enjoy every cadence, every breath…

Tentang bersepeda ke Gunung Padang, Cianjur

Trek ini diawali dengan titik titik yang super duper narsis: pemandangan desa dan sawah, eksotismme kebun teh di sebelah sawah, tanjakan dan turunan asyik, jembatan bambu yg eksotis, curug *ssyarat ketentuan berlaku yang indah… lalu???

Berikutnya masih rolling penuh kesegaran udara demi menuju titik yang tertinggi 1156m dpl (om Hanif, cmiiw) lalu turun dikit jalan makadam meliuk2 di bukit dalam body yang mulai berontak. Meskipun sudah makan, tapi diperkirakan akan ngantuk dan mulai butuh oksigen, bukan nasi. Juragan cabe? Jangan ditanya… bisa tidur sambil genjot membayangkan uduk lauk belut goreng…

Sampailah nanti di titik ini. Lagi, salah satu site yg ”majestic” karena dari sini kita bisa liat gunung padang di kejauhan. Coba tengok lagi gambarnya? Keliatan gak???

Misterius dan mistik nya trek sudah terlihat dari jalanan menuju situs. Suasana teduh sore hari, dipadu redup nya matahari. Sejuk banget apalagi badan segar setelah melewati banyak turunan tanah dan makadam.

Jika hujan turun? Ingat, ini adalah daerah sejuk 800+ m dpl. Bandung itu 700 m dpl. Adem! Asli, tapi juga beresiko. Badan mulai dingin, lelah setelah trip meter mendekati angka 20km. Lho? *baru* 20km kok sudah loyo? Hati hati… angka nya menipu di udara tipis oksigen begini. Hujan membuat semuanya lebih sempurna. Trek tidak hanya makadam dan tak rata, namun juga licin dan ‘teknikal’.

Jelas butuh persiapan jenis ban, prima nya rem, dan yang terutama; MENTAL !!

Inilah gunung Padang…

Memasuki wilayah Gunung Padang, kita menemui sebuah dunia lain. Pertama kita disambut oleh sebuah gerbang dengan pintu besi tua dan agak berkarat. Seperti cerita nenek kakek di website antara tentang gunung ini, dikisahkan disitu bahwa kita seperti memasuki bagian Indonesia yang lain, seperti secara surreal, secara emosi dan magis hadir di dunia megalitik, dunia pada masa dimana batu-batu berbentuk aneh dengan ukuran besar menjadi suatu perlambang akan sebuah pencapaian. Dunia dimana saat relief pada batu belumlah dikenal.

Melewati gerbang ini kita seperti tersedot masuk ke masa lalu. Masuk ke dunia batu…

Kalau orang tempat saya lahir bilang, perasaan di daerah ini setelah melewati pintu gerbang terasa ”wingit”. Terjemahan bebasnya susah, mungkin fotonya karya rekan saya ini bisa menggambarkan lebih baik.

Sore itu hujan rintik berkabut, menambah suasana jadi lebih misterius, mistis, apalagi ditambah dinginnya udara dan basahnya hujan. Tempat kesukaan suhu yang sering cari wangsit dan jimat menjelang race…

Lingkungan sekitar gunung Padang ini memang penuh dengan batu, dan batunya itu berbentuk, rata rata berupa segi enam atau segi lima, panjang seperti sengaja dibuat dan dibentuk… ayo lebih dalam kita masuk ke misteriusnya tempat penuh batu ini…

Dalam suasana magis dan mood yang cukup menggetarkan bulu kuduk, ssore itu serangkaian tangga, terbuat dari susunan batu2 kotak panjang-panjang segera menjemput. Tiidak seperti tangga apapun dimanapun, rangkaian tangga ini tidak ada semen samasekali. Tanpa teknologi, sangat mendukung mood kuno, ancient… kita semakin merasa ”drag back” ke ratusan bahkan ribuan tahun yg lalu…

Jika melihat candi kita akan kagum adanya ketekunan, keindahan hasil kebudayaan masa lampau, tapi saat melihat bentuk batu batu itu pun sudah membuat kita bertanya, ”kok bisa ya batunya kotak kotak gitu?”… ”bikinnya gimana ya?”. Belum lagi susunan nya menjadi tangga, keatas arahnya.

Tangga ini, yang seperti dilemparkan dari ratusan tahun yang lalu, membawa kita melewati kemiringan terjal keatas. Seperti membawa ke tempat yang even semakin ”wingit”…

Ambil napas, melihat balik ke belakang. Tampak sepeda cantik Yeti, sebuah wujud teknologii terbaru, dengan lingkungan berkabut yang cenderung gelap, ‘spooky’, dan dingin dalam kabut… sila tengok foto berikut.

Mendaki belahan batu demi belahan batu ke arah situs gunung Padang menjadikan jantung berdebar. Sebaiknya rekan nanti jika melewati bagian ini segera pasang kembali heart rate monitor. Jantung berdegub sangat kencang, apalagi kita exhausted setelah gowes seharian, membuat tidak malu untuk beberapa kali ‘pitstop’ saat mendaki. Saat pitstop ini pulalah kita bisa melihat pemandangan menakjubkan ke arah pegunungan cianjur selatan ini… tampak di kejauhan gunung Gede gagah, tampak sebesar kalau kita lihat dari arah Cikarang.

Begitu sampai diatas… semua feeling lelah dan mistis semakin mengental. Kita seperti berada di areal pemujaan. Batu batu berbentuk aneh dan panjang-panjang, segi empat segi lima segi enam, tampak berserakan, namun juga di beberapa bagian tampak ditata seperti sebuah panggung pemujaan… terusterang suasana ini mengingatkan saya pada perpaduan antara stonehenge dan machu picchu

Silakan tengok stonehenge disni http://goo.gl/VVzTP
Machu picchu disini http://goo.gl/kXgNw

Sesampainya diatas, masih terengah engah dada bergejolak, maka kita segera ditunjukkan dengan pemandangan yang unik, aneh, menakjubkan. Dan tentusaja mistis dan misterius. Kita seperti berada di pelataran pemujaan. Beberapa area tampak rata dengan rumput hijau rapi mirip lapangan sepakbola liga inggris. Sementara dimana-mana tampak batu berbentuk aneh yang di beberapa tempat disusun, sementara di tempat lain seperti dibiarkan berantakan…

Saaya bertanya kepada Om Hanif the Geologist, ”apa ini terbentuk alami???” Beliau menjawab dengan senyum saja…

Makin misterius…

Beberapa link dari blogger dan artikel internet lainnya tentang situs Gunung Padang
Mahanagari http://goo.gl/Lx7J0
Kabupaten Cianjur http://goo.gl/l3RUn

Setelah perjalanan seharian, maka sampailah kita di ujung, the end of the journey. Foto diatas, kelihatan gak pesepedanya?

Tulisan tentang situs Gunung Padang, Cianjur ini diilhami oleh dua kali perjalan survey Gowes Kolozal #7 acara Cikarangmtb, sialakan lihat disini… foto-foto adalah juga courtesy dari Cikarangmtb dan Kolozal series.
Perjalan survey dan event Gunung Padang bisa juga dilihat di forum sepedaku.com disini… http://goo.gl/BQghM

About these ads

6 responses

  1. Ivan

    Keren om…. kayaknya suka gowes ke tempat bersejarah yak seperti yg di candi cetho itu

    Mei 17, 2011 pukul 3:28 pm

  2. @Ivan: mempelajari masa lalu kadang membuat kita sadar ttg potensi masa depan. Di sekitar kita banyak banget yang indah dan agung, yang sudah dibuat oleh Kakek Nenek moyang… kira-kira begitu, menyemangati diri sendiri

    Mei 21, 2011 pukul 5:17 am

  3. Ping-balik: Sisi lain Campaka-Cianjur, Trek ‘Thousand Hills’-nya Brownsugar p#1 « @antoix

  4. Numpang Promo gan:Salam Bikers.Kami undang Semua untuk mengikuti Mountain Bike Uphil Vacation 17 juli 2011,melintasi Daerah Wisata Yang bebas polusi/sejuk/ nuansa alam pegunungan,Daftar Rspd Kota Sukabumi 99.9 FM Jl.Perintis Kemerdekaan No 11 Graha Pemuda Lt.2.Setiap Pendaftar Akan Mendapat Voucher booking fee untuk pembelian Rumah di Villa Indah Situgunung Rp.5 Juta.Door prize Sepeda Gunung/Blackberry dll/dengan TOTAL Door prize Rp.30 Jt.sms:085860712070 Sukabumi jawa barat.

    Juli 6, 2011 pukul 12:12 am

  5. reeve

    keren om view fotonya…top lah…sayang rd patah….xixixi

    Juli 9, 2011 pukul 3:11 am

  6. Ping-balik: A Simple Heritage City Ride… ride around Ayutthaya (En) | @antoix

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.