan dari atas yang tampak jelas dari puncak Ranca Bali. Ketemu pertigaan dan, waduh tampak jalan sangat meyakinkan ke depan. Segera yang s4kit grup belakang saya minta duluan belok kiri, meluncur ke bawah menjemput impian, impian para peserta sakit yang keenakan turun nanjak dua bukit ketemu jalan buntu baru berhenti mereka. Bersama mereka pun akhirnya balik kanan (dua bukit lagi) dan tak lama kemudian mencapai site narsis puncak Rancabali.</p>
<p>Antrian segera terbentuk dan mulai lah saya lihat Sir Alex. Aduh buset, sudah kesundul kesalip kita sama peserta yang sehat!!! Tampak juga Om Jixzy dengan sepatu Cinderella nya yang juga sudah nongol dengan wajah merona, mungkin habis ngentut in Om TiJeh&#8230;</p>
<p>Akhirnya dengan sedikit pemaksaan dan Om Latif yang belum enak benar dengan tempat memotret kita paksakan satu satu peserta, dimulai dengan yang sakit dulu, untuk narsis satu persatu dengan latar belakang Situ Patengan dikejauhan.</p>
<p>Semestinya nanti hasilnya akan mirip dan sejenis seperti foto terlampir dengan sentuhan ala Om Latif tentusaja&#8230;</p>
<p>Siapa bilang s4k!t jiwa itu keren? Disalip aja bilang keren&#8230; Apalagi saat saya membantu Om Yadi ganti dua ban dalam nya di ujung turunan. Aduh, diasapin abiiiissss&#8230;</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3333.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3333.jpg?w=470&#038;h=299" alt="om yadi ganti ban depan belakang snakebite" title="IMG_3333" width="470" height="299" class="alignnone size-full wp-image-3862" /></a></p>
<p>Setelah pitstop warung Situ Patengan ala F1 yang sangat amat singkat dan &#8220;diusir usir&#8221; oleh yang nyetir panther saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  maka kami pun segera berangkat lagi. Anggota tim berubah ada yang bertukar kursi. Total 16 orang.</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3337.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3337.jpg?w=470" alt="" title="IMG_3337"   class="alignnone size-full wp-image-3864" /></a></p>
<p>Segeralah setelah melewati bagian belakang Situ Patengan, kita pun melewati tanjakan &#8216;Bebekway&#8217;. Tanjakan &#8216;bebekway&#8217; ini adalah pilihan lain dari tanjakan &#8216;chickenway&#8217;. Sepanjang menjalani tanjakan ini beberapa kali juga rekan-rekan berhenti dan bertanya, apa benar ini jalannya dan bukan jalan turun yang tampak lebih menarik?</p>
<p>Yak! itulah esensi dari &#8216;chickenway&#8217; hehe&#8230; padahal ujung chickenway akan sama juga, nanjak miring jantung berdegub. Memasuki kawasan hutan lindung kecil, tanjakan ini pun berakhir&#8230; Kami pun lalu mendapat jalan relatif flat sambil terdengar adzan dhuhur, dan sampai ketemu jalan aspal dan makan siang dan sholat.</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3357.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3357.jpg?w=470&#038;h=296" alt="" title="IMG_3357" width="470" height="296" class="alignnone size-full wp-image-3866" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3342.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3342.jpg?w=470&#038;h=296" alt="" title="IMG_3342" width="470" height="296" class="alignnone size-full wp-image-3867" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3347.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3347.jpg?w=470" alt="" title="IMG_3347"   class="alignnone size-full wp-image-3868" /></a></p>
<p>Trek segera dimulai setelah perut kenyang, melewati jalan aspal lalu nanjak kebun teh lagi ke desa Cipenganten. Trek setelah lepas dari jalan aspal adalah trek batu gravel dan makadam yang nanjak dan nanjak dan nanjak. Sebagian trek juga adalah singletrack asoy yang meliuk liuk di perkebunan teh, mencoba menghindari tingkat kemiringan kontur. Pada trip ini desa Cipanganten dijadikan checkpoint, jika team lebih dari jam 2 siang di desa ini maka tim akan balik kanan karena tidak akan cukup waktu ke Kawah Putih.</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190154.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190154.jpg?w=470" alt="" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA"   class="alignnone size-full wp-image-3873" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3370.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3370.jpg?w=470&#038;h=373" alt="" title="IMG_3370" width="470" height="373" class="alignnone size-full wp-image-3871" /></a></p>
<p>Bagian selanjutnya adalah salah satu bagian paling berat dari trip ini. Disebut &#8216;Tanjakan Diagonal&#8217; memberikan trek yang menggemaskan, semuanya adalah makadam batu batu besar, dimulai dari tanjakan yang masih gowesable lalu naik sedikit demi sedikit kemiringannya sampai di level yang tidak lagi memungkinkan kaki dan hati untuk menggenjot. Sebagian besar ikhlas menjalaninya dengan acara menuntun bersama, hanya dua orang extraordinary dari member grup yang masih bisa genjot sampai di ujung memasuki kebun kina.</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190169.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190169.jpg?w=470" alt="" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA"   class="alignnone size-full wp-image-3875" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3373.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3373.jpg?w=470&#038;h=286" alt="" title="IMG_3373" width="470" height="286" class="alignnone size-full wp-image-3876" /></a></p>
<p>Di perkebunan kina ini sempat berhenti lagi, re group, dan beredarlah kuis pertanyaan ke setiap anggota trip, &#8221;&#8230; mau kesini lagi gak Om?&#8230;&#8221; jawabannya aneh aneh, mungkin akibat oksigen yang kian menipis dan pengaruh tt berjamaah, termasuk jawaban ngajakin NR ke trek ini. Melihat respon dari member tim dan kondisi waktu, akhirnya diputuskan untuk melambung ke trek alternatif &#8221;Longsoran Putih&#8221; yang sudah di-draft di Google Earth.</p>
<p>Pilihan yang segera tak saya sesali, karena selepas kebun Kina kita dihadapkan pada singletrack kebun teh yang nanjak manja namun dengan lingkungan kebun teh dengan kemiringan yang mengagumkan. Kalau kata Om AJE, seperti &#8216;negeri di awan&#8217;. Pengungkapan yang pas banget.</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190175.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190175.jpg?w=470&#038;h=243" alt="" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" width="470" height="243" class="alignnone size-full wp-image-3880" /></a></p>
<p>Tanjakan demi tanjakan tersaji terus tanpa henti. Rasanya kok disediakan tanpa melihat seberapa banyak yang kita bisa bayangkan. Rasanya itu tanjakan kok tak habis habis diatas meja terhidang padahal kita sudah mau muntah rasanya. Kemiringannya juga menggemaskan, pada keadaan fisik prima dan full power biasanya kita bisa atasi tanjakan seperti ini, namun kok akhirnya memilih untuk menyesuaikan berganti gowes dan tuntun. Asal terus maju ke sepan saja. Dan, untuk membuatnya lebih sebih sempurna trip ini segera menyediakan kegiatan gotong gotong bike melewati jalan berundak di tengah kebun teh.</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190181.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190181.jpg?w=470" alt="" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA"   class="alignnone size-full wp-image-3881" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190185.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190185.jpg?w=470" alt="" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA"   class="alignnone size-full wp-image-3884" /></a></p>
<p>Kenapa ya kalau GGB seperti ini rasanya kok jauh lebih berat daripada genjot atau TTB? Rasanya &#8216;habis&#8217; benar sesampainya kembali di jalan makadam. Perjalanan pun dilanjutkan, jalan makadam kebun teh seperti tidak juga habis menyediakan tanjakan. Sampai di sebuah pertigaan seluruh tim regrup berhenti, tampak tanjakan panjang menunggu miring didepan. Rasanya seperti gak mau menemui kenyataan kita harus terus nanjak lagi.</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3389.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3389.jpg?w=470&#038;h=286" alt="" title="IMG_3389" width="470" height="286" class="alignnone size-full wp-image-3887" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3395.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3395.jpg?w=470&#038;h=286" alt="" title="IMG_3395" width="470" height="286" class="alignnone size-full wp-image-3888" /></a></p>
<p>Dengan ikhlas kita padukan teknik tuntun dan genjot di trek teknikal makadam miring nanjak. Yang ada di kepala saya adalah, &#8221;aduuuhhh&#8230; kapan sih ini semua berakhir? &#8221;. Pertanyaan dari rekan rekan pun sudah mulai aneh dan mendesak. Dimulai dari &#8221;Kawah putih nya masih jauh gak Om?&#8221; lalu ke &#8221;Sebenarnya kawah putihnya disebelah mana sih Om?&#8221; lalu sampai ke &#8221;Ah, dari tadi kawah putih dibilang deket deket terus tapi gak nyampai nyampai&#8230;&#8221;</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190196.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190196.jpg?w=470" alt="" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA"   class="alignnone size-full wp-image-3886" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190200.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190200.jpg?w=470&#038;h=243" alt="" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" width="470" height="243" class="alignnone size-full wp-image-3891" /></a></p>
<p>Pendakian kita pun mencapai sebuah ujung tanjakan dengan pemandangan desa &#8216;tanpa listrik&#8217; yang kami lihat waktu survey. Pemandangan sebenarnya indah banget, cuma ya anggota tim sudah mulai gelisah karena hari semakin beranjak sore dan juga kondisi fisik semakin habis. Mungkin juga pengaruh emosional karena secara fisik oksigen mulai tipis di ketinggian seperti ini.</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190202.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190202.jpg?w=470" alt="" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA"   class="alignnone size-full wp-image-3895" /></a></p>
<p>Setelah melewati sebuah saung, jalan pun membawa kita turun dan menemui pemandangan menakjubkan apa yang saya sebut sebagai &#8216;Longsoran Putih&#8217;.</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3397.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3397.jpg?w=470" alt="" title="IMG_3397"   class="alignnone size-full wp-image-3892" /></a></p>
<p>Setelah melewati longsoran putih yang magis, memasuki hutan nanjak lagi sedikit sampailah kita di Kawah Putih. Sayang sekali segera disambut hujan deras sehingga mengurungkan niat untuk masuk ke lokasi wisata alam yang indah ini. Langsung meluncur turun kembali ke titik start Ranca Upas.</p>
<p><img src="http://cikarangmtb.files.wordpress.com/2011/12/img_3404.jpg?w=470" alt="kwh" /></p>
<p>Tracklog ada di <a href="http://www.bikemap.net/route/1319674" title="Kolozal8 Sakit Jiwa" target="_blank"></a></p>
<p>Perjalanan survey (garis ungu), aktual perjalanan hari h (garis merah)</p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/kawahputih.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/kawahputih.jpg?w=470&#038;h=284" alt="" title="kawahputih" width="470" height="284" class="alignnone size-full wp-image-3899" /></a></p>
<p><a href="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/kawahputih-slope.jpg"><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/kawahputih-slope.jpg?w=470&#038;h=284" alt="" title="kawahputih-slope" width="470" height="284" class="alignnone size-full wp-image-3900" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antoix.wordpress.com/3850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antoix.wordpress.com/3850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antoix.wordpress.com/3850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antoix.wordpress.com/3850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antoix.wordpress.com/3850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antoix.wordpress.com/3850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antoix.wordpress.com/3850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antoix.wordpress.com/3850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antoix.wordpress.com/3850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antoix.wordpress.com/3850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antoix.wordpress.com/3850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antoix.wordpress.com/3850/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antoix.wordpress.com/3850/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antoix.wordpress.com/3850/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3850&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antoix.wordpress.com/2011/12/04/kolozal8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f897020c624b2897c56583ee10270ad?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">antoix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3124.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3124</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikarangmtb.files.wordpress.com/2011/12/img_3216.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3216</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3266.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3266</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3333.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3333</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3337.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3337</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3357.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3357</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3342.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3342</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3347.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3347</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190154.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3370.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3370</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190169.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3373.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3373</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190175.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190181.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190185.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3389.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3389</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3395.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3395</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190196.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190200.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/pb190202.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/img_3397.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3397</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikarangmtb.files.wordpress.com/2011/12/img_3404.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kwh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/kawahputih.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kawahputih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2011/12/kawahputih-slope.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kawahputih-slope</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ranca Upas to Kawah Putih; Survey Cikarangmtb Kolozal#8 ~ part3 of 3</title>
		<link>http://antoix.wordpress.com/2011/11/27/kawah-putih3/</link>
		<comments>http://antoix.wordpress.com/2011/11/27/kawah-putih3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 04:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antoix</dc:creator>
				<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda gunung]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda IPDN]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bicycle]]></category>
		<category><![CDATA[cikarang]]></category>
		<category><![CDATA[cross country]]></category>
		<category><![CDATA[cycling]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[IPDN]]></category>
		<category><![CDATA[mountain bike]]></category>
		<category><![CDATA[nanjak]]></category>
		<category><![CDATA[uphill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antoix.wordpress.com/?p=3842</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah lanjutan dari bagian kedua&#8230; Tanjakan &#8220;Diagonal&#8221; seperti yang diceritakan Om Hanif sangatlah indah dan keren untuk dituliskan dan dibicarakan, namun sangatlah pedih untuk dijalani dan dikenang. Sepeda-sepeda sampai puluhan juta rupiah, berat sepeda dibawah 14kg, baju jersey keren para pesepedanya, backpack dari merk terkenal, tak ketinggalan sepatu lengkap dengan cleat, semuanya tidaklah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3842&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini adalah lanjutan dari <a href="http://antoix.wordpress.com/2011/11/27/kawah-putih-survey2/" title="part2" target="_blank">bagian kedua&#8230;</a></p>
<p>Tanjakan &#8220;Diagonal&#8221; seperti yang diceritakan Om Hanif sangatlah indah dan keren untuk dituliskan dan dibicarakan, namun sangatlah pedih untuk dijalani dan dikenang. Sepeda-sepeda sampai puluhan juta rupiah, berat sepeda dibawah 14kg, baju jersey keren para pesepedanya, backpack dari merk terkenal, tak ketinggalan sepatu lengkap dengan cleat, semuanya tidaklah terlalu berarti. Matador. Manggih tanjakan dorong&#8230; Terusterang saya merasa sedih dan terhina, namun tentusaja saya tidak akan meresiko kan diri mencoba dan ambruk dengan cleat gate/cleat injury terbaru. Tawakal saja dorong dorong bike, heartrate sih tidaklah jauh dari 140an bpm. Cuma kaki cenut-cenut, sepatu beberapa kali terpeleset karena batu batu lepas. Susahpayah kita menemukan jalur yang enak hanya untuk sekedar mendorong sepeda. Tim segera tercerai berai, dan hampir tidak ada suara apapun kecuali suara sepatu dan ban bertemu batu makadam. Krosak&#8230; krosak&#8230;</p>
<p>Bagian trek ini mengingatkan saya pada tanjakan-tanjakan di trek Cioray. Miring, hampir mustahil untuk dikendarai dengan sepeda. Lho? Hampir mustahil? Apa ada yang bisa? Jawabannya nanti kita cari dari orang-orang yang ngacung memiliki banyak masalah pribadi serta ingin menguji derajat sakit jiwa masing-masing. Nanti ya 19 November saya jawab apa ada yang bisa.</p>
<p><img src="http://cikarangmtb.files.wordpress.com/2011/10/img_1496.jpg?w=500&amp;h=750" alt="diagonal" /><br />
[foto oleh antoix tapi pinjem kamera masbro yg sudah malas memotret]</p>
<p>Mengejutkan, tiba-tiba kita menemui sedikit jalan melandai. Rupanya setelah diagonal melewati pinggang dan dada, kita akhirnya sampai juga di ujung kepala dari punggungan ini. Fyuh!! Sambil menegak air, saya jadi mulai memperhatikan bahwa di sekitar kita samasekali sudah tak tampak pohon teh, namun kita berada di tengah hutan pohon kina dan pohon-pohon perindang lainnya. Mungkin sampai sekarang masih ngilu rekan-rekan yang kemarin lewat trek ini. Malah jadi ada pertanyaan dengan ekspresi wajah super heran, &#8220;&#8230; emangnya Om mau lewat situ lagi???&#8230;&#8221;</p>
<p>Datar sedikit bisa gowes dilanjutkan dengan tanjakan berganti-ganti. Lalu tiba-tiba mendatar jalannya (ajaib!!) dan benar saja disusul dengan berhenti nya Papa TB dan Om Eyang mendiskusikan trek. Wadoh. Alamat deh&#8230; Alamat Palsu&#8230;</p>
<p>Dimanaaa.. dimanaaa&#8230; dimanaaa&#8230;.<br />
*mbayangin Ayu ting ting</p>
<p>Wakakakaka&#8230;</p>
<p>Tahap selanjutnya adalah kita memutuskan memotong ke kanan, masuk ke rerimbunan belukar setinggi sekitar 2.5-3 meter. Pohon-pohon perindang kecil saja di kiri kanan jalan singletrak menanjak setapak. Acara tuntun dimulai lagi. Singletrack ini adalah jalan akses ke kebun paprika di tengahnya rupanya. Pohon mirip cabe dengan buah nya yang hijau dan besar-besar mengingatkan saya pada Pizza Hut. Kruyuk&#8230; kruyuk&#8230; jadi laper perut. Hah! Konsentrasi dorong dulu.</p>
<p>Setelah memasuki kebun paprika, maka kita mulai masuk ke area yang tanpa singletrack. Masing-masing mencari jalannya sendiri. Berusaha sekedar melewatkan sepeda mengatasi area ini. &#8220;Ada kebun teh di depan&#8221; kata Papa TB seperti seorang peramal&#8230; Melihat kondisinya seperti nanjak di foto-foto &#8220;Tipar, jalan yang hilang&#8221;, hanya ini semak-semaknya tinggi tinggi banget. Baru kemudian saya sadar MBahBro tampak kepayahan, terutama karena handlebar-nya yang lebar, yang nyangkut kesana kemari. Muka MbahBro sudah memelas sekali, cuma sinar matanya masih mengkilat-kilat kayak mau makan Gurame saus Tauco.</p>
<p>(diingatkan lagi, nama dan sebutan hanya fiksi saja&#8230;)</p>
<p>Akhrinya, tampaklah secercah kebun teh di depan&#8230; Alhamdulillah&#8230; lega nya serasa bertemu peradaban lagi. Tapi ternyata masalah hidup kita memang berat, kita masih harus naik ke atas lagi, membelah celah pohon-pohon teh yang sempit, hanya seperti jalan air saja, menuju ke atas&#8230; &#8220;&#8230;ada jalan di atas&#8230;&#8221; kata Papa TB lagi. Suara belio seperti campuran antara ramalan dan perintah serta harapan, saya sudah susah membedakan.</p>
<p>Dimanaaa.. dimanaaa&#8230; dimanaaa&#8230;.<br />
*mbayangin Ayu ting ting (lagi)</p>
<p>Menghadapi kejadian TTB-DDB-GGB ini mulai tampaklah darimana asal perguruan para pesepeda. Ada yang dari perguruan Taman Safari (sepeda didorong), lalu perguruan Nona (bukan ndorong sepeda malah motret), lalu perguruan Kopasuss (Sepeda dipanggul), dan tak lupa perguruan Tong Setan Tegaldanas (Sepeda diangkat jumping ban balakang digelindingkan di trek, sepeda didorong pake perut). Wah, segala jurus keluar, hanya untuk kembali mendapatkan jalan di perkebunan teh&#8230;</p>
<p>Fyuih!!!</p>
<p>Saat ketemu jalan makadam lagi, hati lega, langit pun mulai gelap<br />
Masalah kehidupan kami berempat memang terbukti berat sekali&#8230;</p>
<p>Jalanan yang kami temukan adalah jalanan makadam, tidaklah mulus khas kebun teh, namun entah kenapa jalanan itu sore menjelang malam itu tampak baguuuuusss banget yah? Malam beneran menjelang, mulai didata logistik, siapa masih ada air, siapa masih ada roti, siapa masih ada biskuit, siapa bawa lampu, wah kejadian kaya gawat bener aja.</p>
<p>Setelah selonjoran melemaskan otot, memandang Situ Patengan di kejauhan dibawah sana, sayup-sayup terdengar suara gas menyembur dari sumur pengeboran di bawah sana. Entah kenapa feeling saya jadi seperti pas kita selesai menanjak di Gn. Padang dan dari ketinggian melihat kebawah ke arah situs gunung Padang. Mana jam nya mirip lagi, sekitar maghrib.</p>
<p>Setelah nyawa sudah terkumpul, kami pun mulai menyusuri jalan inspeksi kebun teh, kali ini cukup landai kok, tidak ada lagi tanjakan-tanjakan Ayu Ting Ting seperti di tengah kebun Kina. Gelap segera cepat sekali menyergap, tanpa kami sempat melihat dimanakah tujuan seputar puncak gunung, kawah Putih. Senangnya kami waktu bertemu bapak-bapak naik motor, lalu bertemu penjaga kebun dengan api unggun nya di sebelah trek. Serasa benar kembali ke peradaban yang rasanya setelah 1800mdpl tadi jauuuhhh banget dari jangkauan.</p>
<p>Jalanan gravel kadang digenjot dan kadang juga dituntun berjamaah. Tuntun dilakukan kembali karena ternyata peristiwa TTB-DDB-GGB tadi sangatlah menguras energi dan semangat. Fisik dan mental. Tak lama kami menjumpai di sebelah kiri trek, di bawah jalan yang kita lalui, ada kampung kecil berisi sekitar 20-an rumah, mungkin perkampungan pekerja perkebunan. Wah, ini kampung tanpa listrik, samasekali tidak tampak ada suara kehidupan dari bawah sana.</p>
<p>Jalanan gravel dan makadam masih kami lalui, dengan beberapa kali bertemu motor dari arah berlawanan. Beberapa motor berhenti dan bertanya, &#8220;Mau kemana??&#8230;&#8221;. Dorong di tanjakan, kadang kadang digenjot juga kalau masih mampu, akhirnya kami sampai juga di semacam titik tertinggi. Seputar trek sudah asli hutan saja, tidak ada lagi perkebunan atau perkampungan. Dari titik seperti di puncak bukit ini (diperkirakan 2200m dpl) maka kami turun dan menemui jalan berubah menjadi aspal!! Aspal mulus!! Cihuiyyy&#8230; hati berdegub kencang, lega campur girang bukan kepalang.</p>
<p>Meluncur turun, ditunggu tanjakan, lalu sampailah kita di semacam area parkir. Dengan gagah tampak penanda tempat ini &#8220;Kawah Putih&#8221;&#8230; Alhamdulillah&#8230; sampai !!! Suasana ceria dan lega segera menyebar ke seluruh tim.</p>
<p>Area itu sih sepi sekali, tanpa penghuni tanpa warung tanpa listrik tanpa cahaya. Hanya tampak semacam area parkir dan area berteduh. Seluruh anggota tim duduk selonjoran di aspal dan mulai ada yang merokok. Suasana canda tawa tiba-tiba hadir kembali secara instan. Cokelat dan biskuit pun segera beredar. Melongok jam tangan saya melihat jam 1830. Hampir 13 jam kami menjalani trip ini.</p>
<p>Sama seperti trip trip menanjak yang lain, seberapa tinggi pun gunung, seberapa panjang pun tanjakan, pasti ada juga yang namanya ujung tanjakan. Semua penderitaan dan kesulitan selama perjalanan kok ya hilang begitu saja dengan sampai di tempat yang dituju.</p>
<p>Setelah seremonial foto dan menengok kawah putih yang guelap, akhirnya kami pun berangkat turun&#8230; Ya, turun kembali ke Ranca Upas melewati jalur onroad. Jalur onroad kita turun ini adalah jalur yang biasa digunakan orang-orang naik mobil/motor untuk berkunjung ke Kawah Putih.</p>
<p>Hanya dua dari empat pesepeda dengan lampu. Satu headlamp satu handlebar lamp. Turun dari sekitar 2200 m ke 1500 mdpl ini kami jalani dalam sekitar 30-45 menit. Rasanya panjang banget, dan jelas pasti dingin sekali. Hanya saya yang bawa windbreaker, rekan-rekan lain pasti lah kedinginan banget di trek turunan yang curam berkelok kelok ini. Kami hanya 2-3 kali pedalling, malah lebih sering menguji rem karena medan nya memang cukup menantang. Apalagi ditambah gelap.</p>
<p>Akhirnya dengan lega dan hati bahagia kami kembali menemukan kendaraan yang parkir di Ranca Upas. Jam sekitar menjelang jam 8 malam. Rasa tidak percaya berhasil melalui perjalanan ini. Rasa percaya diri juga bercampur didalamnya, karena ternyata masih diberi kekuatan untuk bisa melewati trek seberat ini.</p>
<p>Alhamdulillah&#8230;</p>
<p>SELESAI</p>
<p>Tracklog bisa dilihat <a href="http://www.bikemap.net/route/1319674" title="koloz8 track" target="_blank">disini&#8230;</a><br />
Foto-foto bisa dilihat <a href="http://cikarangmtb.wordpress.com/2011/11/22/kolozal8-ceritera-dan-foto/" title="ceritera-foto-kolozal8" target="_blank">disini..</a><br />
Keterangan acara Kolozal#8 ada <a href="http://cikarangmtb.wordpress.com/2011/10/19/kolozal-series8/" title="kolozal8" target="_blank">disini&#8230;</a></p>
<p>Laporan trip ini didukung oleh <a href="http://bikewearr.com/">Bikewear&#8230;</a></p>
<p><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2009/05/logo-bikewear.jpg?w=470&#038;h=154" alt="logo bikewear" title="logo bikewear" width="470" height="154" class="alignnone size-full wp-image-2106" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antoix.wordpress.com/3842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antoix.wordpress.com/3842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antoix.wordpress.com/3842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antoix.wordpress.com/3842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antoix.wordpress.com/3842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antoix.wordpress.com/3842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antoix.wordpress.com/3842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antoix.wordpress.com/3842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antoix.wordpress.com/3842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antoix.wordpress.com/3842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antoix.wordpress.com/3842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antoix.wordpress.com/3842/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antoix.wordpress.com/3842/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antoix.wordpress.com/3842/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3842&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antoix.wordpress.com/2011/11/27/kawah-putih3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f897020c624b2897c56583ee10270ad?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">antoix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikarangmtb.files.wordpress.com/2011/10/img_1496.jpg?w=500&#38;h=750" medium="image">
			<media:title type="html">diagonal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2009/05/logo-bikewear.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo bikewear</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ranca Upas to Kawah Putih; Survey Cikarangmtb Kolozal#8 ~ part2 of 3</title>
		<link>http://antoix.wordpress.com/2011/11/27/kawah-putih-survey2/</link>
		<comments>http://antoix.wordpress.com/2011/11/27/kawah-putih-survey2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 04:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antoix</dc:creator>
				<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda gunung]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda IPDN]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bicycle]]></category>
		<category><![CDATA[cikarang]]></category>
		<category><![CDATA[cross country]]></category>
		<category><![CDATA[cycling]]></category>
		<category><![CDATA[mountain bike]]></category>
		<category><![CDATA[uphill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antoix.wordpress.com/?p=3838</guid>
		<description><![CDATA[Lanjutan dari tulisan bagian pertama&#8230; Setelah ketemu pertigaan, jalanan menjadi melambung ke kanan, beberapa tanjakan menyambut, kontur masih jalan makadam, kadang makadam batu lepas di tengah perkebunan teh. Kiri kita adalah punggungan pegungungan penuh kebun teh dengan puncak-puncak berupa hutan, sementara di kanan bervariasi dari kebun teh dan juga kadang hutan. Kalau pas pemandangan terbuka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3838&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lanjutan dari tulisan <a href="http://antoix.wordpress.com/2011/11/27/kawah-putih-survey1/" target="_blank">bagian pertama&#8230;</a></p>
<p>Setelah ketemu pertigaan, jalanan menjadi melambung ke kanan, beberapa tanjakan menyambut, kontur masih jalan makadam, kadang makadam batu lepas di tengah perkebunan teh. Kiri kita adalah punggungan pegungungan penuh kebun teh dengan puncak-puncak berupa hutan, sementara di kanan bervariasi dari kebun teh dan juga kadang hutan. Kalau pas pemandangan terbuka ke arah lembah, udah deh, dengan cuaca cerah begini bakal jadi foto yang bikin iri siapapun di facebook&#8230;</p>
<p>Setelah tanjakan demi tanjakan yang memaksa saya berhenti ambil napas, maka tiba-tiba kita dihadapkan pada jalanan agak mendatar dan agak menurun. Di kanan bawah tampak desa kecil perkampungan di tengah kebun teh. Jalanan mendatar cenderung turun ini membuat malas untuk berhenti, mau nya mengayuh dan mengayuh terus. Angin tidaklah lagi semilir tapi sudah kencang berbunyi di telinga. Lalu tiba lah kita di sebuah tanjakan yang tampak bertumpuk dan bertumpuk&#8230;</p>
<p>Bertumpuk? Maksudnya tampak di depan jalan miring sekali keatas meliuk liuk merayapi kebun teh, menuju ke atas entah kemana. Sementara Gunung Patuha tampak menyembul masih lah jauh di belakang.</p>
<p>Benar saja, saya jadi teringat profil trek yang dilihat di bikemap tadi di Patengan. Tanjakannya total cuma ada tiga kok. Dalam hati saya berharap semoga ini sudahlah mulai tanjakan tahap ketiga. Sudah tinggal satu tanjakan saja, walaupun memang tampak panjang dan seperti tak ada putusnya keatas.</p>
<p>This is hard. Hanya maju 15 meter sudah membuat jantung saya bedetak naik dari 120bpm ke 170+bpm. Miring amat ya? Terpaksa saya berhenti dan membagi menyelesaikan tanjakan pendek ini menjadi beberapa bagian. Sementara tampak di sebelah kanan kebun teh yang dibongkar, diremajakan tanamannya. Saat menyelesaikan satu bagian, susah bener ya mendapatkan momentum untuk sekedar membuat sepeda mau berjalan lagi menyelesaikan tahap berikutnya. Ampun dah. Dalam hati saya berkata, &#8220;wah, kalo kaya gini terus apa ya cocok buat Kolozal??&#8221;</p>
<p>Kekhawatiran saya segera terjawab karena di depan ternyata jalan mendatar lalu bertemu jalan aspal. Menurut yang membuat trek, jalan aspal ini adalah jalan raya menuju ke arah pantai selatan, pantai Jayanti dan sekitarnya. Kami pun berhenti di sebuah warung, menyruput teh manis asli perkebunan Walini Situ Patengan. Sementara dari arah jalan aspal tampak hanyalah dekat di bawah Situ Patengan yang tenang airnya. Halah!! Rasanya sudah habis kok ya masih saja dekat dengan tempat makan siang tadi.</p>
<p>Di warung saya cerita kalau senang akhirnya kita memasuki tanjakan ketiga juga. Tanjakan ketiga maksudnya tanjakan terakhir sampai tujuan. Diketawain sama Eyang dan Papa TB. &#8220;hoahahahahaha&#8230; tanjakan ketiganya belum mulai Om, ini baru persiapan nya saja&#8230;&#8221; &#8221; WHATTT !!!????&#8221; hampir saja mata saya keluar dari kelopak karena melotot. Ampun dah trek ini. And still long way to go.</p>
<p>Buset, tanjakan sepanjang dan semiring tadi ternyata bukanlah tanjakan ketiga yang panjang dan miring tampak di kepek-an itu. Ah, memang ilmu membaca medan masih jongkok. Sambil pijat-pijat paha dan betis yang menegang, saya mulai mempersiapkan mental buat sebuah tanjakan offroad yang sangat amat panjang dan miring.</p>
<p><img src="http://cikarangmtb.files.wordpress.com/2011/10/peta-kolz8.jpg?w=500&amp;h=237" alt="peta" /><br />
[peta disusun oleh Om Hanif untuk cikarangmtb]</p>
<p>Hanya sebentar di warung ini, mengingat sudah lewat jam 2 dan masih ada satu tanjakan menanti. Beranjak lah tim genjot pelan di jalan mulus aspal onroad nanjak. Lho kok onroad? Halah! Jangan protes!!! Ini cuma berlangsung tak sampai 1km. Papa TB menghentikan kita di sebuah tikungan curam dan menunjuk jalan kekiri, makadam lepas miriiiinggg banget. Solusi mudah segera tampak di kepala sebagai opsi utama, TTB. Tapi penasaran, saya lanjutkan nanjak dikit lagi di jalan aspal, supaya dapat ancang-ancang, sambil menunggu heartrate turun ke 120bpm. Sedikit saya paksakan paha dan betis, emang enak ya ternyata melahap tanjakan pas yang lain lg TTB wkwkwkw&#8230;. meskipun pada gak tau kan saat ketemu belokan pertama, saya berhenti di 170bpm dan tersengal sengal hanya untuk bisa ambil napas yang lancar.</p>
<p>Sejak sprocket dan rd ganti ke SRAM, saya mendapati gigi 34T di belakang, lebih besar dari 32T yang biasa saya pakai sebelumnya di deore. Tapi kemudian di tanjakan-tanjakan ini saya temui bahwa 32T masihlah yang terbaik untuk melahap medan teknikal, kecepatan minimalnya masih dapat. 34T biasanya malah saya pakai saat agak landai dan bisa gowes spinning aerobik sambil menstabilkan napas dan degub jantung. Trik ini saya pakai sering sekali terus menerus sepanjang trip. Semakin curam tanjakannya semakin cepat crank saya kayuh di posisi sprocket 32T. Saya jumpai sering gagal di 34T karena momentum speed nya gak dapat. Halah! sok membahas&#8230; ujung-ujungnya berenti juga ambil napas! Intinya saya temui bahwa 10 speed di belakang belum tentu solusi juga untuk setiap orang, saya jadi semakin susah membayangkan kalo 36T dipasang di belakang seperti di sprocket series X0 yang ada di sepeda beberapa teman.</p>
<p>Diselingi dengan tidur di salah satu pertigaan (huenak bener memang tidur di tengah trek, wkwkw&#8230;. udara dingin buat bobo siang), akhirnya tanjakan demi tanjakan (sudaaahhh&#8230; jangan lagi tanya ada jalan datar atau turunan, ini sudah masuk tanjakan ketiga yang tiada henti&#8230;) harus kita lalui di tengah keindahan kebun teh yang kadang bercampur dengan hutan industri. Papa TB tampak mengarahkan memasuki singletrek kekanan, di tengah kebun teh. Ampun super asyik ini singletrek berkelok kelok di tengah keindahan alam dan kesegaran udara. Sampailah akhirnya kita di ujung tanjakan, jalan agak mendatar menyenggol sebuah kampung. Kampung ini akan menjadi kampung yang penting pada gowes KOLOZAL mendatang. Kampung ini akan membedakan orang waras dan tidak waras. Orang yang gemar menyiksa diri dan orang yang menberi deraan tubuh secukupnya saja.</p>
<p>Kampung ini tidaklah dimasuki namun hanya dicicipi gonggongan anjing nya di ujung jalan saja, lalu tampak jalan menanjak menuju ke atas, miring, terjal, batu, lepas, udara tipis. Hanya bergerak setiap 10-20 meter lalu berhenti ambil napas. Sebelah kiri kita sudah hutan, perkebunan teh semakin tertinggal jauh di sebelah kanan. Jalan kedepan semakin miring dan semakin memasuki kawasan hutan industri. Hutan berisi pohon rasamala, pohon kina, dan pohon pohon penahan air yang lain. Tampaknya memang dijaga untuk menyangga dan supply air ke kawasan perkebunan teh.</p>
<p>Akhirnya sampailah kita di titik 1800m dpl. Setelah tercerai berai, tim berkumpul dan regrup di titik ini. Mas Fotografer yang berjenggot sudah tidak mau lagi mengingat bahwa belio membawa kamera. Mukanya lurus banget waktu ditawari, &#8220;&#8230; pemandangannya bagus nih Om, kok gak difoto&#8230;&#8221; Untung masih muncul senyum simpul (sdikit aja), sambil buru2 ambil air, bukan ambil kamera.</p>
<p>Tim juga terheran heran melihat sebuah truk kepala kuning menuruni tanjakan dari arah atas. What the hell&#8230; bagaimana mungkin ini bisa terjadi? bagaimana itu truk mencapai atas sana? Kami semua melamun melihat tanjakan di depan dan tidak membayangkan lagi bisa mengayuh sepeda menjalaninya lha kok ini truk jalan saja? Yang ekstrim tidak hanya alam dan trek nya namun ternyata para pekerja perkebunan Walini pun telah berubah menjadi ekstrim dalam kesehariannya. Trek ini setelah diamati sambil menegak air dari bidon, tampak sangat mirip dengan trek turun trip Talaga Bodas yang tenar itu. Batunya segede2 sepatu, ada yang segede kepala. Batunya lepas di banyak tempat. Saya sedang membayangkan apa yang akan dilakukan para akap-ers Cikarangmtb menghadapi trek seperti di depan.</p>
<p>Gak usahlah tanya apa yang akan kami lakukan, salah seorang rekan segera memulai dengan bilang&#8230; &#8220;&#8230; tuntun bersama yuk&#8230;&#8221;</p>
<p>Titik finish kabarnya di ketinggian 2200mdpl dan kita masih 400m dibawahnya. Hari sudah mulai beranjak sore&#8230; Adzan ashar sudah lama lewat. Saat dorong saya jadi ingat lagi lagu Alamat Palsu. Sudah setinggi ini semoga saja bukan Alamat Palsu yang kita sedang cari&#8230;</p>
<p>cerita bersambung ke <a href="http://antoix.wordpress.com/2011/11/27/kawah-putih3/" title="part3" target="_blank">bagian ketiga&#8230;.</a></p>
<p>Laporan trip ini didukung oleh <a href="http://bikewearr.com/">Bikewear&#8230;</a></p>
<p><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2009/05/logo-bikewear.jpg?w=470&#038;h=154" alt="logo bikewear" title="logo bikewear" width="470" height="154" class="alignnone size-full wp-image-2106" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antoix.wordpress.com/3838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antoix.wordpress.com/3838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antoix.wordpress.com/3838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antoix.wordpress.com/3838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antoix.wordpress.com/3838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antoix.wordpress.com/3838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antoix.wordpress.com/3838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antoix.wordpress.com/3838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antoix.wordpress.com/3838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antoix.wordpress.com/3838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antoix.wordpress.com/3838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antoix.wordpress.com/3838/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antoix.wordpress.com/3838/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antoix.wordpress.com/3838/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3838&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antoix.wordpress.com/2011/11/27/kawah-putih-survey2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f897020c624b2897c56583ee10270ad?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">antoix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikarangmtb.files.wordpress.com/2011/10/peta-kolz8.jpg?w=500&#38;h=237" medium="image">
			<media:title type="html">peta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2009/05/logo-bikewear.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo bikewear</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ranca Upas to Kawah Putih; Survey Cikarangmtb Kolozal#8 ~ part1 of 3</title>
		<link>http://antoix.wordpress.com/2011/11/27/kawah-putih-survey1/</link>
		<comments>http://antoix.wordpress.com/2011/11/27/kawah-putih-survey1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 03:34:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antoix</dc:creator>
				<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda gunung]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda IPDN]]></category>
		<category><![CDATA[travel]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bicycle]]></category>
		<category><![CDATA[cikarang]]></category>
		<category><![CDATA[cross country]]></category>
		<category><![CDATA[cycling]]></category>
		<category><![CDATA[IPDN]]></category>
		<category><![CDATA[mountain bike]]></category>
		<category><![CDATA[nanjak]]></category>
		<category><![CDATA[uphill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antoix.wordpress.com/?p=3835</guid>
		<description><![CDATA[Trip ini 15 Oktober 2011, sekitar sebulan sebelum Kolozal#8 19 Nov 2011 Member trip adalah empat orang: Om Hanif, Om Rudy, Om Ardian dan antoix. Foto-foto dalam trip ini diambil oleh Om Rudy, Om Hanif, dan Om Sigit untuk cikarangmtb. Setelah menikmati keindahan pagi itu, karena tim empat sepedah telah bersiap untuk start. Siapakah track [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3835&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Trip ini 15 Oktober 2011, sekitar sebulan sebelum Kolozal#8 19 Nov 2011<br />
Member trip adalah empat orang: Om Hanif, Om Rudy, Om Ardian dan antoix.<br />
Foto-foto dalam trip ini diambil oleh Om Rudy, Om Hanif, dan Om Sigit untuk cikarangmtb.</p>
<p>Setelah menikmati keindahan pagi itu, karena tim empat sepedah telah bersiap untuk start. Siapakah track leader tentu tidaklah perlu dipertanyakan, Om Hanif aka. Papa TB aka. Trekbuilder yang memimpin di depan. Perjalanan hari itu pun dimulai dengan mengitar sekeliling Ranca Upas (ketinggian sekitar 1600m dpl) kemudian masuk merambat ke kebun sayur menyisir punggungan yang terletak di sebelah kiri jalan masuk ke Ranca Upas. Kata-kata pertama Papa TB saya ingat banget, &#8220;Trek nya dimulai disekitar sini lah, coba kita cari jalannya saja&#8230;&#8221; halah&#8230;!!!</p>
<p>Tampak indah di sebelah kanan trek, semacam kolam/danau kecil di tengah kawasan bumi perkemahan ini. Sebenernya kalo liat pemandangan dan empuk nya tenda kok ya tampak lebih menarik kongkow dalam tenda yah?</p>
<p><img src="http://cikarangmtb.files.wordpress.com/2011/10/img_1468.jpg?w=500&amp;h=333" alt="kolam ranca upas" /><br />
[foto karya om rudy untuk cikarangmtb]</p>
<p>Jalanan adalah singletrack yang meliuk liuk. Sedikit berdebu karena rupanya trek belum terlalu sering terkena hujan. Meliuk kanan kiri, sedikit bumbu batu makadam walaupun jarang, kami pun mendaki, menanjak sedikit demi sedikit. Singletrack heaven seperti ini memang selalu membuat kangen, apalagi dilakukan di tempat yang duingin begini, samasekali gak keringetan meskipun degub jantung menanjak mendekat melewati 170bpm. Tampak setelah melewati sebuah tanjakan panjang Papa TB dan Eyang berhenti di depan. Kita pun menunggu MasBro mendekat dan memperdengarkan lagu yang lagi top&#8230;</p>
<p>Kemanaaa&#8230; kemanaaa&#8230; kemana&#8230;?<br />
Kuharus mencari kemanaaaa&#8230;<br />
Kekasih setia&#8230;</p>
<p>Halah, alamat palsu deh, alias nyasar&#8230;!!<br />
Acara balik kanan pun segera dilakukan. Tanjakan jadi turunan dan turunan berubah jadi tanjakan.</p>
<p>GUABROK!!! GUABROK!!!<br />
Suara Kusen jati melibat turunan<br />
Semakin kencang suaranya saat menyisir tanjakan. Kencang suara napas maksudnya.</p>
<p>Tapi alamat palsu kita ternyata membawa ke sebuah pemandangan indah kebun teh tersaji setelah tanjakan. Kebun teh tampak berjajar rapiii sekali, tidak seperti kebun teh di tempat lain. Heran ini perkebunan cenderung blok-blok nya rapi dan simetris&#8230;</p>
<p>Cerita yang lalu sampailah kita pada punggung sebuah bukit dan diberi pemandangan yang sangat AM. Turunan terjal jauh ke bawah dari semacam hutan pohon rasamala/daun merah ke arah perkebunan teh. Setelah sotoy dan terjengkang, akhirnya memilih untuk TTB di turunan. Fyuih&#8230;</p>
<p>Kesegaran perkebunan teh segera menyergap, namun di tengah nikmatnya udara segar kebun teh kita dihadapkan pada tanjakan panjang makadam dan miring bener. Susah payah hanya untuk menghindar dari kegiatan menuntun. Setelah dihibur jalan mendatar di perkebunan teh kita tiba tiba disuguhi tanjakan teknikal dan miring makadam. Paha menjerit, betis menangis, dada serasa meledak. Namun semua terlupakan oleh sebuah pemandangan luarbiasa di balik ujung tanjakan&#8230;</p>
<p>Di kejauhan tampaklah keindahan Situ Patengan. Danau di ketinggian 1500an mdpl. Sementara tampak segera dibawah jalan inspeksi kebun teh meliuk liuk menuju ke situ itu. Aduh. Pengen rasanya berlama lama disini, tapi dilema juga melihat landscape nya yang tak bosan bosan dilihat. Tampak anggota trip paling sepuh, yang bernama Eyang, segera gak sabar menyambar turunan panjang. Tak sampai lima menit tampaklah beliau dengan jersey CMTB hanyalah seujung titik dibawah sana merambat perlahan di tengah indahnya landscape.</p>
<p>Karakter kebun teh nya juga unik, tampak di beberapa area ada semacam &#8216;rock garden&#8217;. Rupanya daerah ini sudah dekat dengan letusan gunung sejak jaman baheula. Batu batu vulkanik sebesar mobil dan sebesar rumah tampak menyembul di tengah kebun teh, kadang tepat di sebelah trek. Terasa sekali bau magma-nya area ini, walau mungkin letusan sudah ribuan tahun yang lalu.</p>
<p>Melihat pemandangan ini saya kok jadi lupa ya tentang &#8216;Alamat Palsu&#8217;&#8230; hehe&#8230; sudah pasti kita menuju ke tempat yang sesuatu banget&#8230;</p>
<p>Menanggapi tentang cerita ini yang fiksi, memang cerita ini hanyalah fiksi semata, namun semua cerita fiksi pada dasarnya diilhami oleh pengalaman nyata dari penulisnya kok. Jadi pengalaman nyata penulis, lalu dibumbui dan diedit, agar menyampaikan pesan bahwa penulisnya keren, gagah, tak pernah kalah, tak pernah lelah. Kan keren, buat pencitraan diri penulis. Nah kan? Nah, itu yang saya maksud fiksi.</p>
<p>Selain pemandangan kebun teh yang dilengkapi dengan &#8216;ornamen&#8217; batu batu besar, kawasan kebun teh ini juga tampak sangat amat rapi jali. Potongan-potongan teh nya tampak lebih halus, sehingga tampak dari atas kotak kotak area kebun teh ini seperti potongan-potongan tahu. Pernah lihat gak tahu besar di nampan sebelum dipotong-potong? Potonganya tampak rapi dan simetris. Unik sekali.</p>
<p>Lanjut cerita menjadi melahap turunan poanjaaang makadam. Di beberapa tempat turunan sangat amatlah curam. Hal ini membuat skill kita meng handle rem dan juga mengendalikan sepeda jadi sangat diuji. Kemiringan turunan dan makadamnya mengingatkan pada turunan trek rindualam menjelang paralayang atau turunan-turunan teknikal di trek Pondok Pemburu.</p>
<p>Gowes berlanjut ke area datar dan bertemulah kita dengan jalan aspal mulus menuju situ patengan. Acara selanjutnya adalah makan di warung Situ Patengan. Herannya saat makan di warung ini hampir semua peserta merasa &#8216;lupa&#8217; bahwa tadi pagi sudah sarapan (nasi goreng, telor ceplok, mie goreng, indomie rebus, bandrek, bala bala, pisang goreng&#8230; etc). List sepanjang itu kok ya bisa lupa.</p>
<p>Makan apa saja rasanya enak, keindahan Situ Patengan siang itu membuat makan kita pun makin nikmat. Angin juga semilir cenderung kencang. Sementara saya menikmati kaki selonjoran, dipijet-pijet, punggung diistirahatkan, dan yang terpenting dada ditenangkan pada &lt;100bpm, kita makan enak dulu; sate kambing plus nasi tak sampai lima menit lenyap dari pandangan mata. Glk glk glk&#8230; sruputan teh walini juga membuat dada enak sekali.</p>
<p>Ada satu sih yang bikin gak enak, tampak di kejauhan mata, di belakang nun jauh disana, Gunung Patuha dengan Kawah Putih-nya. Tampak agung sekali di ketinggian. Indah dan tidak angkuh sih, tapi sangat berwibawa. Apa iya ya kita akan sampai ke tujuan yang diharapkan? Kok tampaknya tinggi banget dan waktu pun tinggal setengah hari? Mata mengantuk tidak hanya karena perut kenyang tapi juga karena semalam cuma tidur dua jam.</p>
<p>Tak berapa lama kami pun segera beranjak. Trek mengitari Situ Patengan jalan kembali makadam inspeksi kebun teh. Disini kita juga temui ternyata teknik memotong daun teh yang diterapkan sedikit berbeda dengan kebun yang lain. Daun teh bukan dipetik tapi digunting dengan gunting tangan khusus. Kebayang kecepatan petik nya bakal bertambah, namun juga mengakibatkan penampakan potongan kebun teh menjadi berbeda, menjadi tampak lebih rata dan halus, seperti tahu.</p>
<p><img src="http://cikarangmtb.files.wordpress.com/2011/10/img_1489.jpg?w=500&amp;h=333" alt="situ patengan" /><br />
[foto karya om rudy untuk cikarangmtb]</p>
<p>Setelah mengitar sempat ada foto dengan latarbelakang danau Situ Patengan, kita segera beranjak naik, nanjak, naik, nanjak, hosh hosh hosh. Yang menarik adalah hanya di beberapa area saja tanjakan tampak sangat kejam, tempat yang lain cukup memanjakan jantung dan tidaklah perlu bekerja sampai maksimal. Lalu sampailah kita di suatu pertigaan. Untuk selanjutnya pertigaan legendaris ini kita namain pertigaan &#039;chicken way dan bebek way&#039;. Papa TB yang paham penjelasannya yang jelas kita ambil jalan ke kanan, yang tampak lebih landai daripada jalan ke kiri yang tampak sangat miring.</p>
<p>Rasanya saya tidak perlu lagi menjelaskan pemandangan kebun teh nya. Dimanapun kebun teh tidak ada yang tidak indah dan tidak dingin.Yang jelas ini gowes tanpa keringat.</p>
<p>bersambung ke <a href="http://antoix.wordpress.com/2011/11/27/kawah-putih-survey2/" title="bagian kedua" target="_blank">bagian kedua&#8230;</a></p>
<p>Laporan trip ini didukung oleh <a href="http://bikewearr.com/">Bikewear&#8230;</a></p>
<p><img src="http://antoix.files.wordpress.com/2009/05/logo-bikewear.jpg?w=470&#038;h=154" alt="logo bikewear" title="logo bikewear" width="470" height="154" class="alignnone size-full wp-image-2106" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antoix.wordpress.com/3835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antoix.wordpress.com/3835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antoix.wordpress.com/3835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antoix.wordpress.com/3835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antoix.wordpress.com/3835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antoix.wordpress.com/3835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antoix.wordpress.com/3835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antoix.wordpress.com/3835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antoix.wordpress.com/3835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antoix.wordpress.com/3835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antoix.wordpress.com/3835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antoix.wordpress.com/3835/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antoix.wordpress.com/3835/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antoix.wordpress.com/3835/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3835&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antoix.wordpress.com/2011/11/27/kawah-putih-survey1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f897020c624b2897c56583ee10270ad?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">antoix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikarangmtb.files.wordpress.com/2011/10/img_1468.jpg?w=500&#38;h=333" medium="image">
			<media:title type="html">kolam ranca upas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cikarangmtb.files.wordpress.com/2011/10/img_1489.jpg?w=500&#38;h=333" medium="image">
			<media:title type="html">situ patengan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antoix.files.wordpress.com/2009/05/logo-bikewear.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo bikewear</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gowes Bimbel, Sendirian Night Ride Cikarang-San Diego-Pasir Congcot-Jembatan Gantung-Cikarang</title>
		<link>http://antoix.wordpress.com/2011/11/17/gowes-bimbel-sendirian-night-ride-cikarang-san-diego-pasir-congcot-jembatan-gantung-cikarang/</link>
		<comments>http://antoix.wordpress.com/2011/11/17/gowes-bimbel-sendirian-night-ride-cikarang-san-diego-pasir-congcot-jembatan-gantung-cikarang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 18:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antoix</dc:creator>
				<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda gunung]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda jalur cikarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antoix.wordpress.com/?p=3832</guid>
		<description><![CDATA[(gowes bimbel 6 Nov 2011, gak ada foto gak bawa kamera) Bingung saya mau nulis bagaimana dan dimana, kayaknya sotoy banget, tapi bener saya sangat menikmati perjalanan &#8216;Gowes bimbel&#8217; semalam. Dari siang udah males banget kerja, dan hari kemarin load kerja juga kebetulan lagi slow, makanya udah ancang2 akan pulang tepat waktu, apalagi ada kabar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3832&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(gowes bimbel 6 Nov 2011, gak ada foto gak bawa kamera)</p>
<p>Bingung saya mau nulis bagaimana dan dimana, kayaknya sotoy banget, tapi bener saya sangat menikmati perjalanan &#8216;Gowes bimbel&#8217; semalam.</p>
<p>Dari siang udah males banget kerja, dan hari kemarin load kerja juga kebetulan lagi slow, makanya udah ancang2 akan pulang tepat waktu, apalagi ada kabar kalau MasBro bisa ada kemungkinan join dengan sepedah baru nya&#8230; makin semangat. Sayangnya sore2 ada kabar kalau sepeda baru nya belumlah siap digowes, belum dirakit.</p>
<p>Minggu lalu saya dibelikan istri GPS. Bener lho, dibelikan !! Sudah penasarang banget pengen nyobain gadget baru. Dari kemarin udah terus terusan nyobain install lagi google earth dan download file2 gps dari site bikemap, sharing nya Om Hanif <a href="http://www.bikemap.net/user/hmarga/routes" title="http://www.bikemap.net/user/hmarga/routes">http://www.bikemap.net/user/hmarga/routes </a>. Salah satu yang saya sangat penasaran adalah pengen nyobain gowes asli hanya di guide oleh GPS. Technologically it should be possible.</p>
<p>Setelah masbro bilang gak jadi saya pun bilang bbm kalau kita tunda selasa, lalu saya liat lagi mapsource (software nya garmin) dan mulai melukis trek yang kemarin san diego sama Om Hanif berdua gowes 3 jam itu. Saya coba juga sambil tengok-tengok persimpangan dan perpaduan dengan trek2 sharing Om Hanif lainnya tentang kawasan Cherry dan sekitarnya. Ada trek Walahar-Cherry-Pangkalan, ada trek FUNCHERRY, ada juga trek Cherry dari AA Bike. Semakin saya zoom area cherry pasircongcot semakin saya kagum. Ini area seperti sarang laba-laba. Rumit tapi sambung menyambung. Dan jalannya sangat amat tidak terstruktur. Tidak ada jalan lurus arah utara-selatan-timur-barat, semuanya hanya seperti web saja. Gelo emang. Pantes aja papa tb aja nyasar.</p>
<p>Akhirnya selesai juga draft-ing rute Rumah-San Diego-Pasircongcot-Jemb Gantung-Rumah&#8230; langsung saya upload ke gps handheld. Wah, sambil nengok wheater forecast. Halah, besok selasa hujaaaannn.. langsung deh tanpa pikir panjang saya ganti baju sepeda, kali ini stetelan gak bawa tas. Cuma ban dan tools di tas kecil bawah sadel dan bawa bidon saja. Tentusaja bawa hp, lampu dan gps unit.</p>
<p>Sampai ketemu jalan raya pangkalan 30 menit. Lalu kita mulai nyeberang jalan tol dan masuklah keluar jalan utama, mulai offroad dan dapat jalan tanah. GPS saya pasang mode peta dan saya setel supaya dia backlight nya nyala terus. Enak banget di guide sama draft trek yang sudah di dalam GPS saya mulai masuk singletrek, mirip telletubbies jalam dulu, yummy banget nanjak, anjing menggonggong di kejauhan kampung. Akhirnya ketemu jalan makadam dan ujung tanjakan hutan akasia kecil lengkap dengan rumah terbengkalai tempat saya memotret om hanif &#8216;merenung&#8217; tempo hari. Cuma mark di gps titik ini lalu lanjut. Jalanan sepi banget. Tak terdengar apapaun. Trek tampak basah habis hujan, tapi mungkin hujan-nya tidaklah deras sehingga tidak membuat tanah menjadi lumpur. Trek nya nanjak yummy sampai ketemu kampung di sebelah san diego dan akhirnya di warung san diego.</p>
<p>Paling mengerikan adalah perjalanan selepas warung san diego sampai pasircongcot. Ampun deh. Selain gelap dan sangat sepi juga jarang banget rumah. Seperti teman teman tahu tidak tampak ada listrik juga di area ini. Berturut turut saya ketemu pertigaan masuk kawasan perhutani (dijaga brimob ber senapan), lalu masjid sumbangan pesepeda, terus dalam gelap dan hosh hosh memerangi ketakutan diri masuk ke tanjakan mekarsari (?). Trek secara keseluruhan sangatlah asyik. Tampak trek memang sudah kena hujan, bau tanah nya asik banget. Juga di atas bulan cukup terang bersinar, saya jadi bisa lihat lingkungan seputar trek dari cahaya bulan. Beberapa bagian trek, terutama di cerukan ujung turuanan dan di kampung-kampung, sudah mulai jadi kubangan lumpur. Sedih, moga-moga saja masih bisa dilewati asyik lagi ini trek.</p>
<p>Degub jantung terusterang saya gak sempat liat ke heartrate monitor. Tapi dari pengalaman sprint dengan Om Hanif, hanyalah sekali hrm mencapai 170bpm. Selain itu dada dan napas terasa enak banget. Kalau mungkin teman-teman pernah dengar kalau saya tidak suka rolling, kayaknya sudah harus ditinjau ulah itu statement. Mungkin berubah jadi suka sih kagak ya, tapi ya itu, rolling terasa enak, bergantian tanjakan dan turunan, sprint meskipun karena gelap tidaklah bisa se kencang waktu duet Om Hanif pas di turunan. Rasanya semua tanjakan alhamdulliah bisa kerasa enak di dada. Itu makanya kerasa enak dan malas sekali berhenti. Mau berhenti gimana kalau sekitar trek suepiii&#8230; sekali. Saya udah pasrah. Kalau misalnya ada yg ngerampok, hp, sepeda dan gps sudah saya siapkan untuk di handover wkwkwkw&#8230;.</p>
<p>Tiba-tiba rumah yang tadinya 2-3 tanjakan baru ketemu, lama lama makin sering di sekitar jalan. Nah akhirnya masuk deh ke Pasircongcot dan sungai Cibeet.</p>
<p>Melewati jalur Jembatan Gantung terbalik pun sensasinya lain sekali. Sendiri, gelap, ngeri juga. Adventurous nya kerasa tambah kental dengan gowes sendiri. Resiko tentusaja ada, tapi itu bagian dari bumbu gowes malam ini. Juga waktu menyeberang jembatan gantung. Sendirian kayu jembatan berderak dilindas dua ban. Waktu di san diego saya bbm ke Om Rudi dan Om Hanif, saya bilang saya gowes bertiga, ditemani ban depan dan belakang ke san diego. Minimal kalo ada apa-apa ada yang tau saya ada dimana.</p>
<p>Nanjak setelah jembatan gantung lewat daerah kuburang angker itu, aduh deg-deg-an nya melebihi ke kawah putih. Soalnya selain sendirian Om Hanif juga bbm bilang kalo &#8216;hati-hati ada domba putih&#8217;. Halah&#8230;</p>
<p>Akhirnya setelah sumur gas, masuk kampung, baru kerasa lelah banget. Saya sampe hilang orientasi dan mutar2 di jalan beton kampung bawah sutet itu sebelum akhirnya nyampe di AA Bike jam 2145. Perjalanan hampir tanpa berhenti, maksimum 5 menit di tiga titik: minum di jalan pangkalan, di san diego warung dan di cibeet warung. Berangkat 1830an jadi total 3jam lebih&#8230;.</p>
<p>What a ride !!!</p>
<p>Saya belum tentu berani lagi buat mengulanginya&#8230; sendirian gowes trek ini night-ride</p>
<p>Tracklog ada disini <a href="http://www.bikemap.net/route/1329078" title="http://www.bikemap.net/route/1329078"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antoix.wordpress.com/3832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antoix.wordpress.com/3832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antoix.wordpress.com/3832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antoix.wordpress.com/3832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antoix.wordpress.com/3832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antoix.wordpress.com/3832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antoix.wordpress.com/3832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antoix.wordpress.com/3832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antoix.wordpress.com/3832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antoix.wordpress.com/3832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antoix.wordpress.com/3832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antoix.wordpress.com/3832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antoix.wordpress.com/3832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antoix.wordpress.com/3832/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antoix.wordpress.com&amp;blog=311161&amp;post=3832&amp;subd=antoix&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antoix.wordpress.com/2011/11/17/gowes-bimbel-sendirian-night-ride-cikarang-san-diego-pasir-congcot-jembatan-gantung-cikarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f897020c624b2897c56583ee10270ad?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">antoix</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
