Arsip untuk Juni, 2008

1PDN, Nandjak dan Persisten; apakah berhubungan?

Setelah sekitar tujuh bulan ikut lontang lantung dengan teman-teman 1PDN (Ikatan Penikmat Djalanan Nandjak) Cycling, ikut beberapa trip-nya, ikut diskusi-diskusi mereka (baca: kuliah umum) sambil istirahat waktu kita menunggu dan istirahat di track. Sampai akhirnya entah bagaimana saya didaulat jadi Humas, tepatnya Humas Dua alias Humas Loro dengan panggilan sayang hUro…

Semakin saya dalam ngobrol, yahoo mess, ikutin milisnya ipdn-cycling@yahoogroups.com coba juga kalau penasaran seperti apa perjalanan kami bisa lihat di http://1pdn.multiply.com/ saya lama-lama menangkap juga perbedaan gerombolan penikmat jalan miring keatas ini dibandingkan kelompok bersepeda yang lain…

Beda, sudah pasti
Dengan menanjak, menjalani ritual yang dikira dan dipandang sebagai siksaan oleh orang lain, kami merasa beda dan merasa eksis. Ini pernyataan jujur tentang eksistensi, minimal menurut saya, yang harus kita akui. Olehkarenanya (halah bahasanya) 1pdn sangat intens mensosialisasikan kegiatanannya. Menunjukkan eksistensi dan juga tentusaja mengajak. Mengajak untuk bergabung.

Mengajak dan terbuka
Organisasi/gerombolan bernama 1pdn ini unik sekali. Terbuka asli terbuka. Siapapun silakan bergabung asal mau genjot miring keatas. Tidak membatasi sepeda tidak membatasi skill tidak membatasi stamina. Yang ada hanya: genjot keatas? Ayo sama-sama di 1pdn… Ini lah kenapa di salah satu kegiatannya, Studium Generale Gadog-Rindu Alam sampai diikuti 89 peserta. Dan semuanya adalah diaku sebagai PRAJA 1PDN…

Tapi ada satu pengalaman yang saya pelajari benar dari kegiatan menanjak dengan sepeda ini, terutama saat-saat awal saya mulai ikut kegiatan nadjak. Ada kalanya saat kelelahan fisik mendera, di tengah tanjakan panjang, cuaca panas matahari serasa sejengkal diatas kepala, kehausan dan kelelahan, melihat jalan kedepan tanjakan masih panjang dan tak habis-habis… saya sering berpikir dalam hati, “Apa benaaarrr… ya saya ini penikmat tanjakan dan praja 1pdn??” Saya merasa seperti tidak ada di tengah lingkungan yang benar dan sering merasa overestimate terhadap kemampuan fisik sendiri. Apa benar yah saya pantas berada di tengah para praja 1PDN?

Tapi disinilah pelajaran terbesar diperoleh.
P E R S I S T E N . . . .

Sering saat menghadapi situasi sulit yang lain, di kehidupan nyata, kesulitan mendera tidak ada habisnya susul menyusul seperti tanjakan di CiOray atau di RinduAlam, saya kok lama-lama merasa comfort, tenang, cukup percaya diri… Entah apakah ini hasil gemblengan 1pdn? Yang jelas saat menghadapi kesulitan saya sering melakukan personifikasi saat menanjak, atau membayangkan sedang melahap dan menikmati jalanan menanjak tiada habisnya…

Nanjak tiada habisnya? Pengalaman di 1pdn sih, nandjak selalu ada habisnya… Selalu ada puncak dan ujung jalan… Selalu ada titik akhir kita untuk memulai bagian lain dari hidup dan perjalanan… Turunan…
Turunan yang nikmat dan membius, dan yang pasti jauh lebih berbahaya dari tanjakan…

Ah sudahlah!!
Seperti kuliah 1PDN Cycling, turunan tidak menarik dan tidak penting untuk dibicarakan . . .

Terimakasih 1PDN…
aku jadi lebih persisten . . .
kesulitan jadi lebih indah untuk dijalani . . .

Komentar (1) »

Bahan Bakar Minyak dan Harganya

Saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, saya dalam dilema, tapi 70% opini saya mendukung penuh kenaikan ini. Bukan apa-apa, dengan harga BBM yang semurah kemarin, dengan beban APBN yang sudah aneh sekali, dengan membeli motor yang sudah semurah sekarang, kita, Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang manja, kolokan, dan boros dalam penggunaan energi.

Saya baca juga presentasi pdf ala Kwik Kian Gie, tambah bingung. Tapi saya tidak menyorotinya dari segi moneter. Saya menyoroti cara masyarakat kita menggunakan energi.

BOROS !!!
HAMBUR !!!

Saya sangat penasaran segera berlalu 1-2 bulan setelah kenaikan.

Jika ternyata mall-mall masih penuh orang berbelanja, jalanan masih penuh orang naik kendaraan bermotor, bis-bis, angkot dan kendaraan umum masih kosong penumpang… berarti memang sebagian besar masyarakat kita masih memiliki daya dukung untuk menyesuaikan hidupnya dengan kenaikan BBM.

Naif dan pendek ya analisanya?
IYA !!

Tapi dengan analisa sederhana ini saya yakin alasan saya dan kesimpulan saya bisa lebih ditangkap artinya daripada bahasa moneter yang rumit.

Cikarang, tempat saya tinggal, masih macet sekali dengan motor setiap pagi dan sore.
Yang bersepeda ke tempat kerja masih saja jarang.

OK, kita tunggu 1-2 bulan lagi untuk melihat final judgement-nya

Komentar bertahan »

Dijual Alat Tiup: Trombone Slide, Alto Sax, Baritone Sax

Bantuin teman siapa tau ada yang cocok.
Untuk kontak respon dengan komentar di bagian bawah blog ini saja… nanti saya kirimkan foto. Semua barang adalah bekas.

Trombone Slide
Merk Holton
Bersama Case ada Holton Warranty Card
Warna bell emas, warna slide perak
Harga 5 Juta

Alto Saxophone
Selmer MK6
Legendaris warna emas
plus case
Harga 9 Juta

Baritone Saxophone
Conn Ltd. Lady Face
warna perak
plus Case
Harga 7 Juta

Posisi barang di Jakarta Timur.

Komentar (14) »

1pdn Trip: Cioray 8 Juni 2008

Saat duduk dan kehabisan kalori (gak ada mie di warung atas) kemarin, kocak mendengar cerita Om Iye menirukan gaya menulis Huro, HDmessa, dll… Kocak!! Jadi tulisan ini dengan sedikit adjustment… (Moga2 halaman udah berkurang)

Menuju titik start kali ini tidak ribet, parkir mobil juga tidak perlu gedor2 pintu mall yang masih tutup. Hanya Mbah Rektor terus2an sms dan akhirnya nelepon “jam makan siang ditunda ke jam 4 nih!!…” Sebuah ancaman muncul saat saya angkat telp sambil genjot. Gara2 rombongan telat berkumpul…

Semua masih sama seperti trip 1pdn Cioray sekitar Desember lalu. Sampai di ‘warung terakhir’. Cyclo sudah menunjuk belasan km hanya melewati jalan datar. Senangnya akhirnya bisa gowes bareng legend2 di 1pdn secara bersamaan: rektorat lengkap (Rektor, puri, puro+nyasar), Om Dj yg baru lepas dari ancaman typus (Gile lo Bro!! Gejala typus dilawan dg CiOray), Om Eko dan AkiSupri (baru ngeh ini yg namanya Aki), Om Bambang, Om Lilik, Om Oni, Om DaniChagi (sabar banget jadi sweeper), Om Ian, lengkap kan? Cuma tetep aja kurang kagak ada nOta… (We miss you Bro!).

Ditambah tamu2 kehormatan seperti Om Mito, Prof Tony Kamurang, Bimar ‘The Legend’ kaos merah… Kurang apa coba?

Kurang Bayu!!! (Kemudian diketahui sedang mencuci)
Iya, saya dan Om Oni udah dari Kamurang celingukan cari Bayu… “Mana Bayu To? Gak ada dia bisa gawat nih kita…”

veritkal

Bener kan?
Semuanya ngebut! Tau2 nyampe kebun kopi, jembatan kayu yg hanyut, rumah pertama, warung deh! Halah! Baru jam 11 siang!

Sayangnya si Mamang warung lagi ‘belanja ke pasar’. Aduh betapa tidak beruntungnya kami, kali ini tanpa indomie rebus. Hanya teh celup panas, silver queen, kerupuk, air mineral, dan NATA DE COCO! Buset, Om Bambang mempertahankan reputasinya sebagai pembawa makanan aneh saat bersepeda. Setelah bacang, nasi uduk, kwetiaw, kali ini nata de coco BESERTA SENDOKNYA!!

Habis puas istirahat tapi badan masih lemes karena blom makan kita nengokin “Goa Tumpeng” dulu. Perjalanan menuju goa ini ternyata asik banget. Singletrack dan nanjaaaaaakkkk terus. Feel-nya beda dengan track sebelumnya karena ini bener2 jalan setapak alias singletrack. Ini bakal jadi track favorit, saya yakin!!

Kemudian? TURUNAN!!!!
Sebelumnya acara turun selalu terasa ‘tidak penting’ bagi trip 1pdn. Tapi buat saya kali ini beda. Hanya berselang 6 bulan, hanya karena perbedaan tiga jam hujan saja, track turunan penuh derita nan tak kunjung padam berubah menjadi turunan mengasyikkan… Saya sampai tereak2 sendiri excited banget membandingkan trip serupa 6 bulan lalu!!! Waktu itu dari warung jam 2, sampai di kampung jam 6 sore (maghrib). Kali ini dari warung jam 12 sampai di Kamurang jam 3 kurang dikit.

Musti punya prediksi BMG sebelum ke Cioray!! Bisa beda 180derajat. Saat makan soto Permata, saya jadi lega karena rekan2 senior 1pdn menceritakan penderitaan 6 bulan lalu itu dengan perasaan mirip seperti yg (diam2) saya rasakan juga: putusasa, pengen ninggal sepeda, benci lumpur dan tanah, menggigil kedinginan kelelahan dan kelaparan…

Sementara CiOray kemarin, seperti yg di-amin-i Om Ian, memberikan pemandangan alam mirip foto2 indah di majalah sepeda….

Jadi?
RUGI YANG GAK NGIKUT!!!

Lihat foto2nya di http://1pdn.multiply.com

seperti ditulis di milis ipdn-cycling@yahoogroups.com

Komentar bertahan »

Telingaku pekak, perlu sentuhan akustik

Minggu lalu adalah latihan bigband pertama setelah kami melewati ujian berat di 31Jam pemecahan rekor IBOR ala KJK. Hhhhh… masih malas juga berlatih, tapi ya namanya komitmen…

Ternyata mungkin seluruh tim juga mengalami kegamang-an yang mirip, yang datang sedikit sekali, hanya sekelumit dari 26 anggota yang nampil di 31 jam kemarin yang bisa hadir. Padahal aku pun hadir terlambat 1/2 jam… Oya.. senangnya kali ini karena kita kedatangan Yudi, Tambang 86, yang hilang dan menemukan alamat emailku dari browsing internet…

Komposisi-nya akustik sekali…
1 Trumpet: masWicak
2 Alto Sax: Yorin, Boyke
2 Trombon: masSonny, Yudi
conga: VQ

Kita memainkan lagu yang agak kenceng sebenernya, You Are The Sunshine of My Life… Tapi buseeettt… aura dan sound yang dihasilkan keren sekali!! ASLI !!

Seluruh band terdengar lebih soft, lebih bisa mengendalikan power, main-nya juga tampak lebih enjoy dan santai tanpa ketergesaan dan keterpaksaan untuk bermain keras. Just BEAUTIFUL !!! Sampe merinding ngedengernya dan ngebayanginnya lagi pas nulis post ini.

Sound dan suasana yang ditimbulkan mirip banget sama grup Eagles pas pakai conga dan akustik main “Hotel California”…. Soft, mellow, harmonic… Sangat menyentuh !!
Ini saya yang melankoli atau memang karena telingaku sedang rindu sentuhan akustik saja? Kelamaan denger pikuk-nya suara brass bigband dan gelegar suara ritem section?

Nampil model begini yuk !!
Harusnya buat ngamen nih..

Komentar bertahan »