enjoy every cadence, every breath…

sepeda jalur cikarang

TONGSIS RIDE – 5 th AA Bike – CikarangMTB

rIMG_1562rIMG_1544Cikarang, 8 June 2014

Salah satu peninggalan, legacy, dari Kang Asol almarhum, untuk persepedaan di Cikarang adalah acara ultah AA Bike. Sejak ultah pertama, Kang Asol dan Om Adji, selalu menyertakan acara gathering pesepeda, pada khususnya pesepeda gunung. Berikut beberapa tulisan saya sebelumnya tentang acara ultah AA Bike. Ultah toko sepeda yang sudah susah dipisahkan acaranya dari ultah Komunitas CikarangMTB:

2009 Pembukaan AA Bike – AA Bike Soft Launch
2010 Ultah ke-1 AA Bike – Greenland Mud Party
2012 Ultah ke-3 AA Bike – Rally Perang
2013 Ultah ke-4 AA Bike – YouTube Video Martabak Ride
2014 Ultah ke-5 AA Bike – YouTube Video Tongsis Ride

rIMG_1577rIMG_1588 Bentuk acara nya pun berubah ubah. Setelah bersepeda santai bersama menikmati trek offroad seputar Cikarang, namun juga pernah dikemas dengan tema team rally. Dengan membekali peserta dengan peta dan kemudian ditunggu di titik finish dengan diukur ketepatan waktu. Seru, karena tentusaja, banyak yang nyasar. Dan memang itulah bumbu yang ditunggu.

Setelah meninggal nya Om Asol, meski sempat ada Martabak Ride dengan start dan finish di AA Bike Tegaldanas, maka sejak AA Bike pindah lokasi ke Ruko Sentra Niaga Mas Cikarang Baru, penyelenggaraan TONGSIS RIDE ini adalah untuk pertama kalinya dilakukan dengan Om Ratman yang mengelola AA Bike sekarang sebagai tuan rumah utama. Waktu acara pun kali ini agak berbeda, jika semula di awal tahun, sekitar Januar-Februari (saat trek Cikarang basah dan berlumpur pekat) kali ini dilakukan di pertengahan tahun (saat trek Cikarang relatif kering dan enak enaknya).

Seperti juga penyelenggaraan acara ini sebelumnya, animo peserta selalu mengagetkan dan sekaligus menggembirakan. Sebagai tuan rumah tentu meskipun sederhana AA Bike menyediakan kudapan, tentu membuat ketar ketir kala ternyata yang mendaftar melebihi angka 300, mungkin juga karena event ini gratis. Dari tahun ke tahun memang sudah dan selalu terbukti jika acara ini akan mengumpulkan banyak orang dari berbagai kalangan dari berbagai geografis sampai sejauh Jonggol dan Bekasi serta Tangerang.

rIMG_1595rIMG_1627Trek yang dipilih kali ini adalah trek klasik terbaru dari rekan rekan CikarangMTB, trek AA Bike-Tanjakan Emad-Kebun Jati-Tower-Tanjakan Jiper-Tanjakan Astra Otoparts-AA Bike. Karena jumlah pemandu jalur yang terbatas, dan peserta yang datang dari seputaran Cikarang maka selain banyak yang memilih jalur sendiri, banyak pula yang langsung belok menuju titik finish sendiri. Apalagi setelah mengetahui door prize nya sudah tidak dapat. Undian door prize dilakukan di pintu masuk ke kawasan kebun jati.

Acara tahunan rutin yang selalu ditunggu dan selalu seru. Setiap tahun juga selalu ada kejadian berkesan yang menjadi ‘landmark’ acara. Seperti kejadian tahun ini adalah lika liku Om Eyang Uyut Adjie sebagai kapiten dan juga kisah tentang pendiri CikaranMTB…

Sampai ketemu di event tahun depan…


Telletubbies Hills, Cikarang – DUG DUG solo ride (En)

DCIM100GOPROCikarang, 9 July 2014

It’s became a routine ride, spend a fasting ride closed with ‘buka puasa’. Year after year of my mountain bike hobby then one by one come from my memories all past fasting rides from 2007 when I started this mountain bike activity.

Fasting and ride a mountain bike on off-road tracks will sound like a non-healthy activity. Mmm… yes that maybe right. But actually when you pass the 1st week of fasting month, your daily life cycle and your body already adapting to the fasting routines. It doesn’t have to be that non-healthy…

DCIM100GOPROAnd the best way to minimize the fasting effect I found to be taking an evening ride for approximately 1 hour ride, around 15-20kilometers off-road rides and break the fasting in the end or in the middle of the ride.

This will not allow our body to be overly dehydrated, directly giving our body water input at the end of the ride. And you will not be able to understand the beauty of this ride, until you try by yourself. Fasting itself already a physical treatment with emotional relief during breaking the fast, and the sensation of mountain biking been just giving an ice on the cake. Make it more interesting.

Then year to year, break fasting ride been the activity highly anticipated during the fasting month..


WJxc Ride#27 Bimbel Leuwimalang – TPS Ride (English)

r20140510_060231r20140510_060419r20140510_061038r20140510_072338Cikarang, 10 May 2014

Backyard bicycle track…
Yes, do not underestimate backyard. Your own backyard, the place you think you have known and tried each options available. If you underestimate your backyard tracks, regret will be guaranteed. And this ‘bimbel’ (come out of bahasa word ‘bimbingan belajar’, means learning and trials) track, is one of series I have tried to gather around my backyard, in Cikarang area, Kab Bekasi.

Start with a (yet now become) classic ‘Cilangkara Hutan Jati’ track, including the beauty of fireroads and singletracks, which have become more and more hard to find. Also including a climb to the ‘view tower’ in the middle of the teak-woods fields (hutan jati).

But ‘hutan jati’ or teak-woods is only intermediate transit, we go try to find new options going trough the cluster Cibiru of Lippo Cikarang housing. It was not an easy push and mud tracks until we found better condition road part of Industrial estate area. The trip to ‘hutan jati’ was also take a visit of ‘Tanjakan Emad’ which was recently found to be one of a few last technical uphill section in the area.

Then we go to the new exploration area, beyond Pasir Kupang Rd. and it goes to the area called Leuwi Malang. This road identified to be a straight lines, beside the irrigation lines. From the survey using Google Earth database it was looks like we will have a bridge over the river, which was not found. Whoa!! The (un)-expected surprise which will can be found when we try actually the lines.

r20140510_080832r20140510_085714r20140510_085945r20140510_092659

We were lucky enough to get a bamboo ride to cross the river. Although the river seen to be not deep and the stream was safe. The track after cross the river was even more interesting. A combination of limestone fire-road plus un-even yet become technical rock base lines, giving us excitement of cross country cycling. This kind of lines usually we got in the past not far from our residence, on our backyard. Due to industrial estate and housing developments around the area, now we need to ride overall 50km to find the same excitement.

But it was worth the ride…

Then the track goes back to our familiar Pasir kupang area, facing the hot noon hot Cikarang area sunshine, running back push to pedal our bikes to home. The ballot of House representative elections been waiting. This is why it was called ‘TPS Ride’…

Still want to underestimate your backyard???

Riding Specialized Carve 29″ hardtail 2012
tyres: Continental X-King 2.2
uphill: 6/10
singletrack: 5/10
downhill: 3/10
technical: 6/10
endurance: 7/10
landscape view: 7/10

This ride report supported by Bikewearr, hardcore biking apparell
www.facebook.com/bikewearr
twitter:bikewearr


Bikewearr Century Ride Cigeuntis – WJxc Ride#28

Cikarang, 27 Mei 2014

Libuuuuurrr hari selasa… Libur kejepit dan tidak cuti, ada baiknya kita gunakan untuk gowes sepeda gunung, dan pilihan trek kali ini adalah trek KOLOZAL#3 nya CikarangMTB, trek kolozal Mei 2009, trek kolozal lima tahun lalu, sepuluh edisi kolozal yang lalu.

Trek lama perlu diberi bumbu, dan bumbu kali ini ada dua!!!

IMG-20140528-WA0014Bumbu#1 adalah digenjot dari Cikarang. Ya, supaya jadi century ride, genjot 100+ km. Ini sama persis dengan gowes mati lampu, kembali di tahun 2009 akhir, saat bertiga Om Ardian dan Om Didi … Waktu itu sama sama gowes weekdays hanya berganti teman saja kali ini. Pernah juga gowes Cigeuntis dari Cikarang bersama Om Rudy Om Stef dan nTe Rahmi

Gowes Survey CikarangMTB Kolozal#3 Cigeuntis 2009 Mei…
Gowes Matilampu Cigeuntis bersama Eyang AN 2009 Nov…
Gowes Lebaran Cigeuntis bersama nTe Rahmi 2011 Sep…

Bumbu#2 yang lebih terasa adalah rekan gowesnya, kali ini saya bersama Om Sigit menemani tiga orang yang kebetulan katanya belum pernah melewati trek offroad Cigeuntis ala Kolozal. Ketiga rekan ini sih gowesannya sudah susah dikejar, tapi ke Cigeuntis selalu lewat jalan raya Pangkalan Loji, dan bisa mandi pagi di Cigentis lalu sebelum makan siang udah rapi di rumah.

Bumbu#3 trip ini diberi nama Bikewearr Ride oleh Owner Bikewearr om Sigit. Asiiikkk… senang tentu bisa bersama kembali dalam Bikewearr Ride#2 setelah yang pertama sekitar 3 tahun lalu. Kelima peserta trip pun memakai jersey produksi Bikewearr. Semua dokumentasi foto di post trip ini adalah jepretan Om Sigit Bikewearr, makanya berwarna… hehe

IMG-20140528-WA0015Dan gowes pun segera dimulai dengan rencana berangkat jam 0530 tapi team leader baru bangun jam 0545 setelah insomnia sampe subuh. Langsung melesat lewat onroad saja ke arah Pemda Kab Bekasi dan napak tilas jalur kampung saat lima tahun lebih lalu diajak offroad pertama Kang Asol, jadi tidak nembus ke SMA2 Cikarang. Lanjut Pasir Kupang dan masuk ke Medal Krisna mulai deh offroad batu makadam rolling termasuk melewati singletrack ‘nenek jambu’.

Di trip yang lalu bareng Om Okky dan Om Heru kami bertemu nenek membawa jambu yang tidak mau minggir di singletrack dan tertawa terus seperti suara nenek lampir di sinetron. Padahal siang bolong. Hari itu kami tidak bertemu nenek jambu, tapi trek lebih licin karena beberapa hari lalu hujan. Trek sudah banyak yang terkena perbaikan jalan dengan beton padahal dulu makadam dan sirtu, kami pun pitstop di warung yang dulu dipake pitstop juga pada trip Cigentis dengan MbahBro.

IMG-20140528-WA0012Lewat Madal Krisno kita pun mulai masuk ke jalan raya Cariu-Pangkalan. Lumayan juga lewat dua tiga jembatan sebelum akhirnya masuk ke desa Phillips. Nama desa nya unik karena kabarnya dahulu Phillips perusahaan alat listrik pernah merubah desa ini jadi terang benderang. Kaget juga melihat jalan masuk ke desa Phillips sudah di beton juga, untung cuma sekitar 200m dan kami pun kembali menikmati makadam campur semen di beberapa area dalam kampung sampai di pinggir sungai Cigeuntis. Waktu masih menunjukkan jam 10 siang lebih. Pitstop adalah wajib di area ini dan mulai sesi fotografi nya Bikewearr…

Setelah indomie telor masuk ke perut maka kita pun menyeberang sungai Cigeuntis, batu batu bulat yang licin, air mengalir, plus juga genjot di selokan doubletrack sebelum masuk ke desa. Belum lagi latarbelakang kaki pegunungan Sanggabuana yang menjulang julang seperti punuk. Eksotis dan memang hanya kita bisa jumpai di trek ini saja. Setelah itu ternyat kita menjumlai jalan landai panjang di kaki Gunung Goong telah berubah menjadi beton mulus, yang semakin panas memantul dan semakin membuat berasa tidak sampai sampai, untung segera kita disuguhi tanjakan makadam yang masih murni seperti 5 tahun lalu saat nanjak ke pohon besar.

Tak lama melipir kita pun sampai di Warung Wisata Curug Cigeuntis dan makan siang. Perjalanan baru 47 kilometer dan kami pun menyempatkan makan kenyang dan tidur sebentar.

Perjalan pulang balik ke Cikarang tidaklah terlalu banyak kisah karena melewati jalan raya Pangkalan Loji dan berbelok di sebelah kalimalang dari Kobakbiru, terus via beton kalimalang sampai Cikarang Baru. Finish jam 430 sore an. Paha menjerit dan pantat panas, khas perjalanan century ride 100+ kilometer…

Riding Specialized Carve 29″ hardtail 2012
tyres: Continental X-King 2.2
uphill: 7/10
singletrack: 4/10
downhill: 3/10
technical: 5/10
endurance: 9/10
landscape view: 8/10

This ride report supported by Bikewearr, hardcore biking apparell
www.facebook.com/bikewearr
twitter:bikewearr


Gowes pilek sabtu pagi penutup tahun 2013

wIMG_0419kapalselam

Mmm… kayaknya udah lama banget ya tidak nulis cerita gowes di milis dan blog. Oke kita mulai tulis saja untuk juga meramaikan milis menjelang KOLOZAL

ini sebenarnya genjot sudah sabtu beberapa bulan yang lalu, weekend terakhir di 2013. Sebenernya waktu 5 hari libur kerja sempat sudah putus asa tidak akan ada acara gowes, begitu libur dimulai lha kok pilek juga dimulai… Tapi syukurlah sabtu pagi itu jadi juga gowes.

Teman gowesnya siapa?
Milis dan group watsapp masih terus dibanjiri dengan cerita dan foto foto rekan rekan yang lagi di seantero pulau Jawa. Tapi tumben kali ini saya tidak pengen keluar kota, mungkin juga bawaan pilek, jadi ya sepanjang lima hari berkutat seputar Cikarang. Bahkan bekasi pun tidak. Jadi cari teman gowes agak ribet juga untung akhirnya Eyang AN nyahut. Asiiikkk rasanya udah lama banget juga tidak gowes Cikarang an sama Eyang.

Dan pagi itu pun saya memarkir Ki Lobang di AA Bike yang tutup dan sepi. Yang ada cuma kapal selam dan juga Eyang beserta Bu Titi yang siap gowes pagi yang tampak cerah ini…

wIMG_0424duetBanyak yang sering bilang, gowes dengan siapa aja seru selama gowes sepeda. Trus juga ada yang bilang yang penting sepeda dan dengkul sama mental. Tapi dari pengalaman teman gowes selalu memberi bumbu tersendiri dari acara gowes. Sambil mulai gowes ke arah Gemalapik kita obrol obrol lalu saya lempar satu pancingan yang saya tahu pasti disambut baik. “Om, saya liat ada belokan, kayaknya sih ujungnya buntu. Ayo kita coba buktikan apa benar buntu…” Gowes nyasar bersama jago nyasar… apa lagi coba yang kita perlukan untuk memperindah gowes hari ini?

Belokan terduga buntu itu pun memberi kami singletrack, licin licin berlumpur sisa hujan semalam, masuk ke bawah rimbunnya bambu yang embunnya masih netes netes. Rekan saya gowes pun berhenti dan mulai mengeluarkan jurus jurus jepret kamera nya. Herannya, kembali ke penemuan singletrack, kok ujung singletrack itu kuburan ya? Hohoho… Rupanya terinspirasi oleh ‘pembuktian jalan buntu’, rekan gowes saya ini tergoda untuk melewati sebuah bukit yang mirip savanna. Latar belakang area Lippo Cikarang yang luas. Memang mengundang.

E: ‘Yuk, Om.. belok kesini’.
A: ‘Buntu om…’
E: ‘Lha, tadi juga katanya buntu…’
A: ‘Saya pernah coba om…’
E: (diem dan bejek crank)
A: ‘What can I do?’ (ikutan bejek juga)

Dan, memang sudah pernah saya coba sebelumnya, jalan buntuk kali ini memang benar benar jalan buntu. Turunan asik dan akhirnya kembali naik saat nemu jalan buntu. Dan tanjakan itu pun ditutup dengan blusukan masuk ke singletrack dan lagi lagi ketemu kuburan di belakang rumah orang.

wIMG_0426duarodaTak lama kami pun melewati kampung dengan onggokan sampah lengkap dengan sapinya dan masuk ke kopleks lippo.

Melewati jalanan beton Lippo tidak terlalu menarik diceritakan, tapi obrolan sambil gowes nya jauh lebih seru. Salah satu obrolan adalah trek kolozal#12 yang bakal melewati jalur kucing totol. Eyang juga cerita sambil nanjak offroad melewati trek Rally Perang, kalo ketemu kucing totol masih lebih mending daripada ketemu Si Belang. hadeuuuhhh… Ini teman saya kok ya masih bisa lancar cerita sambil nanjak ya? Saya jadi pura pura bisa njawab padahal hosh hosh banget…

Gowes pun berlanjut dan diberi pilihan lurus (sate kodam) atau kiri (cilangkara), tentusaja kita memilih ke kiri sambil terus menceritakan perihal si kucing totol. Memang waktu survey kemarin kita melewati titik sekitar ketinggian 1800mdpl saat menjelang maghrib, kabarnya ini waktu yang pas memang kucing totol jalan jalan mulai berburu. Wah, gimana ya nanti cerita ke para peserta Kolozal#12?

Kabar baiknya adalah, kucing totol ini sebenarnya tidak seperti pejabat di milis ini yang suka cari perhatian dan menantang, kucing ini lebih santai dan ‘lu lu gue gue’. Jadi kalo (misalnya) nanti liat ya ‘cuek aja’ katanya adalah cara terbaik… Jangan malah minta barengan bikin foto terkenal yaaa… buat update FB (ehem!)

Dari awal speed gowes ini, sesuai judulnya adalah genjot pilek, aseli pelan pelan. Cuma di tanjakan aja kami jadi lebih ‘semangat’. Tapi memasuki jalur non-beton lio Cilangkara kayaknya seru buat dibuat sprint… betol?

Lalu kita belok kiri kearah ‘jalur kebo’. Kembali rekan gowes saya berhenti di area kebo berkubang. Suasananya memang aseli asyik. Matahari masih dari samping, jadi sinarnya itu menyusup agak miring, cenderung masih mendatar arahnya. Masih ada sedikit embun dan kabut. Lalu dilengkapi dengan 19 ekor kerbau yang berkubang dalam lumpur…

wIMG_0430tehpanasSebenarnya tadinya waktu berangkat gowes saya lagi pengen nyobain lagi opsi cilangkara kebun jati, yang masuk ke kebun jati nya yang waktu itu pernah dicoba bareng Om Atoe dan Om Okky. Tapi saya sadar diri aja. Pilek dan dari tadi ditinggalin terus ama rekan gowes saya, sudahlah kita balik langsung saja… maka kami pun belok kiri ke arah belakang PLN Cicao. Om Eyang tampak ngacir di depan sementara saya gowes terbata bata.

Kembali lagi teman gowes saya menawarkan kejutan baru… “Om, ada singletrack di belakang Pemda” Jiaaaaa… Kami pun keluar dari jalur gravel belakang Pemda dan mendaki sebuah bukit. Bukitnya banyak kambing makan rumput, telletubbies banget dah dan ternyata asiiikkk… Saya bilang ke Eyang, tempatnya mengingatkan pada film ‘Soung of Music’, ada padang luas berumput dan banyak kambing.

Yang lebih menarik adalah ujung dari singletracknya, kita jadi muncul di belakang pabrik ban baru yang ada di Delta Silicon. Segera tuh nyerocos teman gowes saya, “wah Om, dibalik enak ini… buat nanjak sore sore” mmm.. iya deh…

Pulang lewat offroad tersisa di Cibatu kami pun kembali ke AA Bike dan selesai lah gowes ini. Berita sedihnya adalah jalan offroad grojalan di Cibatu sudah ditebar gravel siap siap dipasang beton…

TAMAT


WJXc Ride#22 Cilangkara via Teakwoods (En)

rIMG_0077udukCikarang, 7 Nov 2013

What do you think if you want to have a new blood on your regular ‘backdoor-track’? Yes! This is what I want to do this morning, unfortunately with very minimum plan in hand…

Mmm… not really with empty plan I guess, some possible lines coming. Some intersections options flash in mind. Some possible lines which reflected from last rides around neighborhood. Ok let’s just try and kick the crank on to it.

Some articles in mountain bike magazines said that I should look for more options, look for (so far) un-wanted intersections, some points of options which, up to now, been thrown away as insignificant. And while we turn my handlebar to Cilangkara area, one special intersection been haunting me all the way.

It’s a classic excuse, that you have been for ‘some time’ not taken training rides… and use this as a magic clause to have a hot tea and snack pitstop.

rIMG_0081pitstop

Pit stop always been one of the special experience when I do cross country cycling around neighborhood, it’s like visiting your neighbor, the time still, like a still photograph, you will have your time to take closer view to whatever around your track. Which is actually your neighbor, your next door, your housing complex backyard’s owner… This pit stop will also be your time to emulate you as ‘locals’. Trying to be more indigenous. Try to as much as you can be blended with the environment.

And the haunting singletrack option, going deep into what us called ‘kebun jati’ then show a remarkable result. The singletrack option have a steep technical uphill session, a wood like section, and a long gravel section. A rewarding present…

Another reward was another steep technical uphill to kampong near Lembah Hijau Residence. I have to take another pitstop since we have found a traditional full wood Betawi style house. A real jewel around the modernized turn to industrialized area. A sweet closing state and another beautiful hidden track revealed. Another option for local rides to choose…

rIMG_0084rumah-betawi

Morale of the story is… do not underestimate ‘uninteresting singletrack’. Unless you have prove it to be not worth enough, by going through it, you need to worry…

Trip info:

Riding Specialized Carve 29″ hardtail
tyres: Continental X-King 2.2
uphill: 5/10
singletrack: 4/10
downhill: 3/10
technical: 3/10
endurance: 7/10
landscape view: 4/10

This ride report supported by Bikewearr, hardcore biking apparell
www.facebook.com/bikewearr
twitter:bikewearr


WJxc Ride#17 – Gn Terate, Seminggu sebelum Kolozal#11

finishIMG-20130526-01068rCariu, 26 Mei 2013

Ijinkan saya memulai catatan kecil Cikarangmtb Kolozal#11… semoga tahan semangat nulisnya sampai tamat, karena pas nulis ini ngantuk banget dan juga sekujur tubuh bagian bawah cenut cenut semua. Sebut saja betis, paha, pantat, punggung… tapi herannya tangan kok tidak cenuth cenuth… bukti betapa enaknya gelindingan Ki Lobang… heheh…

Kisah berputar balik ke tahun 1800 saat VOC resmi dibubarkan. Pemerintah Belanda pun mengalami tahun yang berat dari 1800-1830 diantaranya ditandai dengan jatuhnya Batavia ke tangan Inggris, dikuasainya negeri Belanda oleh Napoleon dan Perancis, perang Diponegoro yang menguras, perang Belgia yang menjadikan berdirinya negara Belgia terlepas dari Belanda. Singkat kata akhirnya pemerintah Belanda menerapkan Tanam Paksa pada komoditi ekspor unggulan kala itu, diantaranya tebu dan kopi. Secara peraturan 20% dari tanah milik harus ditanami dengan komoditi ini. Kopi, yang bukan tanaman aseli Indonesia, aselinya berasal dari sekitar Ethiopia, ditanam secara meluas di Indonesia.

finishIMG-20130526-01077rLalu meloncat ke H-6 kolozal, adalah hari Minggu. Dengan niatan ‘mencari trek penutup yang lebih menampar’ maka tim kecil bergerak ke arah masjid Kubah Hijau, mencoba hidangan yang direncanakan sebagai hidangan penutup trek Cikarangmtb Kolozal#11. Ya, betul, dicari trek melambung, memutar sedikit agar lebih menampar.

“Kayaknya 27km terlalu pendek deh… ayo kita coba carikan jalan melambung”

Akhirul kata, pada akhir H-6 itupun diputuskan bahwa trek original, tidak perlu lambung melambung sudah sangatlah menampar. Termasuk didalamnya adalah rolling indah sepanjang sekitar 10km dari jembatan/Kuil Shaolin ke arah titik finish Mesjid Kubah Hijau.

Artinya? Survey hidangan penutup memutuskan kembali ke hidangan utama.

Ntar dulu. Apa hubungannya dengan Tanam Paksa?

Silakan menikmati dulu foto foto H-6. Sementara tim kecil yang punya niat ‘memberi tamparan akhir trek’ ternyata menemukan dirinya ditampar oleh trek survey yang melingkar lingkar di kaki Gn Terate. Menapaki jalan jalan makadam dengan sisa sisa tanaman kopi di kiri kanan secara sporadis. Terbayangkah dulu di 1800an ribuan orang harus menyumbangkan 66hari kerja dalam setahun, menjadi buruh tanpa bayar, memasang satu demi satu batu batu makadam begajulan yang kemarin kita lewati…

his ride report supported by Bikewearr, hardcore biking apparell
www.bikewearr.com
www.facebook.com/bikewearr
twitter:bikewearr


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.