Jalur saya mengenal JAZZ (bag 1 dari 3)

Saya sedang mencoba menengok, sebenernya saya jadi suka musik jazz itu dari mana sih?? Bukan untuk berbangga dengan jazz, tapi justru untuk memperlihatkan bahwa jazz itu musik melankoli, cemen, manis juga. Tidak melulu jazz itu sophisticated dan rumit.

Musik yang nge-jazz pertama2 saya denger diantaranya: Bhaskara86, George Duke, Harvey-Ireng, Ermy Kullit.

Semua itu adalah koleksi kaset2 punya bokap. Jadi kaset2 yang ‘jazzy’ ini kudengar karena bokap mendengarkan. Jadi ngintip denger, lama2 ikutan menikmati.

lady bird
(gambar diambil dari http://www.luluk.com/discography.html )
bhas86
(gambar dari http://musiklawas.blogspot.com )

Sampe sekarang yg Bhaskara86 (dan kemudian juga Bhaskara-Lady Bird) dan Harvey-Ireng (dua jilid) masih ada dan masih bisa didengarkan. Padahal kaset Harvey-Ireng itu sudah tertumpuk tak jelas dan mulai menjamur.

Harvey-Ireng jelas adalah kaset pop jazzy. Menarik sekali sampe sekarang gak bosan dengerinnya. Lagu macam “Dara” itu menurutku udah layak jadi evergreen. Dua jilid kaset ini juga salahsatu kaset pop-jazzy yang paling pas berkompromi, baik secara artistik ataupun bisnis. Suara Harvey muda juga sedang bening2nya… Di telinga mak cessss…

harvey
(ternyata ada blogger yang membuat lengkap ulasan Harvey-Ireng!!)
http://musiklawas.blogspot.com/2006_10_05_musiklawas_archive.html

Bhaskara86 adalah tonggak apresiasi musik saya di periode ini. Saya waktu itu, dan sampai sekarang, masih jauh lebih pas menikmati fusion ala Bhaskara daripada ala Krakatau atau Karimata. Sebagai telinga yang baru belajar menikmati sentuhan musik apresiatif (sambil dengerin Obbie Messakh, Bill-Brod, Gombloh, Betharia Sonata) musik Bhaskara itu kok ya nyambung banget dihati. Saat denger permainan Saxophone Udin Sach inilah saya memutuskan suatu saat saya akan belajar alat saxophone ini. Untuk sementara waktu itu punya-nya recorder, ya sudah ditiruin pake recorder sambil mendengar kasetnya hahaha…

Tulisan ini berlanjut ke bagian kedua dan bagian ketiga

2 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    [...] 3, 2007 · Filed under Music, jazz, me, myself, and I Dari mana saya mengenal jazz? Di bagian pertama saya sudah ceritakan kalau banyak denger dan intip denger dari kaset pilihan bokap, bagian kedua [...]

  2. 2

    [...] · Filed under jazz, me, myself, and I Ini adalah bagian ketiga tulisan. Sebelumnya bagian pertama dan kedua ada di post [...]


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.