Gowes Jacyco (Jababeka Cycling Community) http://jacyco.multiply.com ceria dimulai dari pagi yang cerah

Gowes dimulai dari tempat menginap, agak siang mulai gowesnya, jam 8 dari rumah. Teman Jacyco Cikarang: Om Asup, Om Gazelle, Om Awi, Om Owi, Om Yadi, Om Rendra, Om Heri, Om Iwo dan Anto. Pagi-pagi sebelum gowes sambil menunggu sarapan semua sibuk menempelkan stiker cutting ke body sepeda. Seru juga ini ada stiker2an segala pas gowes. Terimakasih untuk ide cemerlang dari Om Sigit Bikewearr http://bikewearr.multiply.com yg malah gak bisa ikut ke Sukabumi.
Kaget setengah mati di jalan raya kami yang cuma ber-9 sudah ditunggu lebih dari 40+ pesepeda Sukabumi. Wah, senang bangga sekaligus gemetaran juga. Jalan onroad beriringan 50an pesepeda bikin sensasi tersendiri.
Segera kami yang di-guide oleh rekan-rekan SBC berbelok kekiri ke arah perkebunan Goalpara. Tidak semua 50+ pesepeda ikut, nanjak ke Goalpara diikuti oleh total 20+ pesepeda. Disinilah kami mulai diberi kenikmatan tanjakan onroad dengan kemiringan yang langsung naik drastis. Tanjakan#1.
Team sempat bertemu rombongan drumband dan karnaval peringatan Maulid Nabi.
Kira-kira sejam gowes team berbelok kekiri setelah bertemu sebuah mesjid besar. Masuk jalan kampung selebar 1 meter. “Ada tanjakan yahud di depan”. Wah, adrenalin meningkat, segera saya kehilangan kesabaran dan ambil rombongan depan. Benar saja, ternyata tanjakan jalan kampung ini yahud banget. Berkelok-kelok diantara kampung, treka adalah campuran antara tanah keras, tanah berbatu dan sebagian pelur semen. Cuaca hujan tadi pagi membuat trek licin dan band slip, wah segera saya duduki sadel untuk menambah grip. Alhamdulillah dengan senyum lebar dan puas kita sampai di sebuah hutan bambu di akhir tanjakan#2 ini.
Masih terkagum dengan nikmatnya tanjakan#2 kami segera disambut awal kebun teh goalpara begitu keluar dari kampung. Tanjakan #3 ini tak kalah mantap. Panjangnya sekitar 1-2 km isinya tanjakan tanah keras. Karakter medan yang unik untuk tanjakan dan belum pernah saya jumpai sejenis ini sebelumnya. Karakter medannya yang licin dan karena offroad jadi bentuk medan juga tidak beraturan. Sangat menantang, selain kita diuji keseimbangan kita juga harus pandai memilih jalur dan menjaga grip ban belakang serta mengelola power. Wahhh… terkejang2 senang saya.

Om Yadi yang menyebut track Sukamantri dengan “terlalu banyak batunya” segera menimpali dengan suara penuh gembira “Naaahhh… ini Om, tanjakan yang gak banyak batunya”. Wuikikiki… pas banget. Yang pasti tanjakan #2 dan #3 ini akan jadi pil pahit yang selalu dirindukan dari trek ini.
Selesai tanjakan#3 segera kita masuk ke kawasan yang full perkebunan teh Goalpara. Keindahan alam dan sedikit rintik gerimis diseling terik matahari segera menyambut kita.

Diselingi dengan kudapan cau’ alias pisang se-tas penuh (unik banget nih tradisi rekan SBC) segera kita lahap tanjakan#4 yang isinya adalah tanjakan batu makadam, mirip banget dengan tanjakan N*2 di trek Rindu Alam. Kemudian kita pitstop dulu di warung tengah kebun teh, udara sejuk semilir, bikin ngantuk. Akhirnya makan sprite plus kopi tubruk panas. Huihhh… Huenak banget!!!
Kita dihibur dengan spontanitas Om Rendra, pengantin baru yang barusan cuti gowes selama 4 bulan, membuka baju-nya saking excited dengan tanjakan#4 ini. Hehehe…

Track selanjutnya adalah kita dibelokkan ke jalan menyamping memotong perkebunan teh ke arah Pondok Halimun. Rupanya rekan-rekan SBC paham bahwa teman-teman Cikarang mulai rindu jalan mendatar hehehe… Yah, kecewa. Tanjakan habis deh…

Saatnya narsis dan foto-foto cihuyyy…

Pemandangan indah yang hanya 10% tertangkap oleh kamera.
Selanjutnya adalah turunan makadam dia dalam hutan menuju Pondok Halimun. Sampailah di Pondok Halimun.

Pondok Halimun adalah semacam daerah wisata di ketinggian dengan sungai deras kemiringan tinggi mirip Curug Panjang di Megamendung.

Pemandangan tak terlupakan, sayang dilewatkan.

Selanjutnya adalah turunaaaaannnnnn… Medan makadam di tengah kebun teh dengan latar belakang Curug tampak jauh di ketinggian pegunungan. Indah sekali.

Medan dan suasana-nya yang diseling gerimis sangat eksotis. Membuat adrenalin saat melahap turunan makadam naik, padahal biasanya batu turunan panjang gini paling malas lewatnya.
Segera kita masuk singletrack, masuk turunan2 jalan kampung yang sangat licin karena basah dan lumut, kadang jalan tanah kadang jalan beton, dan sempit karena lebar hanya sekitar 70cm-1m.

Keseimbangan dan teknik menggunakan rem sangat berperan. Wah wah… model turunan teknikal yang baru lagi. Tiba-tiba kami sudah tembus ke pintu masuk selabintana. Pitstop lagi.

Dari Selabintana kami masuk lagi ke perkampungan lalu turun lewat jalan desa dan singletrack tengah kampung. Ini menunjukkan teman-teman SBC benar-benar sudah eksplorasi daerah sekitar ini. Meski hanya singletrack kampung dan tengah sawah tapi keren banget buat bersepeda. Lengkap: tanah keras, lumpur, hutan bambu, jalan aspal, dll. Kami benar-benar dimanjakan !!

Akhirnya setelah 30km trip pendek ini kita tutup dengan makan bubur di Bubur Ayam Bunut. Alhamdulillah semua selamat dan dilanda kepuasan.

Anto’s Bike:
Polygon Cozmic CX 1.0 th 2007
Ban depan: Schwalbe Racing Ralph 1.9
Ban belakang: Schwalbe Smart Sam 2.1
Panjang trip: 30.0 km Max Speed: 45 km/j Avg Speed: 10 km/j Cycling time: 2j58mnt Odometer: 4555km
Lokasi Start: Sukabumi
Finish: Bubur Ayam Bunut, Sukabumi
Foto lebih banyak ada di http://jacyco.multiply.com/photos/album/21/




Listio gzl berkata,
Maret 10, 2009 @ 8:53 am
Sedih euii…,ane kagak ada fotonye…..,hik hik…..
Yang penting sauksess dan tidak ada halangan yg menimpa rombongan baik sepeda maopun jokynya.
rendra berkata,
Maret 10, 2009 @ 2:24 pm
bener2 ngehe tanjakannya…… ampuuuuuuuuuun penyiksaan dengkul yg tiada henti…….. mirip ngehe1 plus 2 nya rindu alam
alfie berkata,
Maret 10, 2009 @ 3:52 pm
lam kenal kang.. sy dari sawit cycling di jakarta pingin coba di trek yang ada di foto2 akang. sudi kiranya akang mau menjadi gaet kita nih…trims.
omiyan berkata,
Maret 11, 2009 @ 2:28 pm
gila mantap mas…..kapan kapan main ke serang….
http://www.sepedaan.com/
barly berkata,
Maret 16, 2009 @ 11:57 am
Rekans JACYCO ysh :
saya atas nama club SBC Sukabumi menyampaikan salam hangat penuh persaudaraan untuk JACYCO dan kami sungguh senang mendampingi rekans dari JACYCO dalam menjajal trip eksotis Sukabumi (seputaran kebun teh dan lereng gn gede pangrango) .
tentu saja ada banyak kekurangan dalam mendampingi rekans karena team SBC tdk bisa full team karena di waktu yg sama sebagian besar team SBC hrs mendampingi team mtb dari JKT ( maaf clubnya lupa euy !! …) ke lokasi terek lain di daerah selatan sukabumi.
kami yakin trek pendek yg kami pilih ( sekitar 3jam) mungkin sangat kurang bagi rekans JACYCO yg ingin lebih dalam mengexplore trek trek panjang nan menanang.(
ok sekali lagi salam dari rekan SBC dan… kapan kita nojer bareng lagi…
warm regards
asepso
Listio gzl berkata,
Maret 17, 2009 @ 1:56 pm
Siang om asep….,
Saya dan teman-2 Jacyco sangat-2 puas dengan suguhan trek yg singkat namun lengkap dan menantang. saya pribadi bahkan pingin sekali ngulang di trek kemarin untuk beberapa x,he he he….
Semoga temen-2 di sukabumi ngga pada bosen aja nge-guide temen dari Jacyco (Cikarang), Ok kapan-2 kesini (cikarang ),disini tidak seindah sukabumi tty,tpi cukup lah untuk goes balasan…..,
Nuhun pisa….!!!
g a z e l l e
Q_double berkata,
Agustus 10, 2009 @ 12:31 pm
bener mas, pemandangan yang di sajiin tuh indah bener!! klo mas naik sepeda lewat trek ntu, saya pernah nyoba sambil jalan kaki mas, dari arah jalan raya yang mo ke perkebunan Goalpara!!!