April 28, 2007
· Disimpan dalam travel
Hari ini ke bandung. Tidak seperti biasanya pulang balik pagi berangkat sore balik. Tidak seperti biasanya ke Nayaga cuma mampir. Lebih tidak biasa lagi kita beramai-ramai; Bapak-Ibu-DikDeni-DikSanti-DikAndi-Anto-Rini…

(nah kan terlihat semangat waktu berangkat dalam Panther)
TUjuan pertama adalah fotokopian. Hah? Iya, kami kalo kebelet beli buku literatur/ scientific ternyata lebih memilih sebuah fotokopian di daerah dayang sumbi, Bandung. Kita tinggal buka2 katalog yang berisi halaman judul buku, tunjuk, lihat daftar isi, beli. Simpel, murah, dan bajakan hehehe..
Gpp lah. At least kami masih punya semangat membuang bbrp ratus ribu untuk cari buku ilmiah.
Lalu ke Kartika Sari, dan dilanjut ke Taman Cibeunying. Kalo ini buat memanjakan Ibu dengan belanja tanaman hias. Pas disana sih biasa saja ya, dimana2 daun dan bunga. Tapi pas liat fotonya seru juga, indah juga

(ibu lagi milih2 tanaman)
Perut sudah keroncongan, kami makan siang di kedai nyonya rumah. Ini resto lumayan lengkap, harga reasonable, suasana makan enak.

(ada cemilan banyak)

(suasana makan enak, dekat kolam)

Akhirnya mampir Nayaga dan lihatlah dua penumpang di belakang yang pusing karena area kaki mereka jadi area bagasi dan tanaman.
Kita membatalkan rencana ke Gado-Gado Tengku Angkasa dan EIGER Cihampelas karena tampaknya hari itu Bandung super duper macet. Terutama daerah ‘atas’. Nggak deh… Gimana yang pada gathering Gadtorade yah?
April 27, 2007
· Disimpan dalam Big band, me, myself, and I

Cerita berawal dari 15-an tahun yang lalu. Diawali dengan obrol2 karena hampir tiap hari ketemu di sekretariat MBWG ITB Student Center (the old one, sudah di bongkar) T18 . Salah satu topik obrolan yang ternyata sama-sama kita nikmati waktu itu adalah tentang serial komik Asterix & Obelix. Kenapa ya kita sering membicarakan serial komik ini? Entahlah..

mungkin karena kami hidup di era komik besar. Kata ‘besar’ disini maksudnya komik berformat besar, bukan seperti komik2 jepang jaman sekarang yang kecil2 itu. Kami menjalani smp di masa Trigan sangat top, kami sd saat Deni Manusia Ikan juga top.

mungkin karena lucu… Bener kalo ini tokoh2 Obelix dan Asterix itu lucu boanget. Mereka terusterang, tidak sok jaga image, jujur kadang naif, dan yang penting berhati emas dan suka menolong tanpa pamrih. Dialognya juga lucu. Nama2nya lucu, seperti ‘perutgembulix’ atau ‘licixmunafix’ lalu ‘ndasbutaks’ misalnya. Tampaknya sang penerjemah telah berhasil membuat personifikasi yang mungkin lebih baik dari aslinya sendiri.
mungkin karena aneh dan spesifik. Kaum galia ini merasa dirinya adalah kaum terhebat, bahkan diceritakan bisa mengalahkan bangsa romawi dengan mudah. Setiap berperang mereka menang, melawan sejarah deh. Kalo versi komik ini sih sejarah yang salah… Karena sejarah tidak pernah menceritakan wilayah kecil di sekitar Belgia yang tetap dikuasai kaum Galia.

Ada dua hal lagi sih… Bangsa Galia suka berpesta dan makan-makan dan saat mereka menyanyi langit seakan runtuh menimpa bumi. Ini yang paling pas dengan kami yang waktu itu suka ngariung dan main marching band. Kami tau kok, lagu yang kami mainkan kadang sumbang yang mungkin langit pun bisa runtuh karenanya…
Above all.. kami merasa Galia karena kami juga punya golongan lain yang kami anggap mereka adalah romawi hehehe..
April 26, 2007
· Disimpan dalam Music
Salah satu kegemaranku adalah menganalisa musik. Hehe memang iseng, kadang saya denger musik lalu saya masukkan di peta di kepala, dia masuk di *wilayah* mana gitu. Ini merupakan kenikmatan buat saya, saya bisa menggolongkan suatu musik ke dalam *kotak*nya… Hihi… Iya ya, apa sih sebenernya yg istimewa dengan mengotak-kotak-an gitu?
Paling seru kalau ternyata saya kesulitan menemukan kotak yang pas. Kok rasanya crossover antara kotak ini dan itu. Wah… ini malah bisa semakin dalam, semakin didengar lagi. Kadang ujung2nya adalah kebingungan yang tiada akhir. Trus masuk deh dia di kotak ‘crossover’ hahaha…
Lebih seru lagi kalau saya ternyata merasa menemukan musik yang lain samasekali. Baru samasekali. Baru pertama jenis ini saya dengar lalu saya jadi penasaran dan makin kebingungan, ini musik apa lagi sih? Ini kotak di sebelah mana lagi?? Woaa… bisa berakhir dengan kepenasaran-an yang berlipat dan berlipat dengan kita dengar musiknya.
Indahnya jaman sekarang ada banyak mailing list. Kita bisa nanya2 disitu kalo ngga ngerti. Paling seru juga tuh tanya2 di mailing list, soalnya kadang sebagian besar yg dijawab di milis saya sudah tahu hehehe.. Senang sih, ternyata saya tau yg orang lain tau. Tapi penasaran juga karena bisa berarti saya tidak cepat menemukan kotak baru itu…
(sambil nulis ini denger Joshua Redman – Spirit of The Moment Live at The Village Vanguard)
April 24, 2007
· Disimpan dalam Big band, Music
Buble di live-Studio

Posisi band dalam studio

posisi ritem, terlihat drum ada di dalam ruangan kaca-nya di latar belakang

tampak deretan pemain bras, tiga trumpet, dua sax, dua trombon. Perhatikan mic tipe bukan clip on.
Buble di live-panggung

meskipun drum berada di sebelah brass, tapi suara drum tidak bocor ke brass karena ada ‘cage’

tampak cage drum dari kaca/akrilik tembus pandang di latar belakang

saat show pakai mic clip on. Tapi mic clip-on nya berbeda tipe/bentuknya dengan yang kita pakai.
April 23, 2007
· Disimpan dalam Music, jazz
Media Monkey memberi data hari ini saya play incognito, michael buble, dan Ari Lasso…

Banyak yg menggolongkan incognito tuh ‘acid jazz’ lah.. ‘jazz pop’ lah… ‘bukan jazz’ lah.. Menurutku dia tetap jazz. Tuh coba denger ’still a friend of mine’ yang versi accapella. Wah… ini mah keren! Boleh lah ada unsur pop, tapi unsur jazz nya juga kuenthel. Lebih pas band ini disebut memainkan jazz yang dibumbui pop daripada sebaliknya.
Trus yang ngga tahan permainan bass-nya itu. Lha ini nih bass model begini yang membuat bass elektrik sangat menarik. Selain tentusaja permainan Jaco Pastorious. Tapi itu cerita lain lagi.
Pokoknya incognito nge-jazzzzz… abis!
Website resmi incognito http://www.incognito.org.uk/