Arsip untuk September, 2008

here we go again . . .

here we go again…
datang lagi deh…

Bulan puasa, kalau di tipi sering disebut orang yang berpuasa banyak yg dapat lapar dan haus saja. Semakin tambah umur kok saya jadi semakin ‘paham’ akan kalimat ini. hiks…

Lebaran dan mudik, kali ini sangat berbeda, karena Bapak baru meninggal sebelum puasa kemarin. Jadi kami akan mudik lagi ke Jogja, mengunjungi makam Bapak untuk pertama kali kembali. Merasakan lagi mudik naik mobil, bermacet-macet berpanas-panas. Rutinitas lama yang sudah tidak pernah kami jalani selama hampir tiga lebaran terakhir saat Bapak dan Ibu sudah pindah ke Cikarang.

Liburan, akhirnya datang juga. Dalam arti sebenarnya adalah liburan berupa dua kali libur sabtu kuliah. Fuiiiihhhh… Kepala rasanya enteeeengggg… banget. Meski terus kepikiran karena di sabtu pertama 11 Okt 2008 grup kami sudah harus langsung presentasi di dua kasus berbeda di dua matakuliah.

Semoga bisa nyepedah di Jogja, bisa nanjak ke kaliurang terlaksana beneran…

Komentar bertahan »

Kayak apa ya nanti jadinya?

Van Alloy Big Band sedang mempersiapkan penampilan di ITB Big Band Concert 2008. Persiapan sudah berjalan sebulan lah, latihan pertamanya waktu itu di hari minggu terakhir pas sebelum puasa. Latihan pertama yang menyenangkan, karena banyak yang datang, karena sudah lama gak latihan, karena ada tim rhytm yang baru dll. langsung disambet dengan bulan puasa. Selama bulan puasa ini pun baru dua kali berlatih.

jjf08

Memang kalau menghadapi even yang serius seperti ITB Big Band Concert ini atau penampilan di JavaJazz International Jazz Festival, band jadi berbeda sekali mentalitas berlatihnya. Menjadi lebih sabar, lebih percaya pada detail, lebih mau memperbaiki dan mengulang-ulang frase. Buat saya ini seperti sebuah oase. Kadang bosan dan jenuh sekali kalau berlatih kita dikejar oleh target ‘kejar tayang’. Target lagu cepat selesai, target jumlah lagu bertambah, kuantitatif lah. Rasanya kalaupun tercapai, hambar…

Ini saya sangat rasakan saat VanAlloy ikut dalam pemecahan rekor 30 jam Jazz nonstop Jam oleh Komunitas Jazz Kemayoran. Karena kami pernah berlatih 18 lagu, maka digeber lah itu 18 lagu diatas panggung. Waktu tercapai sih seru juga, karena kebetulan band ini adalah band terakhir dari puluhan band yang berpartisipasi, tapi ya itu tadi, hambar…

Jadinya bakal seperti apa ya nanti band ini saat ITB Big Band Concert 2008??
Ini adalah ITB Big Band Concert ketiga yang pernah kami ikuti setelah 2005 dan 2006.
Di 2005 kami juga pada posisi kerjar tayang karena semua tim baru tiga bulan berlatih setelah belasan tahun gak main.
Di 2006 kami ada banyak perubahan dan mulai berani nekat berimprovisasi dengan menampilkan tiga vocalist dadakan.
Di 2008 apa lagi ???

Ini adalah post pertama saya tentang bigband setelah beberapa bulan terakhir. Wah, padahal pernah lho blog ini isinya tentang bigband…

Komentar bertahan »

Top 10 Albums played, Sept 2008

Uedan!!
Saya telah melewatkan banyak banget bulan-bulan tidak disertai thread ini… Terakhir di bulan Mei 2008 http://antoix.wordpress.com/2008/05/24/top10-mei08/

Top 10 Albums played
Tracks Album Length File size
33 Various Artists – Piano Jazz 3:23:04 185.95 MB
33 Robbie Williams – Swing When You’re Winning 1:48:42 99.56 MB
31 Westlife – Allow Us to be Frank 1:36:20 88.08 MB
30 Michael Buble – Album 2006 2:01:34 111.35 MB
29 Various – Bossanova Album 1:34:05 86.18 MB
27 Gita Gutawa – Gita Gutawa 1:51:25 102.04 MB
24 Paul Anka – Rock Swings 1:39:44 91.34 MB
23 Super Bass – Super Bass 2 1:50:15 100.95 MB
23 Adriano Giffoni – Musica Brasileira Para Contrabaixo 0:08:29 7.82 MB
23 Hal Leonard – Easy Jazz Pak 15 1:03:27 96.51 MB

Top 10 Genres played
Tracks Genre Length File size
337 Jazz Standards 30:12:13 1.88 GB
290 Jazz 24:10:16 1.47 GB
218 Big Band Standards 11:25:45 738.14 MB
154 Jazz Vocal 9:36:55 618.82 MB
123 Big Band Classics 6:45:05 439.81 MB
118 Pop Indonesia 8:26:24 539.69 MB
101 Kroncong 7:43:05 584.94 MB
96 Jazz Easy 7:17:17 467.28 MB
82 Jazz Latin 6:07:58 398.31 MB
82 Jazz Brazillian 4:27:50 246.37 MB

Haha… sudah lama sekali tidak meneruskan thread yang biasanya ditulis bulanan ini. Wah-wah list kali ini agak lain karena komputer sempat dibawa istri tugas dan dipake selama seminggu diluar kota. Kelihatan ada beberapa album masuk list yg selera istri. Tapi not bad lah ya….

Yang ingin kubahas kali ini adalah album Various Artist piano jazz. Sebagian besar sih jazz standards, walaupun ada juga yang sudah agak bop. Favoritku adalah lagu-lagu yg dulu kudengar lewat Art Blakey and The Jazz Messengers: Moanin’, Whisper Not. Aku sendiri gak tau sebabnya kenapa cenderung suka lagu-lagu yang ’sangat jadul sangat standards’ seperti ini. Tapi gak dipungkiri memang enak banget denger di telinganya. Apalagi kalo denger permainan combo dengan alat tiup main classic jazz gini… mak nyeeesss didada. Suatu saat saya akan ikut main di band kayak gini.

Komentar bertahan »

Nikmatnya Nandjak – Nikmatnya Sambal

Berikut adalah tulisan saya di mailing list ikatan pentjinta djalan nandjak – 1PDN at 1pdn-cycling@yahoogroups.com setelah melihat rekan2 kesetanan genjot nanjak semangat banget di hutan kelok 12 Sukamantri Bogor…

1pdn

=======

Lama-lama saya jadi ingat, betapa saya dulu sangat membenci makanan pedas dan cabe. Sampai SMA kelas 3, saya tidak pernah makan gorengan misalnya, dengan cabe. Saya pandang waktu itu, ngapain pake cabe, bikin pedes. Makanan enak-enak kok malah dibikin pedes, menyiksa diri sendiri! Maklum ya… saya lahir dan gede di jawa, jadi segala sesuatu sudah terlanjur manis (halah!)

Sampai suatu saat di suatu acara buka bersama, saya ‘keceplus’ cabe yang secara semena-mena dimasukkan/diselipkan ke dalam sebuah hidangan risoles buka puasa. Ampuuuunnnn… hoah hoah hoah kepedesan. Rasanya mulut terbakar, misuh-misuh (untung sudah jam buka puasa) sambil terus minum untuk menetralisir.

Lama-lama pengalaman dengan cabe itu nyambung dengan ubyang-ubyung (=wira-wiri -red) saya bareng rekan-rekan 1pdn. Dahulu kala melihat orang nanjak seperti melihat cabe atau sambal. Sumber masalah, menyiksa diri, merusak kenikmatan, tapi lama kelamaan, seperti juga saya dan cabe sekarang, makan gorengan gak ada nikmatnya kalau gak pake cabe. Meski saya bukan gila makanan pedas, tapi at least saya sekarang tahu dan bisa merasakan nikmatnya sambal, enaknya nyeplus cabe sambil makan gorengan hehehe…

Jadi, Om Aris Want to Bargain (sudah Omm… terima saja julukan aneh ini), ibarat makan cabe dan sambal, kayaknya perlu ditakar untuk memulainya. Trus jangan deket2 sama orang gundul, banyak senyum, yang gowesnya gak pake udel. Dijamin kraam habis-habisan.


(foto dari http://xentana.com )

Yang bikin saya cuma bisa geleng-geleng kepala adalah saat lewat kelok12 di hutan pinus sukamantri. Gila itu. Orang-orang pada punya udel dan ototnya terbuat dari apa sih? Udah genjot naik turun missing the nature tapi lewat jalan batu licin berkelok-kelok gitu malah kesetanan. Suatu saat saya disalip Om Dani Puri. Lho! jadi yang balapan di depan tadi siapa? Ternyata Om Inu trek-trek-an nanjak sama Ucup sama DJaroth sama Panjikoming. Ampuuuuunnnn… Dengkulnya dari apa sih????

Saya melihat mereka nanjak kayak orang pesta hidangan makanan pedes. Makin panas nasinya, makin banyak sambelnya, makin semangat gowesnya…

Komentar bertahan »

Kuliah Gabungan – Missing The Nature & Like Minister

Topless Together Sleeping Together 1PDN
Kuliah Gabungan – Missing The Nature & Like Minister
20-21 Sep 2008

Kronologi Kejadian:
2300: keluar pintu tol bogor, sudah diteleponin terus
2315: selesai rakit sepeda di depan Pizza Hut Padjadjaran
2320: berkumpul di RM Padang Trio, Baranangsiang, nunggu Om Dani+ Tnt Pam
2400: dapat kabar kalau ada praja ‘kunang2′ di portal berangkat ke Sukamatri
0030: sampai di pos1, evakuasi Tnt Pam
0100: berangkat lagi
0120: Pos2 warung tutup
0140: Ketemu praja ‘kunang2′
0200: Gerbang Kujang Raider
0225: Finish Sukamantri
0300: Semua lengkat, Mendapat jatah Camping ground
0310: Paydebt Together (Sahur bersama): masak memasak, makan memakan
0400: Sleeping together (Tidur bersama)
0630: WakeUp together (Bangun bersama)
0700: Packing sepeda ke pickup, turunan ‘tidak terlalu penting’
0800: Meluncur tremor lewat jalur berangkat
0845: Sampai di rumah

Tempat Kejadian Perkara
RM Trio Baranangsiang Bogor >> Jalan Raya Ciapus >> Desa Sukamantri >> Kujang Raider >> Bumi Perkemahan SUkamantri

TKP Sebelumnya:
Gadog >> Cisarua >> Kampung TUgu >> Masjid Atta’awun >> Rindu Alam >> Warung Mang Ade >> Turun ke Gadog >> Makan di Padjadjaran >> Baranangsiang

Catatan Huro:
(tidak ikut Missing The Nature)

#1 Ella WonderWoman. Luarbiasa, genjot bareng di Sukamantri, pakai sepeda b2w termasuk ban standar-nya (yg tengahnya mulus), menghadapi medan batu besar dan batu lepas sukamantri, setelah naik turun Gadog-Rindu Alam (!!???). Buset!! Ortunya dulu ngidam apa yah? Saluuuuttt… Kata MBah Rektor, Ella adalah orang pertama yang naik turun Gadog>> Rindu Alam>> Gadog>> Baranangsiang>> Sukamantri

#2 BATUNYA TAMBAH LEPAS!! Setelah Pos warung tutup, entah kenapa kok batu2 bulet kecil jadi lebih banyak dari biasanya, semakin membuat kita yang tak bisa lihat dengan jelas jalur jalan, batu lepas-lepas. Ampuuunnn… Sensasinya ditambah NR dan suara lenguh sapi, tambah mantap. Benar-benar berbeda nanjak malam hari di sukamantri dibandingkan siang hari!

#3 Nanjak onroad lebih sepi, lebih lancar, lebih menggoda. Apalagi melihat lampu belakang rekan mendahului kita, lalu menjauh, menjauh, sampai tak terlihat hehehe… (ketahuan deh sering disalip)

#4 Bayu ‘kunang-kunang’ Notonegoro (Wind Manage the Country). Tampaknya ketegaran hati dan kegarangan sepeda tidak selalu kompak dengan kesuksesan menanjak. kali ini kedatangan ‘kunang-kunang’ di sekitar kepala menjadikan semuanya buyar.

#5 Civitas Akademika 1PDN KOMPAK BANGET!! ternyata semuanya: suka kentut, suka makan, suka nyanyi, suka mencela, suka tidur, suka kopi, suka masak, suka tertawa, suka (psss…st) mantri hehehe…

Bakal ketagihan NR malam minggu nih…
Pak Puri, kapan nih NR nanjak tanah CioRay???

(sorry gak ada photo, gelap…)

Komentar bertahan »