Agustus 31, 2009
· Disimpan dalam gadgets, humans, sepeda, sepeda lipat · Tagged bike to work, sepeda, sepeda lipat
Hari ini sangat istimewa, berangkat kerja ditemani Neng Uu’, si Polygon Urbano. Sepeda lipat dengan ban 20“.
Sudah lama sekali saya tidak bike to work dengan sepeda lipat, sejak kehadiran sodara mudanya yg mentul2, neng Uu’ tampak terpinggirkan. Sebelum berangkat pun tadi sempat harus pompa ban nya dulu. Kasihan juga melihat kondisi nya. Sepeda ini tampak banyak berdebu, bukan debu jalanan atau debu trek, tapi debu karena terlalu lama tidak diajak genjot dan dicuci.
Setelah lama terbius oleh si SX, kembali saya terkagum dengan kelincahan dan posisi riding sepeda lipat ini. Karena ban lebih kecil, dengan lincah dia bisa diajak meliuk-liuk berdansa di tengah motor dan mobil yang macet dan antri di gerbang jababeka. Wuih… mantap bener. Memang sepeda ini diciptakan untuk commutting, berpegian dalam kota. Sudah pas banget nih.
Tiba2 ada pengendara motor nyebelahin…. “… gak lelah ya Om, puasa-puasa naik sepedah..?” Wakakakaka… ternyata Om Ivan Isur yang menegor!! Jadi deh teringat rencana gowes sore pat pat gulipat yang rencananya akan dilaksanakan tengah minggu ini. Seperti layaknya gowes lipetan, tentu harus diakhiri dengan photo session dan kulineran.

Masih siang hari saat kutulis post ini.
Tak sabar segera ingin sore dan bike to home, bersepeda pulang kantor kembali ke rumah. Menikmati sisa-sisa hari terakhir ber-bike to work di senin, 31 Aug 2009 ini. Tepat sekitar 2 tahun sejak mulai bike to work hampir tiap hari di akhir Juli 2007.
Agustus 30, 2009
· Disimpan dalam gadgets · Tagged fotografi
Agustus 23, 2009
· Disimpan dalam Music, gadgets · Tagged Music, musik
Ini cerita tidak hanya tentang musik dan kegemaran mengoleksi rekaman musik, koleksi kaset, banyak dikumpulkan, dicopy (iya, mbajak), dibeli berkaitan dengan nostalgia dan kenangan tertentu. Saya ingat-ingat lagi, harga satu kaset yang saya beli saat SMA atau kuliah mungkin belasan persen dari total belanja bulanan wakakaka… Jadi, jauh lebih berharga kan? Sebenarnya lebih ‘mahal’.

Juga ada beberapa kaset yang terlanjur tidak ada koleksi CD-nya lagi (atau belum ada? atau tidak nyari lagi?). Ini lebih susah lagi. Kalo kaset hilang kan berarti koleksi musik juga hilang.
Sekarang koleksi kaset mungkin ada 300-400biji. Pernah seorang rekan menghibahkan koleksi kasetnya sejumaln 150an biji. Ujungnya sekarang lebih banyak numpuk, lebih sering ndengerin CD (di mobil) dan mp3 (di komputer dan ipod/muvo). Semakin merana saja itu koleksi kaset.
Lebih merana lagi adalah playernya. Sempat mengadalkan player di mobil (tape mobil) tapi memang kaset tuh sangat rentan ya, termasuk playernya, jadi ya entah bagaimana sudah dua tape mobil dan satu compo, pemutar kaset-nya selalu rusak duluan dibanding pemutar CD apalagi radio.
Jadi?
Sementara seingatnya digilir. Minimal kaset pernah dimainkan satu side. Kadang musiknya tidak didengarkan, tidak dinikmati atau dipedulikan, hanya dimainkan saja di compo. Sambil khuatir kalau kasetnya melipat. Ini lagi, traumatis dengan kaset yang melipat saat di-play.
Ribet ya memang koleksi kaset…
Agustus 16, 2009
· Disimpan dalam me, myself, and I, sepeda, sepeda gunung · Tagged bicycle, cross country, cycling, mountain bike, nanjak, sepeda, sepeda gunung, travel, uphill
Agustus 11, 2009
· Disimpan dalam gadgets, sepeda, sepeda gunung, sports · Tagged bicycle, bike, mountain bike, sepeda, sepeda gunung

Exustar E-SM303 MTB shoes
Upper Synthetic microfiber leather, breathable mesh, molded heel cup.
Fastener Trihook straps.
Sole Nylon-fibreglass with TPU tread.
Insole Washable, perforated EVA
Compatibility SPD
[Pat.]
Size 35-50
Weight 800 g/pr
info dan foto didapat dari website resmi exustar…
dibeli setelah trip mandalawangi-nya cikarangmtb
Ini mungkin yang disebut ‘impulse buying’. Biasayanya kalo mau beli barang berhubungan dengan sepeda pasti survey sana sini terutama internet dan forum-forum. Kali ini beda. Just spot the opportunity, then do it. Hwa hwa hwa…