Arsip untuk November, 2008

JakJazz 08 day#2: Natasha, France Blues, Indra Lesmana Reborn, Barry Likumahua feat Benny Likumahua-Utha Likumahua

spict1834jjazzday2
(foto diambil di panggung utama saat Indra Lesmana Reborn tampil)

Natasha & Friends
=================
Semula saya cukup under-estimate dengan penampilan band ini, apalagi mereka nampil di ‘community stage’, lalu di depan ada satu penyanyi utama cewek dan lima penyanyi latar cewek2 yang dandan menor ala dewi panggung. Wah, udah kebayang lagu ala cafe. Bener deh, lagu pertama, pop, bergaya cafe banget. Tapi rhytm section nya asik, ada pemain drum-bass-pecussion yang padu banget dan kelihatan enjoy sekali bermain.
Entah lagu ke berapa saya masih sabar menunggu, mulai dah itu lead singer-nya nyanyi solo. Wah… keren banget. Pokoknya saya tahunya itu lagu Carpenters tapi dinyanyikan ala Aguilera/Spears gitu, tapi sangat sangat hitam gayanya. KEREEEEENNN…
Gak jadi deh underestimate penampil di ‘community stage’… jadi agak bangga juga ternyata community stage isinya gak cemen2 amat.

France Blues
============
Nama grup nya bukan ini. Tapi grup yg isinya tiga pemain ini: gitar elektrik ala blues, gitar ritem akustik, dan drum/percussion set yg unik ini keren banget. Terutama karena permainan gitaris elektrik kulit hitam yang sangat bluesy, lalu penyanyi hitam kelam berlogat perancis, nyanyi blues bahasa perancis, lalu drum/percussion set yg aneh. Sound band keseluruhan sangat kental aroma akustik rhytm, namun juga keras di gitar elektrik.
KERENNNN…

Indra Lesmana Reborn
====================
Entah kenapa kok rasanya saya hanya mendengar gegap gempita saja. Saya kurang merasakan Indra Lesmana berhasil dengan lancar kembali me-’reborn’-kan lagu2 lamanya. Boleh juga sih konsepnya, lagu lama dinyanyikan kembali dengan aransemen baru, tapi kok ya itu tadi: berisik dan terasa hambar.

Barry Likumahua feat Benny Likumahua-Utha Likumahua
===================================================
Kulihat dengan mata kepala sendiri betapa Barry sudah menjadi bintang baru, sementara Bapak dan paman-nya tinggal nyokong saja. Salut untuk kemampuan Barry berkomunikasi dengan penonton. Tapi terusterang musik Barry ‘bukan gue banget’, asik tapi saya jadi melangkah terlalu jauh untuk ikut menikmatinya. Untung ada solo2 trombon Benny Likumahua yang membuat penampilan jadi ‘hangat’ secara musikal.

Hari ini yang ditonton sangat sedikit. Sayang banget musti kehilangan nonton Zinnia. Kuliah sampai jam 1830 lalu kena macet di semanggi. Sempet ragu nonton karena mertua lagi berkunjung dan menginap di rumah serta besok pagi mau genjot ke Jatiluhur Purwakarta

Komentar bertahan »

JakJazz 08 day#1: EXO, Van Alloy, Laconieck, Idang Rasjidi, Maliq, Oele, Heaven on Earth, Devian, Dina Mariana, Bianglala

Semalam nonton:

Accoustic Fever
EXO – campuran antara RHCP, Funky Kopral, James Brown

Van Alloy Big Band
p1040804
our first performance in JakJazz. Pada saat memulai tampil kami ditonton oleh Om Ireng Maulana. Huuu… grogi men!!! Kita menampilkan 8 lagu:
1. Steppin Out With My Baby
2. All The Things You Are*
3. Fly Me to The Moon*
4. Girl From Ipanema*
5. Quiet Night of Quiet Stars (Corcovado)
6. Birdland
7. Rahasia Perempuan*
8. Every Little Thing She Does is Magic*
* kita kolaborasi dengan Zinnia

jakjazz0002r
(all access !! for three days in a row!!)

jakjazz0003r
(kami tampil di community stage)

Laconieck
Idang Rasjidi
Maliq
Oele Patisellano Trio
Heaven onEarth
Devian
Dina Mariana
Bianglala

(tulisan lebih panjang menyusul yah…)

Komentar (1) »

D E N I A L

Denial…

Baru baca kemarin di suatu majalah, ‘denial’ adalah ‘knowing-but-not-knowing’. Weleh mbulet, maksudnya adalah (kira2): meskipun udah tau tapi pura-pura gak tau. Secara filosofis konsep ini disampaikan oleh Sigmund Freud di akhir abad 19.

freud

Sebenernya saya pengen nulis panjang, serius, dan (menurut saya) penting sekaligus menarik. Tapi saat saya kembali ke depan komputer dari luar ruangan, kok semua yg akan saya tulis jadi serasa gak ada artinya yah?

Intinya: (hhh… masih punya semangat buat mengetiknya) banyak contoh, bahkan orang2 besar dan orang2 sukses yang melakukan denial. In purpose, secara sadar, dengan menyadari semua resikonya… Denial adalah manusiawi dan juga sangat bisa dipahami sebenarnya. Padahal itu tindakan bodoh yang selalu diulang-ulang… DENGAN SADAR !!

Saat kondisi ekonomi sangat tidak bersahabat seperti sekarang, yang mempraktekkan kebodohan ini semakin banyak (benarkah ini kebodohan?).

Komentar bertahan »

Jalur Gito

Senin kemarin saya cuti, ada kegiatan lain yang cukup membosankan sampai jam 3 sore, akhirnya memutuskan buat genjot sendirian setelah acara membosankan tersebut berlalu. Pembalasan, masak cuti malah diisi acara membosankan?

Pengennya offroad, tapi males lumpur, ya batu atau jalan rusak lah… akhirnya diputuskan ambil jalur desa cibatu nembus lippo (bunderan dekat beverly). Kangen juga sama tanjakan onroad ke arah cibiru, meskipun sudah berniat untuk menyatroni kantor om Yadi, akhirnya malah nanjak dulu ke arah cibiru lalu balik turun lagi. Ini tanjakan memang cukup bangsat (maaf), setiap melewatinya saya jadi meragukan kadar ‘kecintaan’ saya pada tanjakan. Susul menyusul ada tiga gundukan yang harus dilalui sebelum muter di bunderan cibiru.

track-cikarang-jalur-gitosmall

Kontak Om Yadi sambil istirahat, wah, tampak dari irama suaranya bakal seru nih gowes pulang barengan hehehe…

Saya ambil jalur lewat taman cempaka (?) jadi gak lewat pujasera sirkus, sempet muter2 bingung akhirnya dijemput sama om Yadi dengan si Willy-nya. Nengok dulu ke kantor Om Yadi, terkagum2 melewati pabrik ban Scwalbe. Ban sepeda-nya, ada kali 50+ macam dipajang di luar dekat pagar depan. Kayaknya uji ketahanan kalau ditaruh di udara bebas. Ck Ck Ck.. mana coba saya uji pake sepeda sekalian…

Dilanjut ke arah detpak, hai hai sama Om Iwo. Memang benar Om Yadi kalau enak banget sprint di jalur pulang beliau sepanjang lippo dan delta silicon ini. Lurus, halus, lebar. Tapi tau sendiri dong kalau gowes sama Om yadi? Alamat diasepin, kita cuma kebagian ngeliatin kelip2 lampu belakangnya yang makin lama makin jauh hehehe…

Kenapa namanya jalur gito?

Kalau dilihat di peta, tampak kan kalau jalur ini sebenernya jalur b2w biasa saja, 60% adalah on-road mulus (warna merah) lalu juga ada jalan rusak dan batu2 (orange) serta sedikit offroad (hijau).

Dari detpak kita dihadapkan pada arus pulang arah lippo yang super macet sampai di jembatan tol, wah, kalo macet nyelip2 gini rasanya jadi kangen sama neng Uu’, si lipetan urbano yang lincah banget kalo dipake nyelip2.

Karena beda jalur menyelipkan diri, segera saya bisa tinggalkan Om Yadi. Kesempatan… kapan lagi bisa ngasepin beliau kalo gak pas macet begini, dapat agak longgar di depan saya kebut sekuat saya, sedikit unjuk gigi lah… saya coba tengok2 ke belakang. Kok Om Yadi gak kelihatan juga yah.. Saya harapkan di bayangan saya, bliau sedang ngejar saya wakakaka…

Terperanjat saya setengah mati !! Rupanya Om Yadi yang saya kira di belakang sudah tampak menunggu saya di depan!! Ampuuuuuunnnnn…..

Sampailah kita di jalan masuk tol arah dari lippo. Sempet ngebayang. Kayaknya seru juga nih dari sini masuk tol naik sepedah wuikikiki… Lalu saya usulkan ke Om Yadi untuk lewat jalan sempit yg agak offroad alias jalan aspal rusak banyak polisi tidur. Hehe… saya tau Om Yadi gak demen polisi tidur, sapa tau ada voor buat saya bisa ngasepin bliau…

Kita nyeberang sepeda dituntun di tengah kemacetan, lalu masuk ke arah kampung sasak papan. Kampung ini ada sejajar dengan jalan ke arah gemalapik, tapi jalan ini lebih sempit, pas satu mobil saja, jadi kebanyakan yang lewat adalah motor. Kalau lihat di peta jalan kampung aspal rusak ini nembus ke pasir konci, kampung gamlok, lalu ketemu kalimalang. Jalannya khas jalan kampung cikarang, aspal tapi rusak dan bolong2, banyak anak kecil, banyak polisi tidur. Mantap. Jadi bisa jumping2 sambil ngebut.

Oya, kenapa jalur ini diberi nama jalur ‘gito’?
Pas ngebut di kampung sasak papan itu Om Yadi bilang, “Ini sih jalur-nya Gito…” Artinya Gito kalo b2w lewat jalur keren ini. Wah .. mantap juga. Om yadi juga cerita kalo pernah jatuh gara2 ngebut sambil belok wakaka… Jagoan bisa jatuh juga hehe…

Setelah melewati kalimalang, kami menyeberang jalan beton pinggir kalimalang, sedikit saja, lalu masuk ke kampung poncol. Kampung ini sudah berbatasan langsung dengan kawasan industri jababeka terjepit dengan jalan beton kalimalang-pemda. Jalan kampung disini sama saja, sempit, satu mobil saja, aspal rusak kadang kerikil, dengan banyak polisi tidur. Masih ada beberapa area lebat pohon bambu di pinggir jalan, agak adem.

Jalannya cenderung datar, tapi di akhir jalan ada kejutan turunan letter S yang sangat tajam. Mirip downhil deh, dengan jalan berupa campuran batu2 dan limbah beton. Wah mantap sekali, turun langsung masuk ke kawasan jababeka Jl Industri Selatan di sekitar PT Cahaya Kalbar (sebelah VGI). Percaya deh teman2… yang suka turunan musti nyoba turunan ini… yang suka tanjakan juga musti nyoba dari arah sebaliknya. Ini penutup yang TOP dari trip ini.

selesai sensasinya?

BELUM !!!

Deket pojokan VGI, pertigaan dengan cahaya kalbar, kita pakai pikul bike di jembatan shirotol mustaqim. Jembatan beton selebar sepatu kita melewati selokan jababeka sedalam 3 meter-an. Ngeri juga sambil angkat sepeda.

Lalu sepeda mulai digenjot melewati pinggir selokan, lalu masuk ke pinggir sungai cilemahabang. Ini di seberang sungai-nya daerah tapir/panda. Ini jalur ternyata singletrack yang jadi cukup berlumpur, ada tapak2 kaki sapi. Kangen dengan singletrack Jalur Rindu Alam yang diselingi akar2 menonjol? Disini tempatnya!! Gak jauh dari pintu rumah anda!! Around your doorstep!! Om Yadi sempat teriak karena kepala hampir kepentok dahan pohon. Apalagi kita tetap gowes full speed, tapi kali ini offroad….

Meski cuma 200m-an, tapi jalur pinggir kali ini paling berat. Kita juga harus menjaga keseimbangan dan juga mesti bisa liat jalur di depan, jangan salah jalan…

MANTAP!!! Kita sudah sampai di jembatan menjangan. 50 meter dari rumah!!!

Komentar bertahan »

Bayu, 1PDN Sejati…

Apa benar “1PDN isinya para jagoan” ?… Banyak yg punya persepsi seperti itu. Mungkin kita sendiri tidak merasa se-jago itu. Emang sih… seperti kata Nota, kita jagoan juga…. jagoan mengalahkan rasa sakit dan ketakutan yang kita alami saat nanjak, jagoan mendramatisir dan menikmati berada di puncak sebuah tanjakan hehehe…

Cerita Bayu, wind to manage the country, selalu menginsipirasi saya. Berkali-kali saya, yang jarang ikut kuliah (hapunteennn.. maapppp… Pak Rektor), beruntung kuliah bareng Bayu. Selalu ada semangat berbeda setiap kuliah bersama Bayu. Dan, setiap kuliah bersama Bayu saya selalu melihat semangat yang hampir kita semua gak punya. Bayangkan. Rekan kita ini selalu struggling setiap menanjak (sorry BAY…)

img00207bayu

Bayangkan saja misal kita sendiri, selalu tersiksa, lebih dari rekan yang lain, kadang kepala kunang2, dievakuasi, paling belakang, disalip cewek, de el el… tapi rekan kita Bayu ini tetap datang, tetap nanjak bareng Om WTT Om Inu Om Dhani, tetap beli sepeda terbaik, tetap ikut NR (bahkan berangkat duluan !!)…

Bayu wind to manage the country menurut saya adalah 1PDN-ers SEJATI sejatinya…
Tetap nanjak dengan penderitaan melebihi rekan yang lain…

Jadi apa benar 1PDN isinya para jagoan?

Let’s take a bow and send salutes to Bayu….
(ada yg tau sms nya Bayu? kita bom!!)

Rgds, Anto

- we are not ironmen… we only bikers who enjoys the uphills-

Komentar (2) »