Arsip untuk Juli, 2007

Sax oh Saxophone di Van Alloy Big Band

Betapa susahnya…

Pernah saya diskusi panjang dengan salah satu member band ini, kebetulan bliau bukan anggota fraksi saxophone, dari hati yang terdalam beliau menyampaikan analisisnya yang berujung diskusi panjang…

Menurut analisa bliau, saxophone itu memainkan part yang selalu ‘lebih sulit’ dibanding umumnya fraksi yang lain. Misal kita memainkan lagu easy jazz pak aja, yang grade 2 itu. Kok saxophone sudah terengah-engah, misal kita lihat di lagu Fly Me atau Quiet Night. Fraksi yang lain tampak enjoy saja, apalagi lagu Fly Me tuh.. waduh! Benar2 ‘jomplang’ deh.

Analisa saya adalah karena anggota fraksi sax itu kebanyakan kan pemula ya, jarang banget yang dari dulu di mb sudah main sax, Kiki saja plus Andre mungkin yang ‘benar2 pemain sax berpengalaman’. Yang lain kan mulai blajar sax di VABB. Saya berargumen bahwa inilah yang membuat kami ‘kewalahan’. Pada awalnya tampak argumen ini memang benar, seperti pas persiapan IBBC 2006 itu…

Tapi diskusi ini dilakukan jauh setelah IBBC 06, jadi pas kita sudah mulai membincangkan ‘lagu yang lebih sulit’ atau ‘naik grade’ itu lho… Menurut teman kita ini (mungkin bisa obyektif karena bliau mengamati dari luar fraksi sax), memang jangan2 kalau kita naik grade, yang bertambah susah secara signifikan ya saxophone-nya, sementara fraksi lain, meskipun mungkin secara aransemen tambah susah juga, sering diem, ngitung dan menunggu, main di sinkop2, tapi jelas sekali kalau nada2 fraksi sax yang akan tambah ‘pabaliut’.

Begitu analisa bliauw… Jadi bliau kuatir, kalaupun kita mengambil part yang grade lebih tinggi, jangan2 sax heboh yang lain, yg kebetulan isinya juga orang2 berpengalaman di alatnya, otomatis skill juga lain, malah bakal jadi menunggu sax ber-heboh-heboh…

2

Ok sekali. Membuka mata saya juga kenapa selama ini kami terasa paling heboh, dan ternyata memang begitu.
Belum kalo kita lihat dari peran aransemen fraksi sax jika jadi kontra melodi, karena nature alatnya sendiri yang memang bisa bermain lincah nadanya, hampir bisa dipastikan jadi ‘heboh’ deh. Belum lagi secara pitch sax itu kan rawan. Lalu juga secara nature dari mouthpiece+reeds berhubungan dengan bunyi ‘tikus’.

Betapa susahnya jadi fraksi sax…

Ada pendapat lain???

(seperti ditulis di milis vabb@googlegroups.com hari ini)

Komentar bertahan »

Gagap Teknologi ??

Ada gejala baru saya amati belakangan ini, betapa banyak diantara kita sudah menanggapi kemajuan teknologi dengan gagap.

Misalnya email. Email jaman skarang bisa di akses dengan sangat mudah, jauh lebih mudah dibanding 5-10 tahun lalu. Koneksi internet makin gampang diperoleh dan (alhamdulillah) makin murah saja. Tapi kondisi ini ternyata menciptakan “pemborosan” yg lain, kita jadi tidak menghargai sebuah account email, stream lalulintas email dan milis, belum kalau kita bicarain kemalasan orang edit email sebelum membalas seperti yg kita jumpai di milis2.

1 w

Sejak memakai blackberry saya jadi lebih bisa melihat bahwa saya juga melakukan itu dengan parah. Tidak seperti email client di komputer, di BB terasa sekali kalau ada banyak email belum terbaca. Jumlah unread message terpampang selalu, ter update selalu. Gila. Shock juga saya liat angkanya (malu untuk nulis angkanya disini) yg besar bgt. Kebiasaan mengikuti banyak milis musik, gadgets, sports, alumni, buku, dll sebenernya sudah saya lakukan dg pola yg sama sejak pakai pc. Tetep saja kaget lihat betapa besar angka unread itu, betapa saya menyia nyiakan bandwith dan space.

Saya, seperti umumnya pemakai email sekarang, tampaknya justru sedang dilanda Gagap Teknologi, justru bukan melek teknologi.

What a shame!

Komentar (2) »

Hari Ketiga

Ini hari ketiga saya diberi pelajaran bahwa menolong itu:
- berat
- ujian ketulusan

Dunia oh dunia…

Komentar bertahan »

Etos

Bermula dari seorang rekan yang menceritakan betapa keras dia bekerja (dia kerja di ln,salah satu pusat bisnis dunia) dan menceritakan betapa weekend adalah sesuatu yg menyembuhkan sesuatu yang “refreshing”.

Kalimat terakhir mungkin tidak aneh, namun bagaimana teman ini menceritakan betapa keras dia bekerja minggu ini, membuat saya terbengong. Kita yang benar2 mengenalnya sangat mengerti betapa dia selalu total dalam bekerja. Lalu kira2 bekerja seperti apa ya yang dia gambarkan sebagai “hectic” dan full kerjakeras minggu ini?? Saya ketakutan untuk sekedar membayangkan…

Balik ke lingkungan kita, sering saya dengar keluhan dari rekan kerja, mereka sering memperbandingkan kondisi dan fasilitas kerja, kadang benefit, dengan rekan2 kami di belahan dunia lain (kami perush multinasional). Guys… Coba ya, pada ngerti nggak sih bagaimana rekan di seberang lautan bekerja?? Etos kerja, professionalisme, kemampuan?? Secara umum “bagaimana kita bekerja” saja…

Menurutku kita ini bangsa bodoh yang miskin tapi gengsi dan terninabobokkan oleh segala “yg katanya kekayaan alam”.

Bodoh
Malas
Terbelakang

Tidak perlu saya sebut Korup kan? Otomatis.

Tulisan ini bukan pesimis. Saya justru lihat dan memberi contoh, rekan kami yg sama2 makan nasi pinggir jl.dago, bisa melakukan hal besar yg sebenarnya juga diberikan kesempatan kepada kita setiap hari!!

Komentar bertahan »

Timnas Indonesia telah “memenangkan” pertandingan ini

Berikut ini adalah posting saya di milis detiksport@yahoogroups.com pada 16 July 07, sebelum berlangsung pertandingan terakhir lawan Korea Selatan. Agak berbau pesimistis, tapi sebenernya menurut saya Indonesia “sudah menang” sebelum pertandingan ini dimulai. Kemenangan menyedot perhatian dan menyatukan bangsa ini untuk beberapa saat.

1
(foto diambil dari id.wikipedia.com)

——-
Saya baru juga di milis ini, salam kenal..

Saya sangat terharu baca email2 disini. Melihat bahwa mendukung tim nasional sepakbola tidak hanya berarti sport olahraga, tapi juga kebangsaan dan kedewasaan.

Saya bukan pesimis, tidak pernah 10th terakhir saya seoptimis ini pada timnas, tapi kita jangan kehilangan kebangsaan (seperti saat mendengar lagu kebangsaan dan berteriak INDONESIA) dan kedewasaan (seperti saat gol injury time lwn arab) saat ternyata besok kita kalah.

Kita memang sudah lama merindukan kemenangan tim olahraga nasional, tapi kita sebenarnya sudah mendapatkan *kemenangan* di sisi lain, terutama dg penonton sepakbola kita yg sebelumnya dikenal suka rusuh. Penonton yg sama telah bermetamorfosis menjadi pemain ke-12 yg lebih menakutkan daripada wasit botak g*b*ok itu!

Komentar bertahan »