Agustus 16, 2006
· Disimpan dalam sports
Hampir tiap hari saya selalu mampir ke kolom “What The Papers Says” dari site www.4thegame.com seru… kita bisa lihat headline koran2 di Inggris ttg bola. Jadi merasa lebih mudah uptodate. Pantes aja Andrew sampe heran kok kayaknya aku ngerti banget EPL.
Lucu juga melihat gimana orang berusaha menuliskan sports news and anaysis tapi pake bahasa musik hahaha…
Coba lihat link ini
http://www.4thegame.com/features/feature/192388/what_the_papers_say.html
Agustus 14, 2006
· Disimpan dalam Big band, gadgets, oto, travel
Perjalanan rasanya belum lengkap dan masih kurang melelahkan juga, ditambah lagi!! Nganterin Nik kerja di Cipanas, grup kantornya katanya berangkat dari Percetakan Negara jam 7 pagi jadi deh kami berangkat dari Bandung langsung ke Cipanas jam 5 pagi.
Sempet makan pagi di sekitar Cianjur-Cipanas

Heran deh itu makanan sudah disiapin di meja dijejer2 sebelum kita datang. jadi meja tuh sudah banyak piring2 makanan. Kok gada laler ya?

Jengkol, kali ini salah satu menu unggulannya
Untuk pertama kalinya mempraktekkan memotret sambil menyetir (hah???) Iya! Sambil tetap nyetir pake tangan kiri, tentu dengan tidak mengubah gigi persneling, di jalan turunan, tangan kanan jeprat jepret di jendela kanan yang terbuka (kan sejuk, pagi2 di puncak tea) tanpa membidik. Random saja…


Oya.. blom disebut2 ya kalau bamper mobil sebelah kiri depan lenyap/copot/ilangleungit di jalur brebes-bandung pas digeber sanggi. Gara2 anto juga sih, sopir santai jepara-brebes 5 jam.

Masih sempet berburu iPod Shuffle 1 GB bekas ke Kelapa Gading. Woeh…
Masih belum cukup produktif juga hari ini??? Ditambah lagi dengan meeting pertama konser vabb di izzi pizza kemang.. Hhh… padahal ngoantuk banget.

Untung diselamatkan masWicak dengan boleh menginap dirumahnya malam itu. Kalo gak bisa nginep di istirahat KM 19 tuh…
Agustus 9, 2006
· Disimpan dalam Blogroll, me, myself, and I
Hari ini secara random masuk ke salah satu rss feed NY Time di Opera browser-ku. Sebuah rig bernama “Prudhoe Bay” di Alaska shutdown karena korosi pipa dan mengakibatkan harga minyak nain $2 per barrel jadi $77, di bbrp kota di Amerika langsung berakibat harga bensin naik bbrp sen.
Yang menarik dari link ini
http://www.nytimes.com/2006/08/09/opinion/09wed2.html?ex=1312776000&en=e690b1f57df83d06&ei=5088&partner=rssnyt&emc=rss
” According to the nonprofit National Environmental Trust, if Americans had started a 10-year phase-in of 40-mile-a-gallon driving standards in 2001, they would already be saving 267 million barrels of oil a year. That’s nearly twice the amount produced annually at the Prudhoe Bay field.”
Ya… ternyata driving style pun bisa merubah konsumsi energi dunia. Jadi kebayang driving style ala “Starsky & Hutch” dari sopir angkot dan bis serta ala “komeng” dari para penunggang motor.
Agustus 9, 2006
· Disimpan dalam me, myself, and I
Paginya sempat jalan2 dulu di seputaran jepara lihat2 apa yg disebut ’showroom’ oleh reception hotel-nya. Rupanya showroom jati mebeler.
Bapak nyobain pake tongkat sambil sms

ada juga yang terlihat dari pinggir jalan lagi produksi mebel

Ada yang mebelnya bergaya modern, harga Jepara. Kira2 25% harga fatmawati..

Tampaknya banyak orang sukses, sepanjang jalan Pemuda, jalan utama di Jepara banyak rumah bagus, diantaranya bernuansa disney Arab, kaya liat istana Alladin

Ini hotel tempat kami menginap

Agustus 8, 2006
· Disimpan dalam travel
0710 Berangkat dari PWT. Sempet bolak balik kebingungan gara2 nyobain jalan alternatif menuju Purbalingga. Aman deh sampai Purbalingga dan Wonosobo. Perasaan Wonosobo tidak sesejuk biasanya dan kotanya semakin padat saja.


Lewat kledung, jadi ingat jaman masa naik gunung Sindoro-Sumbing. Terlihat rambahan tanah garapan sudah mencapai tinggiii.. skali. Memang dilematis ya, di satu sisi harus ada solusi untuk petani yang kekurangan lahan, tapi di sisi lain itu hutan tambah sempit aja, yang ini artinya tentu terganggunya ekosistem dan keseimbangan alam, artinya juga bencana.
Dari Parakan ke Ambarawa dan Gombel ketiduran. Tapi Sanggi ambil jalan2 alternatif deh, sempit kelok2 cuma cepet nyampe. Tau2 kita udah sampe jam makan siang, perut kelaperan sebelum masuk semarang. Nong2 langsung menunjuk satu restoran pertama yg ditemui. Beruntunglah restoran padang itu. Makanan sebenernya gak terlalu istimewa, cuma kayaknya udah kelaperan dan kelelahan badang digoncang mobil.
Setelah mampir ke Ibu MbDeni kita mengarah ke Demak-Jepara. Dalam jalan tol sih lancar, cuma waktu keluar di daerah Kaligawe aduh ampun deh moacet dan kalo udah begini keluar deh mental nerobos antrian orang kita. Ada campuran antara desperate-tidak menghargai orang lain-sok jago-cuek dalam mental menerobos antrian ini… Paling kocak lihat perilaku angkot. Mereka tuh meliuk2 ditengah antrian seperti motor aja. Bahkan kadang naik ke trotoar. Gak kebayang deh nanti pas lebaran kaya apa ini jalur.
1530 Disetirin Anto jadi pelan2 dan baru sampai di Welahan. Sayang kami tidak lewat dalam kota Demak jadi tidak bisa melihat menara mesjid Demak. Wah ini mah kawinan Novie judulnya besar2an. Emang kawinan itu kadang dijadikan sarana orang untuk menunjukkan siapa dirinya, menunjukkan apa yang sudah mereka capai. Sampai kadang2 semua gelar akademik disebutkan, termasuk gelar yg punya gawe. Yang dilakukan orang cenderung malah jadi irasional ya, mengada2 dan memaksakan diri. Jadi kehilangan esensi pernikahan itu sendiri.
1700 Akhirnya sampe juga di Jepara. Kotanya kelihatan hidup ekonominya di sekitar jalan utamanya yg cuma satu ini, dari pertama masuk kota isinya toko mebeeeelll…. semua. Keren deh. Kalo gelap mata mah lewat deh ini semua mebel menarik.

1900 Makan malam di rumah makan yg sederhana. Wah masakannya juga sederhana tapi hueeennnaaaakkk… Trus masak 10 orang gede2 habisnya 58ribu… sampe kenyang. Makanannya sederhana, yang menonjol cuma ayam dalam opor dan bandeng goreng tepung-telor. Yang lain sayur2 (yang ternyata tidak dihitung saat bayar) juga huenak2 NYAM…
2000 Pulang kehotel deh tidur kelelahan. Hotelnya tidak terlalu representatif tapi lumayan lah minimal pake ac.