Arsip untuk Juli, 2009

This blog get 100,000 hits

Alhamdulillah blog ini memasuki 100ribu hits.

Amazing. Moga2 masih diberi kelentikan jari dan semangat untuk terus menulis.
My blogging rule of thumb….

(1) Write what you feel, tulis apa yang anda pikirkan. Dengan jujur menulis kita akan menampilkan diri kita apa adanya

(2) Do you still think somebody will not enjoy your writes? Jangan anggap apa yang anda pikirkan adalah sampah. Anda akan terkejut jika kemudian benar-benar menuliskannya dan ternyata banyak orang menyukainya.

PICT6159

foto ini diambil sambil nulis post ini…
Inget dulu inspirator pertama nge-blog karena baca posting2 di blog Aca tentang Radit dan perkembangannya.

Komentar bertahan »

Ibra-Eto’o swap; So, what next??

Saya penganut, “everything but manchester… everything but madrid… everything but domination”

Sangat penasaran melihat bagaimana selanjutnya Inter dan Barca setelah swap yang keren ini….

Melihat body language Ibra dan Eto’o sih bakal menguntungkan buat kedua klub…

zla-412

zlat-275

Komentar bertahan »

Melengkapi hobby bersepeda gunung…

Saat merasa trip-trip dengan jalur biasa perlu ada variasi, saya akhirnya memberanikan diri melayani ajakan trip bersepeda plus menginap. Waktu itu adalah trip ke Papandayan gowes dari Cileunyi. Ternyata trip panjang seperti ini bukan saja memiliki sensasi yang berbeda, namun pengalaman menginap dalam perjalanan bersepeda benar-benar menjadi pengalaman tak terlupakan, ngangenin, dan pengen ngulang.

Sesuatu yang berbeda, sesuatu yang lain, sensasi tersendiri inilah yang diburu. Saya rasa ini pula yang dicari rekan-rekan mailing list cikarangmtb@yahoogroups.com yang weekend lalu melakukan trip Cikarang-Pasircongcot-Cherry-Walahar. Mendengar cerita rekan-rekan forum sepedaku.com dari Karawang tentang trip Cherry yang panjang-panas-rolling, rasanya udah bikin gemetaran duluan sebelum merencanakan pun. Tapi dasar sudah terlanjur penasaran pengen mencoba maka bisa dilihat cerita dan foto-fotonya di multiply Om Ardian http://ardisofwan.multiply.com/photos/album/9/Oh_Warto…Oh_Wanto…Siapa_bilang_Cheris_Panas

cherry
Foto pesepeda ke cherry

Pasircongcot-Cherry-Walahar Route Map
(tracklog courtesy of Om Hanif)

Mencoba menarik benang merah. Saya pikir kenapa trip ini dicoba tentunya karena rasa ‘penasaran’ yang tak bisa ditahan. Ini sebenarnya kan awal dari jiwa ‘petualangan’ yang mungkin tidak ada di kepala setiap orang. Sudah tahu panas, panjang, lama, tapi pengen dicoba juga? Ini tentunya berkaitan dengan keinginan untuk melihat sisi lain, dan sensasi lain dari bersepeda gunung. Hobby bersepeda gunung terasa semakin lengkap dengan menjalani berbagai macam tipe medan dan cuaca. Lalu bagaimana menjelaskan empat rekan yang dalam keadaan panas pol malah memilih gowes tanpa baju jersey?? Hmmm… yang ini agak sulit menjawabnya…

Sebenarnya mirip juga dengan cerita diatas. Jika kita sudah pernah menjalaninya, lalu merasakan apa yang kita jalani sebagai ‘hal biasa’, misal medan nanjak turun rolling tak henti-henti di jalur Cherry ini, akhirnya kepala berputar otak untuk menjadikan trip ini lebih berharga dengan, malahan, menambah beban fisik kita dengan merasakan sinar panas matahari langsung menyengat seluruh tubuh bagian atas kita, dengan melepas seluruh kaos jersey…

Banyak sekali pilihan trek yang pada umumnya ada di daerah pegunungan diatas 1000m dpl yang berudara sejuk. Tentu jika kita lewati trek yang itu lagi kadang terasa tidak lengkap. Pengalaman bersepeda gunung untuk beberapa orang juga dilengkapi dengan trek yang panas menyengat, dengan matahari yang lebih dari 10 biji diatas kepala.

Penjelasan yang sama mungkin dilakoni oleh rekan yang justru menggunakan pakaian serba hitam di trek nanjak full panas, atau memakai celana jeans di saat nanjak cariu-puncak pinus yang sangat amat panas. Rupanya panas kurang panas jadi ditambah dengan bumbu-bumbu baru untuk membuatnya lebih ‘nendang’. Seperti makan ditambah sambal.

Kembali. Menurut kacamata saya itu semua masih saja pilihan. Jadi kesimpulan apa yang akan kita ambil dan kita pilihan adalah menjadi pilihan di tangan masing-masing…

note: seperti ditulis di mailing list cikarangmtb@yahoogroups.com

Komentar (1) »

Contador break yang luarbiasa . . . .

Sebenarnya saya dalam hati mendukung Amstrong, saya kagum dengan determinasi dia comeback dan masih bisa di tiga besar sampai pertengahan lomba. Tapi melihat 1menit+ break ini… fuih… Contador bener-bener melakukan ‘incredible break..”. Tapi moga moga bukan jadi membuat Le Tour jadi lebih gak seru yah?

STAGE 15 RESULTS
1 Alberto Contador Velasco (Spa|Astana) 5:03:58
2 Andy Schleck (Lux|Team Saxo Bank) 0:00:43
3 Vincenzo Nibali (Ita|Liquigas) 0:01:03
4 Fränk Schleck (Lux|Team Saxo Bank) 0:01:06
5 Bradley Wiggins (GBr|Garmin – Slipstream)
6 Carlos Sastre Candil (Spa|Cervelo Test Team)
7 Cadel Evans (Aus|Silence – Lotto) 0:01:26
8 Andreas Klöden (Ger|Astana) 0:01:29
9 Lance Armstrong (USA|Astana) 0:01:35

General classification after stage 15

1 Alberto Contador Velasco (Spa|Astana) 63:17:56
2 Lance Armstrong (USA|Astana) 0:01:37
3 Bradley Wiggins (GBr|Garmin – Slipstream) 0:01:46
4 Andreas Klöden (Ger|Astana) 0:02:17
5 Andy Schleck (Lux|Team Saxo Bank) 0:02:26
6 Rinaldo Nocentini (Ita|AG2R La Mondiale) 0:02:30

contador-850-65

gr177461copy_600

photo courtesy of www.bikeradar.com

Komentar bertahan »

Quality of Life, what the he+# is this?

Sekitar dua bulan lalu saya nulis di mailing list cikarangmtb tentang apa yang saya rasakan saat gowes santai, bike to work, only 20-25minutes from home to office, tengok kiri kanan kekisruhan orang naik motor ngebut seperti mau kehabisan waktu dan bensin.

Waktu itu saya bilang; kita sering menjadikan hartabenda dan status serta kedudukan menjadi sesuatu yang menyemangati kita, tapi kita sering mengorbankan what we call ‘quality of life’. Ketiga hal ini (money-status-quality of life) adalah segitiga misterius yang setiap person punya ukuran dan pemecahan masalahnya sendiri.

Saat menggowes bike to work santai seperti pembukaan tulisan ini saya sendang merasa dibuai oleh ‘quality of life’ saya berhubungan dengan hobby saya bersepeda.

Laludi salah satu diskusi dengan beberapa rekan kuliah tentang bom yang baru meledak, juga diskusi tentang kasus di kantor suami salah seorang rekan kuliah, salah satu rekan yang kami tua kan bilang, “at the end of the day… what are you looking for is ‘quality of life’…”

I still didn’t get it…

Daripada pusing gak mampu gaul sama para filsuf, mending saya nikmati setiap kayuhan sepeda saya…

sedikit foto dari kejadian yang mengguncangkan dan membuat saya berpikir lagi dan menulis ini…

Clip_14
dari http://www.life.com/

Komentar bertahan »