Arsip untuk sepeda lipat

GOTRI 8 Nov

Merasa ‘musti’ posting hari ini, ini aja deh temanya: Gotri = Gowes bareng istri.

Trek harus disesuaikan, jaraknya, rutenya, cari yang teduh, ditutup dengan site makanan dan minuman yang menarik…. hehehe… Ini di suatu pagi di seputaran kompleks kami tinggal; Cikarang Baru

Acara genjot berkeringat harus disertai dengan photo session biar menarik dan lupa bakar kalori…

Komentar (1) »

Lika liku markir sepeda di rumah…

Topik klasik yah?

Tapi buat saya yang punya rumah tipe kecil, ini hal yang sulit dan perlu trik khusus. Kita harus bersiasat dengan:
- rumah (dan otomatis) space tersedia yang sempit
- habis genjot offroad sepeda kotor
- jangkauan anak kecil (horror story ttg terjepit ban belakang)
- berdiri atau digantung?
- di tembok atau di atap?
- dikunci atau tidak?
- di depan atau di belakang?
- dikerudungin atau dibiarkan berdebu?
dan….
- sering dipakai atau tidak (hehehe…)

Saya pernah coba digantung di tembok. Pulang kerja saya temui sepeda sudah tergeletak jatuh dengan sukses dan menimpa koleksi tanaman yang daun-daun nya tumbuh pun kita tunggu.

Saya pernah taruh di ruang tamu, lebih bisa sering dipandangi dan dikagumi, tapi paling ribet kalau kotor dan belum sempat mencuci

Saya pernah kunci untuk keamanan tapi kok seperti gak keren, sepeda gunung kok dikunci… wakakaka…

Ini pada akhirnya yang saya lakukan pada dua sepeda di rumah sekarang…

parkir dibelakang

AN081207

AN110267

Komentar bertahan »

Setelah 25 bulan bike to work…

Hari ini sangat istimewa, berangkat kerja ditemani Neng Uu’, si Polygon Urbano. Sepeda lipat dengan ban 20“.

Sudah lama sekali saya tidak bike to work dengan sepeda lipat, sejak kehadiran sodara mudanya yg mentul2, neng Uu’ tampak terpinggirkan. Sebelum berangkat pun tadi sempat harus pompa ban nya dulu. Kasihan juga melihat kondisi nya. Sepeda ini tampak banyak berdebu, bukan debu jalanan atau debu trek, tapi debu karena terlalu lama tidak diajak genjot dan dicuci.

Setelah lama terbius oleh si SX, kembali saya terkagum dengan kelincahan dan posisi riding sepeda lipat ini. Karena ban lebih kecil, dengan lincah dia bisa diajak meliuk-liuk berdansa di tengah motor dan mobil yang macet dan antri di gerbang jababeka. Wuih… mantap bener. Memang sepeda ini diciptakan untuk commutting, berpegian dalam kota. Sudah pas banget nih.

Tiba2 ada pengendara motor nyebelahin…. “… gak lelah ya Om, puasa-puasa naik sepedah..?” Wakakakaka… ternyata Om Ivan Isur yang menegor!! Jadi deh teringat rencana gowes sore pat pat gulipat yang rencananya akan dilaksanakan tengah minggu ini. Seperti layaknya gowes lipetan, tentu harus diakhiri dengan photo session dan kulineran.

1

Masih siang hari saat kutulis post ini.
Tak sabar segera ingin sore dan bike to home, bersepeda pulang kantor kembali ke rumah. Menikmati sisa-sisa hari terakhir ber-bike to work di senin, 31 Aug 2009 ini. Tepat sekitar 2 tahun sejak mulai bike to work hampir tiap hari di akhir Juli 2007.

Komentar bertahan »

Sepeda Lipat Polygon Urbano 2008

1
4sepeda_PICT1544
4

Semula sepeda ini foto polosnya seperti diatas, lalu sudah mulai diubah dikit dengan dilepas rack dan dipasang Topeak MTX bike rack.

topeak_090530_PICT5174

2

topeak_090530_PICT5176

topeak_090530_PICT5183

3

Post saya yang lain tentang Polygon Urbano:
Seminggu naik Polygon Urbano
Dua minggu naik Polygon Urbano
Tujuh minggu bersama Polygon Urbano

Komentar (8) »

Dijual: Topeak MTX Quick Track

Dibeli sekitar setahun yang lalu di Rodalink.
Harga fixed 600rb
dapat Tas dan holder-nya ke Seatpost
kontak sms ke 021-95388323 dg Anto
posisi di Cikarang-Bekasi
bisa juga dipasang di seatpost MTB
keterangan dari site Topeak disini…
dan http://www.topeak.com/mediafiles/products/610/

topeak_090530_PICT5175

topeak_090530_PICT5176

topeak_090530_PICT5177

topeak_090530_PICT5178

topeak_090530_PICT5179

topeak_090530_PICT5180

topeak_090530_PICT5184

topeak_090530_PICT5185

topeak_090530_PICT5186

Komentar (2) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.