Mei 24, 2008
· Disimpan dalam Big band, Music, jazz, me, myself, and I
Top 10 Albums played
Tracks Album Length File size
33 Various Artists – Piano Jazz 3:23:04 185.95 MB
29 Various – Count Basie & His Orchestra 1:33:34 85.7 MB
27 Gita Gutawa – Gita Gutawa 1:51:25 102.04 MB
23 Adriano Giffoni – Musica Brasileira Para Contrabaixo 0:08:29 7.82 MB
23 Super Bass – Super Bass 2 1:50:15 100.95 MB
20 Glenn Miller Orch – The Definitive Collection 1:02:19 56.94 MB
19 Michael Buble – Live 1:02:48 72.31 MB
18 nidji – top up 1:20:27 113.1 MB
17 Ada Band – Romantic Rhapsody 1:10:47 48.6 MB
17 Rosanne Lui – Yesterday 1:08:41 62.9 MB

Kali ini coba kita cerita tentang Count Basie. Kalau kita melihat permainannya diatas panggung? Bersahaja, sederhana, minimalis. Menyembunyikan kemampuan besar dan visi-nya dalam bermusik. Saya tidak mengamati banyak penampilan solo-nya, namun dalam permainan bigband peran dan pengaruh Count Basie sangat besar. Bigbang ‘bergaya Basie’ adalah powerfull, nakal, keras, ekspresif, kontras!!
Ya KONTRAS adalah inti dari gaya permainan ala Basie. Setiap ekspresi bigband Basie selalu mengejutkan dan ‘nendang’ tapi sekaligus bersahaja.
Mei 23, 2008
· Disimpan dalam humans, me, myself, and I, sepeda
Pengalaman yang sangat berkesan. Grup kami di IPMI Bussiness School melakukan presentasi akhir (bagian dari tugas akhir) dari subject “Managerial Communication”. Terusterang saya juga menulis dengan sudut pandang lebih serius (tapi lebih jarang posting) di blog lain (sssttt…) tapi yang saya tulis disini lebih ke sisi pribadi dan manusiawinya, bukan sisi keilmuan dan praktik2 seriusnya.
Penyusunan dan pemilihan materinya berliku-liku, gila, dan agak liar. Memang grup kami sering disebut sebagai grup yang cenderung ‘cool’ dan tidak terlalu eksplosif-ekspresif. Sempat tercetus ide yang cukup kontroversial, seolah kami ingin keluar dari anggapan ‘cool’ itu. Kami ingin mengambil sebuah peran yang berbeda, berbeda dari karakter grup kami. Seolah kami ingin menjadikan perubahan karakter ini sebagai sebuah ‘BIG HOOK’ yang memang kita butuhkan dalam sebuah presentasi akhir.
Akhirnya tema yang kita ambil adalah tema yang jauh lebih ‘humble’, ‘low profile’, serta sederhana: tentang ajakan ‘Bike to Work’.

Grup kami saat presentasi memang terbukti berhasil menjadi grup yang bersinergi dan saling mendukung. Kami juga sangat bersemangat mempersiapkan presentasi ini sampai harus bertemu tiga kali seminggu, sebuah rekor tersendiri yang belum pernah kami lakukan sebelumnya.
Hasilnya? Sebuah presentasi yang menarik sekaligus juga menyenangkan buat kami yang melakukan presentasinya. Saya, sebagai obyek dan subyek dari kegiatan ‘Bike to Work’ itu sendiri juga ternyata terasa mendapatkan suatu tempat dan penyaluran untuk secara serius berkampanye, mengajak melakukan bersepeda ke tempat kerja. Pada sisi yang lain saya sendiri kagum dengan dukungan tak terduga berupa kiriman film dokumenter “Kereta Angin Penyelamat Bumi” serta dukungan berupa merchandise bike to work.


(perhatikan foto bawah, sepeda lipat punya Igo nongkrong di dalam kelas)
Pengalaman yang tak terlupakan saat saya harus masuk ke ruangan kelas di IPMI, dengan kostum lengkap pesepeda (celana pendek, jersey, helm, kacamata, tas, sepeda lipat) dan ‘mempermalukan diri’ sambil mendapatkan ‘instant credibility’ bahwa diantara kami memang menjalankan bike to work.
Mei 23, 2008
· Disimpan dalam sepeda
Setelah acara Alphen Thropy, lalu diikuti dengan ngadat-nya kopling Si Macan (Isuzu Phanter Merah Hi-Grade 1997, D1273DW) di Bandung, mengakibatkan sepeda WimCycle (mantan sepeda kedua saya yang sudah dimiliki OmSigit) jadi ada satu mobil dengan Kanjeng Kyai Cozmic.
Sekedar nostalgia, nostalgila, dua sepeda yang bersaudara hehehe..
WimCycle Roadchamp: July-Des 2007
Polygon Cozmic CX 1.0:Jan 2008 – ????

Nostalgia ternyata menyenangkan…
Sepedanya ijin saya pinjam nampang ya Om Sigit…