Bermula dari seorang rekan yang menceritakan betapa keras dia bekerja (dia kerja di ln,salah satu pusat bisnis dunia) dan menceritakan betapa weekend adalah sesuatu yg menyembuhkan sesuatu yang “refreshing”.
Kalimat terakhir mungkin tidak aneh, namun bagaimana teman ini menceritakan betapa keras dia bekerja minggu ini, membuat saya terbengong. Kita yang benar2 mengenalnya sangat mengerti betapa dia selalu total dalam bekerja. Lalu kira2 bekerja seperti apa ya yang dia gambarkan sebagai “hectic” dan full kerjakeras minggu ini?? Saya ketakutan untuk sekedar membayangkan…
Balik ke lingkungan kita, sering saya dengar keluhan dari rekan kerja, mereka sering memperbandingkan kondisi dan fasilitas kerja, kadang benefit, dengan rekan2 kami di belahan dunia lain (kami perush multinasional). Guys… Coba ya, pada ngerti nggak sih bagaimana rekan di seberang lautan bekerja?? Etos kerja, professionalisme, kemampuan?? Secara umum “bagaimana kita bekerja” saja…
Menurutku kita ini bangsa bodoh yang miskin tapi gengsi dan terninabobokkan oleh segala “yg katanya kekayaan alam”.
Bodoh
Malas
Terbelakang
Tidak perlu saya sebut Korup kan? Otomatis.
Tulisan ini bukan pesimis. Saya justru lihat dan memberi contoh, rekan kami yg sama2 makan nasi pinggir jl.dago, bisa melakukan hal besar yg sebenarnya juga diberikan kesempatan kepada kita setiap hari!!




