Arsip untuk humans

Tanpa Night Ride, tak lengkap pengalaman bersepeda gunung

Night Ride arti harfiahnya ya bersepeda di malam hari, melakukan kegiatan olahraga sepeda gunung di malam hari. Memang tidaklah lazim, tapi justru disitulah letak keistimewaannya.

Saat menulis ini sedang bulan puasa, pesepeda gunung banyak yang memindahkan kegiatan mereka di bulan puasa menjadi bersepeda malam, night ride. Beberapa rekan menuliskannya ‘night ride time has come…’ begitu memasuki bulan puasa. Sementara cerita nightride kali ini adalah tentang nightride jumat malam, di pertengahan Juni 2011 lalu. Trek nya adalah trek ‘Kebun Jarak’ di area Cikarang.

nungguKali ber- sepeda malam, night ride, dimulai dari mencoba me- nangkap rekan rekan OMRON Manufac- turing, yang memang cukup rutin nigh tride, terutama di jumat malam. Kenapa jumat malam? Besoknya mulai libur dan hari Jumat malam dipahami sebagai hari bebas, tidak perlu terlalu membatasi kegiatan fisik dengan beban besok hari nya masih akan bekerja.

Inilah keistimewaan #1 nightride, saat kita juga bisa melepaskan ketegangan bekerja dan refresh di malam harinya. Lebih terasa saat night ride jumat malam seperti ini karena seperti ibarat hutang *dibayar kontan*. Langsung sepulang kerja malam itu juga kita refresh yang menyehatkan.

nasi langi di sumur gas cikarang

nasi langi dinner

Kembali dengan rekan-rekan OMRON Manufacturing, salah satu yang unik dari kegiatan mereka nightride jumat malam adalah selalu membawa makanan bungkus. Kali ini menu kita adalah “Nasi Langi”, semacam nasi plus lauk pauk bercitarasa jawa tengah, campur juga sedikit jawa timur. Ada gudeg di lauknya tapi juga ada sayuran lain yang agak pedas.

Keistimewaan #2 nightride bersama rekan OMRON ini segeralah terasa, makan di tengah trek. Kita menyebut titik ini adalah ‘sumur gas’. Sebuah kawasan perbukitan dengan vegetasi yang sudah hampir habis, kalau siang sangatlah panas, tapi di malam hari seperti ini sangatlah indah. Makan di tengah keindahan seperti ini benar benar istimewa…

view sumur gas saat nr, trek 'kebun jarak' cikarang - alt

view sumur gas saat nr, trek 'kebun jarak' cikarang -caption

Senda gurau lima bungkus nasi yang disadap oleh enam pesepeda malam itu semakin ramai. Pada kondisi cerah dan sudah seminggu trek tidak diguyur hujan, membuat pemandangannya tak tergambarkan. Foto foto ini pun telah gagal menangkap keindahan secara utuh.

nightride moves

nightride moves - coba baca dan kendalikan

Setelah perut terisi kenyang segeralah kita mulai genjot lagi. Rasanya ingin lebih lama bermangu mangu di site sumur gas ini, tapi terbayang 15an km offroad yang masih harus dijalani. Melewati trek gravel sumur gas deltamas yang rolling ini segera memberi kita ujian dan juga tantangan, trek rolling tanjakan dan turunan silih berganti membuat kita tidak hanya diuji kekuatan fisik namun juga keandalan mengendalikan sepeda. Segera kita menjumpai keistimewaan #3 nightride yaitu mengendalikan sepeda dan membaca trek di malam hari.

Saat night ride kita akan diuji dengan tantangan kendali sepeda dan baca trek offroad dengan cahaya minim. Harus pandai memanfaatkan headlamp atau lampu handlebar. Seru dan kesulitan tersendiri ini membuat tidaklah lengkap pengalaman bersepeda gunung tanpa night ride. Di trek offroad, atau singletrack di tengah ladang dan sawah, dengan banyak melewati halangan seperti selokan, lubang, kontur trek, tanjakan dan turunan teknikal di track ‘kebun jarak’ ini membuat nightride semakin istimewa.

masuk kota delatamas kembali

Mele- wati kebun jarak kita segera dibe- rikan single- track pema- tang sawah yang sangat meng- goda. Saat indah indah- nya kondisi trek kering, membuat sensasi bersepeda gunung memuncak, sampai akhirnya saya menemui rantai sepeda saya putus di seputaran sebelum hutan bambu. Untung tidak sendirian bersama Om Hanif, jadi saya bawa lari sepeda sampai warung kolong tol untuk disambung rantai nya.

sampai di AA Bike

sampai di AA Bike

Trek dilanjutkan dengan melewati tanjakan dan sedikit perbukitan teletubbies yang menguras energi. Lalu sampailah kita kembali ke ‘peradaban’ di kawasan perumahan Kota Deltamas. Rehat lagi dan ambil napas karena salah satu rekan yang baru pertama kali ikut tampak kelelahan.

Bagian trek berikutnya tinggal lah trek onroad saja sampai ke AA Bike lalu kembali ke rumah. Ngebut di trek onroad dan sempat juga kongkow di AA Bike Cikarang meskipun tampak sepi dan sudah tutup toko sepeda tempat warga cikarangmtb mangkal ini.

Entah bisa dianggap sebagai keistimewaan #4 nightride ataukah tidak, tapi setiap selesai nightride saya sangat menikmati mandi kemudian tidur. Sangat pulas pasti tidurnya dan bangunnya akan segar sekali.

Yang saya rasakan sebagai unik juga adalah setiap trek, apapun jenis trek nya: offroad onroad ataukah simple dan teknikal, menjadi lain samasekali saat dijalani di malam hari. Ini juga keistimewaan #5 night ride. Jika anda bosan dengan trek ‘rutin’ anda, coba deh jalani dengan nightride, dijamin akan ditemui rasa yang lain samasekali.

Jadi, jelas kan kenapa belumlah lengkap pengalaman ber mountain bikin tanpa menjalani night ride…

Terimakasih Om Rudy atas pinjaman fixed 50mm f/1.4 nya…

Laporan trip ini didukung oleh Bikewearr…

logo bikewear

Komentar (1) »

Tentang bersepeda ke Gunung Padang, Cianjur

Trek ini diawali dengan titik titik yang super duper narsis: pemandangan desa dan sawah, eksotismme kebun teh di sebelah sawah, tanjakan dan turunan asyik, jembatan bambu yg eksotis, curug *ssyarat ketentuan berlaku yang indah… lalu???

Berikutnya masih rolling penuh kesegaran udara demi menuju titik yang tertinggi 1156m dpl (om Hanif, cmiiw) lalu turun dikit jalan makadam meliuk2 di bukit dalam body yang mulai berontak. Meskipun sudah makan, tapi diperkirakan akan ngantuk dan mulai butuh oksigen, bukan nasi. Juragan cabe? Jangan ditanya… bisa tidur sambil genjot membayangkan uduk lauk belut goreng…

Sampailah nanti di titik ini. Lagi, salah satu site yg ”majestic” karena dari sini kita bisa liat gunung padang di kejauhan. Coba tengok lagi gambarnya? Keliatan gak???

Misterius dan mistik nya trek sudah terlihat dari jalanan menuju situs. Suasana teduh sore hari, dipadu redup nya matahari. Sejuk banget apalagi badan segar setelah melewati banyak turunan tanah dan makadam.

Jika hujan turun? Ingat, ini adalah daerah sejuk 800+ m dpl. Bandung itu 700 m dpl. Adem! Asli, tapi juga beresiko. Badan mulai dingin, lelah setelah trip meter mendekati angka 20km. Lho? *baru* 20km kok sudah loyo? Hati hati… angka nya menipu di udara tipis oksigen begini. Hujan membuat semuanya lebih sempurna. Trek tidak hanya makadam dan tak rata, namun juga licin dan ‘teknikal’.

Jelas butuh persiapan jenis ban, prima nya rem, dan yang terutama; MENTAL !!

Inilah gunung Padang…

Memasuki wilayah Gunung Padang, kita menemui sebuah dunia lain. Pertama kita disambut oleh sebuah gerbang dengan pintu besi tua dan agak berkarat. Seperti cerita nenek kakek di website antara tentang gunung ini, dikisahkan disitu bahwa kita seperti memasuki bagian Indonesia yang lain, seperti secara surreal, secara emosi dan magis hadir di dunia megalitik, dunia pada masa dimana batu-batu berbentuk aneh dengan ukuran besar menjadi suatu perlambang akan sebuah pencapaian. Dunia dimana saat relief pada batu belumlah dikenal.

Melewati gerbang ini kita seperti tersedot masuk ke masa lalu. Masuk ke dunia batu…

Kalau orang tempat saya lahir bilang, perasaan di daerah ini setelah melewati pintu gerbang terasa ”wingit”. Terjemahan bebasnya susah, mungkin fotonya karya rekan saya ini bisa menggambarkan lebih baik.

Sore itu hujan rintik berkabut, menambah suasana jadi lebih misterius, mistis, apalagi ditambah dinginnya udara dan basahnya hujan. Tempat kesukaan suhu yang sering cari wangsit dan jimat menjelang race…

Lingkungan sekitar gunung Padang ini memang penuh dengan batu, dan batunya itu berbentuk, rata rata berupa segi enam atau segi lima, panjang seperti sengaja dibuat dan dibentuk… ayo lebih dalam kita masuk ke misteriusnya tempat penuh batu ini…

Dalam suasana magis dan mood yang cukup menggetarkan bulu kuduk, ssore itu serangkaian tangga, terbuat dari susunan batu2 kotak panjang-panjang segera menjemput. Tiidak seperti tangga apapun dimanapun, rangkaian tangga ini tidak ada semen samasekali. Tanpa teknologi, sangat mendukung mood kuno, ancient… kita semakin merasa ”drag back” ke ratusan bahkan ribuan tahun yg lalu…

Jika melihat candi kita akan kagum adanya ketekunan, keindahan hasil kebudayaan masa lampau, tapi saat melihat bentuk batu batu itu pun sudah membuat kita bertanya, ”kok bisa ya batunya kotak kotak gitu?”… ”bikinnya gimana ya?”. Belum lagi susunan nya menjadi tangga, keatas arahnya.

Tangga ini, yang seperti dilemparkan dari ratusan tahun yang lalu, membawa kita melewati kemiringan terjal keatas. Seperti membawa ke tempat yang even semakin ”wingit”…

Ambil napas, melihat balik ke belakang. Tampak sepeda cantik Yeti, sebuah wujud teknologii terbaru, dengan lingkungan berkabut yang cenderung gelap, ‘spooky’, dan dingin dalam kabut… sila tengok foto berikut.

Mendaki belahan batu demi belahan batu ke arah situs gunung Padang menjadikan jantung berdebar. Sebaiknya rekan nanti jika melewati bagian ini segera pasang kembali heart rate monitor. Jantung berdegub sangat kencang, apalagi kita exhausted setelah gowes seharian, membuat tidak malu untuk beberapa kali ‘pitstop’ saat mendaki. Saat pitstop ini pulalah kita bisa melihat pemandangan menakjubkan ke arah pegunungan cianjur selatan ini… tampak di kejauhan gunung Gede gagah, tampak sebesar kalau kita lihat dari arah Cikarang.

Begitu sampai diatas… semua feeling lelah dan mistis semakin mengental. Kita seperti berada di areal pemujaan. Batu batu berbentuk aneh dan panjang-panjang, segi empat segi lima segi enam, tampak berserakan, namun juga di beberapa bagian tampak ditata seperti sebuah panggung pemujaan… terusterang suasana ini mengingatkan saya pada perpaduan antara stonehenge dan machu picchu

Silakan tengok stonehenge disni http://goo.gl/VVzTP
Machu picchu disini http://goo.gl/kXgNw

Sesampainya diatas, masih terengah engah dada bergejolak, maka kita segera ditunjukkan dengan pemandangan yang unik, aneh, menakjubkan. Dan tentusaja mistis dan misterius. Kita seperti berada di pelataran pemujaan. Beberapa area tampak rata dengan rumput hijau rapi mirip lapangan sepakbola liga inggris. Sementara dimana-mana tampak batu berbentuk aneh yang di beberapa tempat disusun, sementara di tempat lain seperti dibiarkan berantakan…

Saaya bertanya kepada Om Hanif the Geologist, ”apa ini terbentuk alami???” Beliau menjawab dengan senyum saja…

Makin misterius…

Beberapa link dari blogger dan artikel internet lainnya tentang situs Gunung Padang
Mahanagari http://goo.gl/Lx7J0
Kabupaten Cianjur http://goo.gl/l3RUn

Setelah perjalanan seharian, maka sampailah kita di ujung, the end of the journey. Foto diatas, kelihatan gak pesepedanya?

Tulisan tentang situs Gunung Padang, Cianjur ini diilhami oleh dua kali perjalan survey Gowes Kolozal #7 acara Cikarangmtb, sialakan lihat disini… foto-foto adalah juga courtesy dari Cikarangmtb dan Kolozal series.
Perjalan survey dan event Gunung Padang bisa juga dilihat di forum sepedaku.com disini… http://goo.gl/BQghM

Komentar (5) »

Saguling XC Trip

Pagi-pagi… berangkat dari Cikarang, sudah bulat tekad menuju trek Saguling, salah satu trek tertinggal selama saya mengembara ke Pasuruan…

Perjalanan teman-teman sebelumnya bisa dilihat disini
Thread di sepedaku.com http://goo.gl/VNpq1
Blog om mantel http://mantelrobek.multiply.com/photos/album/29#
Blog om Junee http://juneexc.wordpress.com/2010/04/05/goteo-bendungan-saguling-1/

Tracklog di bikemap http://www.bikemap.net/route/630217

Pagi buta di dalam mobil Om dokter Okta

Perjalan menuju titik start lumayan jauh juga, lumayan memakan waktu, termasuk diselingi dengan makan pagi dan membungkus untuk bekel di dalam tas. Akhirnya sampailah kami di titik start

Bagaimana menuju titik start?
Ambil jalan tol ke arah Bandung lalu keluar di pintu tol Padalarang
Bertemu pertigaan sekeluar pintu tol ambil jalan negara masuk kota padalarang dan ikuti terus petunjuk yang menuju ‘Cianjur’, kita akan melewati deretan pegunungan kapur Citatah
Setelah jalanan menurun, jalan berkelok habis dan mulai lurus, menjelang kota rajamandala, berbelok ke kiri arah “PLTA Saguling”
Bertemu pos security sebelum masuk kawasan kebun Kakao dan kawasan PLTA Saguling

Start lalu masuk ke perumahan di kawasan perkebunan PTPN. Perumahannya sepi dan dihiasi dengan gudang-gudang tua, rumah-rumah dinas tua, tampak sederhana dan apa adanya. Gak peduli harga cokelat dunia lagi naik juga

Kemudian kita memasuki jalan makadam yang membelah perkebunan Kakao/Cokelat. Bentuk pohon kakao dan tekstur batang dan buahnya yang tidak biasa kita lihat, menjadi daya tarik dari bagian trek ini. Pada dasarnya jalanan adalah menuruni bukit menuju lembah sungai, disertai sedikit rolling dengan batu makadam jenis batu kapur. Seru dan eksotis…

Komentar bertahan »

Baca buku ‘Pak Beye’ series…

Setelah buku pertama dibaca dengan cukup cepat, kita menginjak ke buku kedua yang dibeli di Gramedia Malang weekend kemarin.

Membaca buku ini persis seperti membaca blog. Santai dan perasaan mirip seperti orang ngobrol saja, bukan seperti mendengarkan pidato apalagi kuliah. Satu hal yang saya sukai juga adalah seringnya penulis menyebutkan tentang ‘informasi tidak penting…’ yang dia akan ceritakan, ‘karena informasi penting bisa anda dapatkan dengan mudah’… Hehehe… sama seperti saya, gemar membicarakan yang tidak penting, hal tidak penting lah yang membuat dunia ini seimbang dan lengkap

Belum dapat 40halaman sih…

Salam tidak penting…
(salam-nya ketularan Wisnu nih..)

Komentar bertahan »

Nge-tweet…

Mulai merasakan enjoy nya nge-twit… setelah mencapai 275 tweet. Kalau lagi cerewet, bisa sampai lebih dari 5 twit per hari, tapi sengaja aku batasi, karena biasanya aku juga unfollow orang yang terlalu bawel nge-twit. Brisik rasanya

Coba juga kubatasi follow 100 saja, supaya tidak jadi berisik. Sementara merasa paling praktis kalau menikmati dari hp ku, dengan aplikasi kecil dan ringan tapi terbukti andal… dan simpel serta cepat pakai GPRS matrix http://www.tinytwitter.com/

twit twit twit… bercuit cuit berisik

Komentar (2) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.