Baca dulu betapa malang istriku dan sepeda disini…

Kemarin hari sabtu Seli Urbano aku bawa naik Mayasari Bhakti AC 121 Cikarang >> Komdak lalu dilanjutkan dengan genjot Komdak >> IPMI (Kalibata). Di IPMI sepeda aku lipet dan kutaruh di bagian belakang kelas. Cukup eye catching. Yang kocak adalah pas aku masuk ruangan bareng dosen, bliau nanya, “Siapa yang sakit ???” Hehehe.. dikirain kursi roda rupanya.
Pengalaman baliknya lebih seru, Kalibata >> Terminal Blok M >> Cikarang AC121. Pake mencoba jalan kecoa jadinya nyasar deh sampai lewat Kemang segala. Wah, jadi jauh. Naik dari terminal blok M, kembali Mayasari Bhakti 121, cuma serba susah menempatkan posisi lipetan di bis. Untung baik berangkat ataupun pulang ternyata bisa agak sepi. Jadilah seli nongkrong di bagian belakang bis, tepatnya di sebelah pintu belakang, pas dekat tangga. Kagok juga. Waktu kupindah ke belakang sopir sama emang kondektur disuruh pindah ke belakang lagi, katanya keluar lewat pintu depan lebih susah. Emang iya sih, turun lewat pintu depan bus AC Mayasari ini cukup tricky.
Beberapa kesanku setelah sekitar seminggu nyobain terus si seli-urbano…
(1) Karena ban 20inch, maka manuver saat ‘berdansa’ di sela2 kemacetan kendaraan jauh lebih lincah dibanding naik sepeda mtb 26inch. Manuvernya lincah sekali, goyang kiri kanan selap selip. Oooo… ini yah enaknya naik seli.
(2) Posisi badan sangat ergonomis. Duduk dengan posisi natural dan tangan memegang handlebar juga pada posisi natural. Sangat terasa bedanya dengan pengalaman saya bike to work dengan sepeda stel uphill Kanjeng Kyai Cozmic yang cenderung membungkuk.
(3) Posisi seatpost kurang tinggi. Tinggi badan saya yg 171 cm terasa banget pada posisi seatpost paling panjang (sampai di batas maksimum-nya) terasa posisi kaki selalu tertekuk. Agak aneh karena saya biasa posisi menunduk dengan kaki hampir lurus saat naik mtb. Setelah baca di forum yg membahas Urbano, rupanya ini memang kelemahan dia, tapi katanya sudah lebih baik dari Polygon Metro (12 inch).
(4) Jadi pusat perhatian. Saya sudah setahun lebih bersepeda bike to work, tapi dengan Seli-Urbano lebih banyak orang menengok hehe… Serasa selebritis.
Hari ini bike to work speedy dengan Cozmic lagi. Pas naik dan berangkat pertama dari rumah, semenit pertama serasa aneh banget perasaan handling sepedahnya. Mungkin karena beberapa hari nyobain Seli terus. Jelas banget terasa ‘center of grafity’ nya beda sekali.
Kesimpulan?
Gunakan sepeda sesuai peruntukan. Sepeda mtb memang paling cocok dibawa ke gunung, bukit dan lembah.
Kalau peruntukan Seli-Urbano biar istri makin tertarik berolahraga dan bisa membantu dia menurunkan berat badan ya jangan sering dipinjam sepedanya hehehe…
bisa lebih jau lihat komentar saya setelah tujuh minggu pake Polygon Urbano…







