Arsip untuk Maret, 2008

Haluoleo, oh haluoleo . . .

Setiap saya mendapat kesempatan berbicara, presentasi, memberi LKO, diskusi, apapun event-nya jika memungkinkan, saya selalu menanyakan kepada mahluk bernama mahasiswa, “apa arti mahasiswa?” “Apa bedanya dengan siswa2 yang lain?”

Sebenernya ini adalah pengakuan dosa dan pembalasan kesalahan, karena selama mahasiswa saya juga tidak punya jawaban yg (menurut saya) tepat untuk menjawab pertanyaan ini.

Melihat apa yang terjadi dan berkembang di seputaran universitas Haluoleo samasekali tidak melambangkan tingkah laku mahasiswa -siswa yang maha- yang saya kenal konsepnya. Minimal yang saya yakini.

Seorang mahasiswa adalah makhluk mandiri, makhluk yang sudah mulai mempertanggungjawabkan pikiran, pendapat, sikap, tindakan, cara pandang secara dewasa. Sebagai manusia yang utuh. Hebatnya masih ada kata ’siswa’ selain kata ‘maha’ yang saya tulis diatas. Artinya, bagi mahasiswa, sangat dapat diterima kalau mereka melakukan kesalahan2, berkaitan dengan statusnya sebagai ’siswa’ yang tugasnya adalah belajar.

Terusterang, pendapat saya tentang betapa pentingnya arti ‘maha dari para siswa’ ini sehingga, sesibuk apapun, saya berusaha melakukan yang terbaik untuk melakukan bimbingan kerja praktek di pabrik tempat saya bekerja.

Sedih banget saya melihat gambar tentang nama agung Haluoleo di televisi. Keadaan yang (katanya) disebabkan oleh ulah (katanya) mahasiswa . . .

Komentar bertahan »

Top10 Played Maret 2008

Setelah sempat beberapa bulan absen, post rutin bulanan ini bergulir kembali…

Top 10 Artists played
Tracks Artist Length File size
35 Bad Plus, The 3:17:39 361.55 MB
28 Joe Pass 2:09:25 124.02 MB
27 Hal Leonard Play Along 1:35:05 100.51 MB
27 Gita Gutawa 1:51:25 102.04 MB
27 Bubi Chen 2:02:54 198.16 MB
24 Waldjinah 2:00:05 148.49 MB
24 Various Artists 2:16:11 124.71 MB
23 Super Bass 1:50:15 100.95 MB
23 Milton Nascimento 1:54:57 105.3 MB
22 nidji 1:37:21 126.57 MB
22 Joyce 1:20:00 74.2 MB
22 Lisa Ono 1:28:02 80.65 MB

Top 10 Albums played
Tracks Album Length File size
31 Various Artists – Piano Jazz 3:08:36 172.69 MB
27 Gita Gutawa – Gita Gutawa 1:51:25 102.04 MB
25 Various Artists – Bossa Nova Brasil 1:17:31 71.05 MB
23 Super Bass – Super Bass 2 1:50:15 100.95 MB
20 Glenn Miller Orch – The Definitive Collection 1:02:19 56.94 MB
17 nidji – top up 1:16:09 107.15 MB
17 Rosanne Lui – Yesterday 1:08:41 62.9 MB
17 Michael Buble – Live 0:58:43 67.59 MB
15 Carpenters – Love Songs 0:55:20 50.76 MB
15 Milton Nascimento – Angelus 1:14:39 68.37 MB
15 Bubi Chen – Romantiques 1:04:05 117.37 MB
15 Hal Leonard Play Along – Jazz Classics 0:55:34 50.79 MB
15 Phil Collins Big Band – A Hot Night In Paris 1:47:46 107.52 MB
15 Various – Count Basie & His Orchestra 0:48:12 44.14 MB
15 Bad Plus, The – Prog 1:38:51 226.54 MB
15 Tom Grant – Tom Grant 0:57:16 52.45 MB

Highlight kali ini adalah album “Various Artists – Bossa Nova Brasil”. Ini kesempatan mendengarkan versi asli dari banyak lagu-lagu legendaris bossa nova. Disini kita bisa merasakan langsung kebesaran dan keagungannya. Seperti waktu menulis ini saya mendengarkan lagi versi Astrud Gilberto dan Stan Getz dari Girl From Ipanema. Didengarkan malam-malam begini: Majestic !!

Komentar bertahan »

JavaJazz Fest 08 – #4 Hari ke-3

Setelah menjalani hari ke-2 nonton bersama istri, setelah menjalani penampilan Van Alloy Big Band di Java Jazz 08, hari ini berangkat sendiri saja. Nah yang ini bisa pol2an nih…

——–
gt
Gita Teladan Marching Band. Sayang banget saya tiba terlambat 1/2 jam, jadi cuma melihat alat mereka bertebaran di selasar luar saja. Padahal pengen juga melihat bagaimana pendekatan marching ke penampilan jazz festival.

——–
gal
Galaxy Big Band. Senangnya hari ini dimulai dari penampilan Galaxy BigBand. Penampilan powerfull, solid. Meskipun banyak personel berganti tampak tidak terpengaruh pada level penampilan band secara keseluruhan. Salute!! Ini upaya regenerasinya perlu ditiru.
Komunikasi ke penonton juga baik sekali. Secukupnya, rendah hati, dan bersahaja. Bikin iri saja hehe. Nonton full penampilannya.

———
Talent Stage. Menengok tempat nampil Van Alloy Big Band kemarin, talent stage, sebuah band r&b yg sangat pop sedang ditonton oleh sekitar 5 penonton. Alhamdulillah kemarin kita ditonton lbh banyak orang… Cuma ngelirik 1/2 lagu.

———
sby
Turun ke basement dan menonton Surabaya All Stars. Sebuah combo bergaya modern jazz yang, dengan 4 pemain alat tiuo: trumpet, trombon, alto sax, tenor sax. Wah sayang banget padahal saya mengharap ada combo band dari negeri sendiri yang menampilkan standard/swing/cool jazz. Cuma nonton 2 lagu.

———
ren1
ren2
Rene Olstead. Terusterang saya belum pernah tau seperti apa lagu dan penampilan dara manis 16th yang sedang naik daun ini. Mendengar diorbitkan oleh David Foster, sudah agak kebayang sih jenis musiknya. Lumayan lah dia bernyanyi diiringi bigband-nya Ron King. Sekalian sekali lagi menonton bigband yang luarbiasa ini.
Menurutku penampilan Rene Olstead tidaklah istimewa. Memang, sexy, komunikatif. Namun saya sebagai penonton ‘first impression’ merasakan marketing gimmick yang kental dan tebal. Setebal gincu Rene, berpenampilan dara amerika pirang bercengkok country. Ya! Ada cengkok country dalam musiknya. Terusterang makin mengingatkan saya pada ‘pola’ michael buble.
Whatever gakpapa lah. Melihat begitu banyak anak muda di sekeliling saya di plenary hall, mengelukan musik jazz diiringi bigband, sudah seperti siraman yg sejuk. Cuma nonton 4 lagu.

——–
bhas
Bhaskara 2008. Begitu nama grup-nya. Revitalisasi Bhaskara dengan meninggalkan hanya Bambang Nugroho (pianis Bhaskara 86) saja sebagai member lama. Namun konsep musiknya dan instrumentasi tampak dipertahankan, ada saxophone (sopran dan tenor dimainkan oleh Bambang Nugroho), kombinasi piano-keyboard (Iman Pras dan Imel), ada penyanyi, biola. Tipe lagu-nya juga masih di jalur yang sama: fusion-jazz dengan sedikit sentuhan pop.
Kesan umum terhadap band ini? Berisik! Entah kenapa panggung ini kemarin waktu dipakai RonKing keren banget namun setting hari ini terdengar berisik. Cuma nonton 3 lagu.

——–
tri
Trisum. Wah, saya pasti gak normal kalo nonton band ini. Fans berat soalnya. Meskipun band ini tidak lengkap dengan Balawan digantikan oleh Hendri Lamiri (biola) menurut saya justru memperkaya sentuhan band ini. Terdengar sense seperti waktu nonton Didier Lockwood di Jogja sekitar 20thn yang lalu. Meskipun tampak masih meraba-raba lagu yang dimainkan, namun Hendri Lamiri pada biola menurut saya menyimpan magma energi untuk band ini jika ada lebih banyak waktu untuk eksplorasi musikal.
Keren, Rocking-fusion!! Nonton 4 lagu sampai bubar.

———-
naj
Maysa & Najee. Bisa nonton sambil duduk selonjoran. Musically not my cup of tea, terlalu easy jazz-pop menurut telinga saya. Gapapa bisa duduk meluruskan kaki yg mulai pegal2 berdiri dan lari2. Duduk ditemani 4 lagu lalu segera kita menuju baso lap tembak senayan, laper!!

———-
profs
The Professors. Sebagai praktisi musisi amatir, saya kagum dan punya keterikatan batin sebagai fans pada band ini. Kekuatan band seperti band kami, Van Alloy dan band The Professors ini ada ethusiasme pada musik. Salut!!! Dan semangat terus!!
Sempat menikmati 2 lagu sambil berdiri meski sebagian besar penonton duduk karena ini adalah areal ‘food court’.

——-
gary
Setelah sempat bingung karena band inceran berikutnya masih cukup lama, beli2 merchandise, akhirnya nemplok ke penampilan Gary Anthony, yang memainkan tribute pada Frank Sinatra. Bisa dibilang Gary adalah copycat-nya Frank. Beliau mengakuinya secara terbuka juga dalam dialognya, dan beberapa kali bilang ingin menghadirkan kecintaan pad Mr.Sinatra di panggung. Menurut saya dia sukses, surprisingly. Jangan bicarakan kualitas vokal ya, Frank definitely very hard to be copycated. Dengan diiringi bigband RonKing (lagi), memang pas banget denger lagu2 standar Frank Sinatra.
Bertahan 4 lagu sebelum mulai terdengar monoton dan bosan di telinga saya. Sementara sangat mengagumkan bahwa gedung pertunjukan di assembly 3 ini puenuh sekali, abege, ortu, opa-oma. Hebat!!

———-
5
5 Wanita
Cantik, sexy, musically cukup menyegarkan sebagai sajian alternatif. Tampaknya jika bisa dipertahankan band ini punya pangsanya sendiri dan bisa sangat komersial lho..

———-
bubi
Bubi Chen
Semangat nya, ethusiasmenya, skill-nya sangat amat mengharukan. Ditengah keterbatasan pendengaran yang sudah dialami masih bisa menyembulkan uap jazz piano dari salah satu master-nya pianis Jazz Indonesia. Mungkin akan lebih baik kalau tanpa rhytm section, piano solo sendiri saja.

———-
kirana
The Kirana Bigband

———-
inc
Incognito
Hot, semangat, ramai, dan tentusaja acid jazz. Ok lah for some extent and situation. Tapi jelas bukan untuk dinikmati sambil duduk dari atas balkon plenary. I just mark my ear and eyes that I have ever seen them in a live show.

———-
borst
Michiel Borstlap
Kontemplatif, jungle, ritmistik, progressive. Musik paling serius yang saya dengar sepanjang festival ini. Enaknya dinikmati dalam suasan yang lebih hening dan tenang, bukan suasana penonton yang ‘rush’ seperti JavaJazz Festival.

Buset!! 13 grup dalam semalam !!! Mabok mabok dah…

Komentar bertahan »

JavaJazz Fest 08 – #3 Hari ke-2

Gara-gara Van Alloy Big Band dapat kesempatan nampil (terima Kasih KJK…) akhirnya bisa puas-puas-in dua hari nonton Jazz Festival internasional. Yang hari pertama tidak nonton karena sudah seharian latihan persiapan nampil Van Alloy Big Band dan juga jaga kondisi agar pas nampil jadi fit.

vabb

me

Hari kedua ini saya nonton berdua sama istri, jadi ya selera tontonan agak bersinergi bergabung-gabung. Gapapa, malah kadang surprising ! Kebetulan penampilan band kami awal banget, sore jam 1630, jadi setelah nampil kami bisa muter2 puas. Pas kami nampil tampak heboh sekali anak2 muda (muka abege sma) ternyata mereka mengejar penampilan RAN.

——
rkbb
Ron King Big Band. Suara super, skill super. Big Band level dunia. Saya duduk pas didepan Ron King-nya baris ketiga. Waduh kalau beliau lagi solo ke arah penonton bunyinya melengking kencang sekali. Saya banyak memperhatikan peran masing2 anggota band dan bagaimana mereka manage penampilan diatas panggung. Ini penampilan yang saya tonton sampai selesai, utuh.

——
grossi
Gabriel Grossi. Ini duet pemain harmonika dan gitar. Wah seru banget meskipun saya terusterang tidak terlalu mengerti lagu-lagunya. Penasaran saja bagaimana pemain harmonica tingkat dunia show. Panggung yang dipakai juga tanpa lighting, ini di meeting point. Kasihan sekali untuk musisi expert seperti Grossi harus tampil di panggung seperti ini. Penampilan ini saya hanya menonton 2-3 lagu. Saya masih menyesuaikan diri dengan sound harmonica yang melengkin menyayat telinga.

——-
jazzmint
Jazzmint BigBand. Permainan bigband dengan konsep memainkan lagu lagu indonesia tempo dulu dengan format bigband. Menurut saya aransemennya kurang nge-swing, khas aransemen bigband ala band Indonesia yg terdengar kurang matang. Ditambah penampilan costume conductor dan peran vocalist yg terlalu dominan menyedot perhatian penonton. Saya melihat 2 lagu saja. Bagaimanapun semua bigband di Indonesia menghadapi kesulitan yang sangat berbeda dengan band jazz biasa. Salute untuk Jazzmint…

——-
manhattan
Manhattan Transfer. Seperti dreams comes true nonton band ini. Speechless…. Apalagi mereka memainkan repertoar yang seperti album the best. Saya tidak menyangka samasekali semua yg kita dengar di rekaman bisa muncul sedemikian prima di panggung, sangat sempurna. Padahal grup ini juga memainkan koreografi gerakan. Luarbiasa mengingat usia mereka. S U P E R B ! ! ! !

——-
kakipegel
Habis itu kaki pegel kita cari tempat yang tidak berisik buat selonjoran kaki. Khas banget festival dimana kita lari dari satu panggung ke tempat lain, menyiksa kaki.

Inilah akhir dari petualangan hari pertama. Fuih… Tidak sampai bubaran sih, karena hari itu kami sudah keluar rumah dari jam 7 pagi dan latihan dari pagi sebelum akhirnya sore nampil. Lelah, besok lagi nonton-nya.

Komentar (2) »

JavaJazz Fest 08 – #2 BigBand !!

Sayang sekali jumat kita latihan seharian jadi akhirnya memutuskan gak nonton, padahal ternyata ada Hypersax, dengan penampilan ala BigBand, yang tampil ternyata hanya sekali jumat saja. Band yg sangat saya kagumi ini lewat begitu saja. Hiks..

Van Alloy Big Band. Silakan lihat link-nya disini..

Lalu Salamander. Dua kali gagal menonton. Hari sabtu jadwal Salamander pas banget tabrakan sama jadwal VanAlloy nampil. Pas balikin perlengkapan panggung ke mobil sempat dengar lengkingan2 trumpet sedang nampil di basement. Hari minggu mau nonton lagi tapi acara di panggung assembly 1 mundur sejam lebih, udah lemes dan ngantuk.

jazzmint
JazzMint BigBand. Band ini sangat unik konsep-nya, memainkan lagu-lagu Indonesia lama dengan aransemen sendiri. Wuih! Mantap! Kagum dan salut saya dengan konsep dan usahanya. Memang pas sekali kalau kita memainkan lagu di masa lalu dengan konsep bigband, ‘nyambung’ secara historis. Sayang sekali menurut saya porsi vokalis terlalu menonjol dari band ini sebagai sebuah ‘bigband’.

gal
Galaxy BigBand. Saya pernah nonton di konser mereka akhir 2005. Wah, band-nya bener2 besar. Pemain sax-nya belasan. Lalu nonton kemarin formasinya ’standar’ sekali. 5 trumpet, 4 trombon, 5 sax. Salut, permainan-nya sangat solid dan powerfull. Kagum bagaimana bisa band berganti2 personel rhytm section (bass-drum)-nya dan tetap terdengar solid. KEREN !! Meskipun bandleader berganti ke pemain Bariton Sax, saya lihat gaya lagu yang dipilih masih konsisten di bigband jazz yang lebih modern seperti lagu MJ “Don’t Stop Till Get Enough” meskipun menyelipkan beberapa aransemen klasik seperti “April in Paris”.

RK1
RK2
Ron King Big Band. Puas nonton berkali-kali. Karena mereka nampil di panggung tersendiri, nampil bareng Rene Olstead, nampil juga mengiringi ‘Frank Sinatra’. Speechless deh kalo liat band ini. Contoh bigband professional dengan kelas dunia. Penampilan Ron King Big Band dan Manhattan Transfer adalah dua penampilan yang saya tonton utuh dari awal sampai akhir. Lagu-lagu yang dimainkan (Saat solo konser RKBB di Assembly) sangat awam di telinga saya, tampaknya Ron King sebagai bandleader mengaransemen sendiri banyak lagunya. Menurut saya sound saat di Assembly 1 itu paling ’superb’, itupun RK masih komplain minta adjustment diatas panggung. PUAS NONTON dan gak bosen2 meski sampai 3 kali.

kir
Kirana Big Band. Sayang menontonnya cuma sekilas karena sudah malam banget. Saya juga baru pertama kali menonton band ini. Komposisi dan pilihan lagunya cukup unik, namun tampil di Lobby Stage di tengah malam begitu memang perlu effort lebih. Pencahayaan minim, dan area itu adalah tempat berlalu lalang. Salut dengan Kirana Bigband, penampilan yg solid. Yang juga menarik adalah ‘meja partitur’ band ini yang bisa dilipat.

Komentar bertahan »