
Ada ayam jago di tempat start, Restaurant Purnama/Soto Kudus di Cibinong. Saatnya lima jagoan bolos main sepedahan.

Setelah gerimis terus dari tempat start, cuaca mulai bersahabat, namun tanjakan manis manja rolling naik turun mulai menyambut.


Inilah jembatan besi. 14 km setelah titik start di Cibinong, inilah “titik start yang benar”. Setelah ini ada tanjakan “Sherly Marlinton” (aduh jadul banget namanya)

Inilah awal tanjakan “Sherly Marlinton” itu. Ini sebenarnya trek onroad yang ‘rolling’ di perbukitan. Pada tepat setelah jembatan besi, trek ini jadi nanjak tak ada habisnya sepanjang sekitar 15 menit genjot. Yang juga jahanam adalah tingkat kemiringannya. Saya enggan melewatkan buat motret, jadi gak ada foto tanjakannya sendiri. Yang jelas belokan kekiri dan kekanan sambut bersambut. Kiri, kanan, kiri, kanan, lurus, kiri, kanan teruuuussss… Om Rektor masih sempat juga genjot sambil omong, “Kayak gini nih kemiringan di Dieng setelah gardu pandang”. Halah, saya hosh2 cari waktu ambil napas dia malah gowes sambil berdongeng.

Inilah akhir dari “Sherly Marlinton”. Kita disambut pemandangan indah cocok buat photo session. Kanan jalan adalah area Bojong-Koneng-Megamendung-Puncak sementara di kiri adalah area Klapanunggal-Cioray.

Om Bayu “wind who manage the country” sedang menghabiskan “Sherly Marlinton”.

Tim lima praja nakal foto bersama di ujung “Sherly Marlinton”
Setelah itu jalan kembali rolling di perbukitan sampai di tempat tertinggi 550m dpl di Desa Cibadak. Kita stop di desa cibadak. Tanjakan menuju Cibadak juga lumayan banget miring, cuma memang tidak seganas “Sherly Marlinton”
Kemudian kita akan turuuuuunnnn rolling-rolling sampai bertemu jalan onroad (mengerikan turunannya), aspal tapi kadang dengan tikungan patah yang tak terduga. Turun sampai bertemu pertigaan jalan yang dari arah kanan adalah jalan dari “kota Bunga” Cipanas menuju Jonggol.
Kami sempat berteduh hujan dan makan siang mie rebus telur dan bubur kacang hijau. Lalu bertemulah dengan awal tanjakan batu ke Situs Batu Tapak…

Inilah tempat awal nanjak batu cadas tajam ke Batu Tapak. “Cuma 4km kata Pak Rektor”. Kemudian terbukti bahwa start di jembatan besi tadi adalah bohong. Inilah titik start yang sebenar-benarnya.

Dikentutin Pak Rektor di tanjakan batu.

Masih ada sedikit keteduhan hutan hijau.

Si Cozmic sangat bangga difoto di hari libur hehehe… Terlihat tuh senyumnya jauh lebih lebar di hari libur. Ini adalah bulan ke 14 saya dan Cozmic bersama-sama.

Sampai juga akhirnya di situs Batu Tapak. Legaaaaa…. banget. Benar-benar 4km yang super FUNTASTIC !!! Naik dari 120m ke 500m dpl dalam 4km tanjakan batu bayangkan…

Inilah situs Batu Tapak itu. Kalau kita berdiri di atas tapak kaki di batu itu, kita akan bisa lihat pemandangan luarbiasa di bawah sana kearah Cibinong dan sekitarnya. Semua bukit-bukit terlihat. Mungkin ini dulu adalah tempat ’survailence’ untuk melihat daerah kekuasaan.

Foto tim lengkap Gowes Rebo-an di hari kerja. Gowes hari kerja memang moantap. Sensasinya beda banget. Apalagi bisa ada yg kirim live report tmsk fotonya ke milis hehehe… sukses bikin ngiri yg lagi kerja.
Selanjutnya adalah turunan…


Karakternya mirip turun dari Pondok Pemburu ke arah Gunung Pancar. Cuma ini bukan singletrack. Turunan tanah dan dilanjutkan makadam.

Ketemu warung di dekat desa keluar nya trek Cioray. Dikerubutin anak2 kampung yang tampaknya lagi hobby sepeda juga.
Foto-foto lebih banyak dan resolusi sedikit lebih bagus ada disini… http://1pdn.multiply.com/photos/album/26/





rohmat berkata,
Februari 28, 2009 @ 10:11 pm
coba yang ke arah kota bunga deh om ada tanjakan lagi namanya tanjakan golkar saya lewat situ pas turing dan malam hari (tanpa lampu) sensasinya luar biasa.
nino berkata,
Maret 10, 2009 @ 4:33 pm
wah mantap pemandangannya….