Hari ini saya berkesempatan makan siang di sebuah restoran di tepi pantai, sekitar Jalan Perancis, Dadap, Tangerang, Banten. Jalan perancis ini katanya tidak pernah bisa sehat atau dalam kondisi bagus dari jaman dahulu kala. Kawasan ini ada di sekitar bandara Soekarno Hatta dan merupakan wilayah yang banyak kawasan pergudangannya.
Sebenernya skenario-nya menarik, memilih ikan, udang, cumi segar saat datang, memesannya langsung fresh dimasak, dan memakannya di restoran pinggir pantai. Di dua langkah pertama: memilih dan memesan sudah pas, sudah bener. Tapi begitu acara memakannya di pinggir pantai, saya menemui dengan mata kepala saya sendiri fakta yang sangat mengenaskan.
Itu pantai ada dalam teluk yang tenang. Ombaknya hampir gak ada, jadi memang air laut mengalir tenang banget, di kejauhan tampak remang2 bangunan nun jauh di seberang teluk bangunan tinggi (seperti apartemen atau hotel) dan bangunan dengan tanur (seperti PLTU Muara Karang). Jadi kita sedang ada di pinggir teluk jakarta.
Air pantai itu HITAM! Saya benar2 tercengang melihatnya. Iya… HITAM! Sangat tampak kalau kita sudah memiliki laut yang jelas-jelas tercemar berat. Saya tidak perlu menceritakan bau air-nya kan? Restoran ini berdiri di atas tiang2 pancang di pinggir pantai. Mirip dengan orang membuat pelabuhan itu. Jadi air laut ada di bawah restoran. It had to be a spectacular sightseeing and lunch… but…
Kita memang PERUSAK !
Alam yang setia hanya menidurkan dirinya, tanah dan air yang menyediakan apapun untuk kita telah benar2 kita khianati…
Siang itu saya dijamu. Sementara saya sudah kehilangan selera makan sebenernya mengingat ikan, cumi, kerang, udang yg saya makan juga berasal dari laut yang sama…
(foto2 menyusul lagi, sejak kehilangan ftp access jadi males upload krn harus via web wordpress ini)




yaya berkata,
Juli 18, 2007 @ 7:39 pm
aku pikir ‘perancis’ itu ‘perapatan ciamis’ :p
anto berkata,
Mei 7, 2009 @ 9:15 am
mending dadap ditutup jah yach…………………..
cepih berkata,
September 4, 2010 @ 6:30 am
dket rumah w tu
pribumi dadap lebax berkata,
Oktober 1, 2010 @ 2:52 am
jangan suka berkata buruk,, dadap ga seburuk yg kalian tau,, coba tlusuri lbh dlm lg,, n temui pribumi sini,, kita sebagai cina benteng sini akn tunjukan keindahan dadap yg kalian tdk prna ketahui dan akn anda kagumi..
Berak Mencret berkata,
November 3, 2010 @ 9:10 pm
DADAp SUNGAPAN CITY IS THE BEST BEBAS BANJIR, ANEKA MACEM MAKAN ADA DI DADAP, MAU MAKAN JEPANG ADA, MAU MAKAN FAST FOOD JUGA ADA, ORANGNYA RAMAH-RAMAH. SEGALA MACEM APA AJA YANG DI CARI ADA.DADAP UDAH KAYAK KOTA DALAM KOTA WALAUPUN SEBENARNYA DESA.
chandra berkata,
Februari 17, 2012 @ 4:21 pm
dulu dadap itu airnya masih bagus seperti ancol lah , itu kira kira 15 th lalu , sejak di aklamasi pantainya ( di timbun untuk di majukan) sjdi seprti sekarang irnya hitam dan kalinya jadi dangkal.
Anonymous berkata,
Maret 24, 2012 @ 5:53 pm
dadap tetaplah dadap…